TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Turun ke Sawah, Perkenalkan Pupuk Organik Cair dan Teknologi Drone untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Turun ke Sawah, Perkenalkan Pupuk Organik Cair dan Teknologi Drone untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Daftar Isi
×

LAMPUNG TIMUR, (Sumateranewstv.com) – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan sosialisasi Program Pupuk Organik Cair (POC) yang digelar di lahan pertanian Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung ke sawah bersama para petani untuk memperkenalkan inovasi pertanian yang menggabungkan teknologi modern dengan konsep pertanian berkelanjutan.

Kehadiran Gubernur di tengah para petani menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Provinsi Lampung. Tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan Pupuk Organik Cair, Gubernur juga melakukan demonstrasi langsung penggunaan drone pertanian sebagai alat mesin pertanian modern untuk melakukan penyemprotan pupuk di areal persawahan.

Demonstrasi tersebut mendapat perhatian besar dari para petani yang hadir. Mereka menyaksikan bagaimana teknologi drone mampu melakukan penyemprotan secara cepat, merata, dan efisien. Jika menggunakan metode konvensional penyemprotan pupuk untuk lahan seluas satu hektare membutuhkan waktu hampir satu hari penuh, dengan bantuan drone pekerjaan tersebut dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit.

Menurut Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, penerapan teknologi pertanian modern merupakan bagian dari transformasi sektor pertanian yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung. Modernisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas hasil panen, tetapi juga mengurangi beban kerja petani sekaligus menekan biaya operasional di lapangan.

"Pertanian harus mulai memanfaatkan teknologi agar mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih efisien. Kehadiran drone pertanian merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan," ungkapnya di sela kegiatan.

Selain memperkenalkan teknologi drone, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mengembangkan Program Pupuk Organik Cair (POC) sebagai salah satu inovasi dalam meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Pupuk Organik Cair tersebut diproduksi melalui proses fermentasi selama kurang lebih 25 hari hingga siap digunakan oleh para petani. Dalam satu kali proses produksi, POC mampu memenuhi kebutuhan pemupukan hingga sekitar 400 hektare lahan pertanian. Bahkan pada beberapa desa yang telah mengembangkan sistem produksi secara optimal, kapasitas pemanfaatannya mampu menjangkau sekitar 800 hektare lahan.

Program ini menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani karena seluruh bantuan pupuk diberikan secara gratis hingga masa panen. Dengan demikian, petani tidak lagi terbebani biaya pembelian pupuk yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya usaha tani.

Hasil penerapan Program Pupuk Organik Cair menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Berdasarkan evaluasi di sejumlah wilayah, produktivitas pertanian mengalami peningkatan cukup signifikan. Produksi padi yang sebelumnya rata-rata hanya mencapai sekitar 4,5 ton per hektare kini meningkat menjadi sekitar 7 ton per hektare setelah menggunakan POC secara rutin.

Peningkatan hasil panen tersebut juga dirasakan pada komoditas pertanian lainnya seperti jagung dan singkong yang menjadi tanaman unggulan di berbagai wilayah Lampung. Dengan meningkatnya produktivitas, pendapatan petani ikut bertambah karena hasil panen yang diperoleh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Keberhasilan program ini tidak hanya berdampak terhadap peningkatan hasil produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dalam proses produksi Pupuk Organik Cair, pemerintah melibatkan masyarakat setempat, termasuk kelompok ibu-ibu desa yang berpartisipasi dalam proses pengolahan dan distribusi pupuk.

Keterlibatan masyarakat tersebut mampu menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Bahkan di sejumlah lokasi, warga memperoleh tambahan pendapatan hingga jutaan rupiah dari aktivitas pendukung Program POC. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat program tidak hanya dirasakan oleh petani sebagai pengguna pupuk, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi desa.

Program POC juga menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun pertanian yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk organik diharapkan mampu memperbaiki kualitas tanah dalam jangka panjang, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan daerah.

Di sisi lain, penerapan teknologi digital melalui penggunaan drone menjadi bukti bahwa transformasi pertanian kini mulai menjangkau kawasan pedesaan. Digitalisasi pertanian diyakini mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses budidaya, serta membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim maupun keterbatasan tenaga kerja.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berharap program ini dapat diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya. Dengan hasil panen yang meningkat, biaya produksi yang lebih rendah, serta harga komoditas yang semakin baik, kesejahteraan petani diharapkan ikut meningkat secara berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, pemerintah menilai pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Ketika pendapatan petani meningkat, kesempatan anak-anak mereka untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi pun akan semakin terbuka.

Melalui Program Pupuk Organik Cair dan pemanfaatan teknologi drone pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang berpihak kepada petani. Digitalisasi pertanian, efisiensi produksi, serta pemberdayaan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan desa yang produktif, petani yang sejahtera, serta Lampung yang semakin maju sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar