Sragen, Sumateranewstv.com – Keluarga besar Sugiyo dan Mulyati menggelar doa bersama dan yasinan hari ke-7 atas wafatnya almarhumah Giyem Binti Saeran pada Kamis malam (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di kediaman keluarga di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan menghadirkan Kiai Muhammad Abdullah, pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Mondokan, Sragen.
Acara yang digelar pada malam Jumat tersebut menjadi momen penting bagi keluarga besar untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah. Selain keluarga inti, kegiatan juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), tokoh masyarakat, hingga para tetangga dan kerabat dekat.
Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa sejak para tamu undangan mulai berdatangan ke rumah Sugiyo dan Mulyati. Kehadiran para pelayat menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka atas kepergian sosok ibu dan orang tua yang dikenal baik oleh masyarakat sekitar.
Kegiatan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Kiai Muhammad Abdullah. Dalam rangkaian acara, para jamaah bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, membaca surat Yasin, tahlil, serta memanjatkan doa agar almarhumah Giyem Binti Saeran mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Tradisi yasinan dan doa bersama pada hari ketujuh merupakan bagian dari budaya masyarakat yang hingga kini masih terjaga. Selain bertujuan mengirimkan doa kepada almarhumah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antarwarga dan keluarga besar.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Jatibatur, Sutardi, bersama sejumlah perangkat desa. Kehadiran pemerintah desa menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap warganya yang sedang mengalami musibah.
Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut juga turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran para mahasiswa memberikan warna tersendiri sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.
Keluarga besar almarhumah Giyem Binti Saeran, para tetangga, serta sejumlah undangan lainnya tampak khusyuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Mereka bersama-sama memanjatkan doa dengan harapan agar amal ibadah almarhumah diterima dan diampuni segala kesalahannya.
Dalam tausiyah singkatnya, Kiai Muhammad Abdullah menyampaikan bahwa kematian merupakan bagian dari perjalanan hidup yang akan dialami setiap manusia. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk selalu meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
“Melalui kegiatan doa bersama seperti ini, kita tidak hanya mendoakan almarhumah, tetapi juga diingatkan untuk terus memperbaiki diri, menjaga silaturahmi, dan mempersiapkan bekal kehidupan di akhirat,” ujar Kiai Muhammad Abdullah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Menurutnya, dukungan dari keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar sangat berarti bagi keluarga yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Suasana penuh kekeluargaan semakin terasa ketika para tamu yang hadir saling berbincang dan memberikan doa serta dukungan kepada keluarga Sugiyo dan Mulyati. Warga sekitar turut membantu dalam persiapan acara, mulai dari penataan tempat hingga penyediaan konsumsi bagi para tamu undangan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Media GNotif.com dan Sumateranewstv.com yang merupakan putra dari almarhumah Giyem Binti Saeran. Kehadirannya bersama anggota keluarga lainnya menjadi bentuk penghormatan dan bakti kepada sosok ibu yang telah membesarkan dan mendampingi keluarga selama hidupnya.
Momentum yasinan hari ke-7 ini sekaligus menjadi ajang untuk mengenang jasa dan kebaikan almarhumah semasa hidup. Bagi keluarga dan masyarakat sekitar, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan memiliki hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
Kepala Desa Jatibatur, Sutardi, dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga besar Sugiyo dan Mulyati diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Jatibatur, kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Sutardi.
Rangkaian acara doa bersama dan yasinan berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat hingga malam hari. Setelah seluruh prosesi selesai, para tamu undangan melanjutkan silaturahmi bersama keluarga sembari menyampaikan doa dan dukungan.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Sugiyo dan Mulyati berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi amal jariyah bagi almarhumah Giyem Binti Saeran. Selain itu, tradisi kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai warisan budaya yang memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi Sumateranewstv








0Komentar