Lampung Utara, (Sumateranewstv.com) – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata yang dilakukan jajaran TNI bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat di Kabupaten Lampung Utara. Melalui Satgas Pembersihan Gulma yang terdiri dari personel Kodim 0412/Lampung Utara dan Brigif Teritorial Pembangunan 45/Sai Bhumi, kegiatan pembersihan dan pengangkatan gulma di kawasan Waduk Bendungan Way Rarem, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, terus dilaksanakan secara intensif.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlangsungan fungsi Waduk Way Rarem sebagai salah satu infrastruktur strategis yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Lampung Utara. Tidak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi pertanian, waduk ini juga menjadi penopang sektor perikanan, penyedia sumber daya air, pengendali banjir, hingga destinasi wisata yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Kegiatan pembersihan gulma tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0412/Lampung Utara Mayor Cpm Aris Setia Hadi, Camat Abung Pekurun Darwis Setia Budi, S.E., M.M., Danramil 412-07/Abung Barat Kapten Inf Sugiono, personel Brigif Teritorial Pembangunan 45/Sai Bhumi, perwakilan KUPB/UPI Way Rarem, serta masyarakat yang secara sukarela turut ambil bagian dalam aksi gotong royong tersebut.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan gulma air seperti enceng gondok di waduk, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak semata. Sebaliknya, diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, TNI, instansi teknis, dan masyarakat untuk mengatasi persoalan yang berpotensi mengganggu fungsi waduk dalam jangka panjang.
Komandan Kodim 0412/Lampung Utara Letkol Inf Roni Faturohman melalui Kasdim Mayor Cpm Aris Setia Hadi menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan gulma yang dilakukan bukan sekadar kegiatan bersih-bersih lingkungan biasa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem waduk sekaligus mempertahankan fungsi vital Waduk Way Rarem yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan gulma yang tidak terkendali dapat memberikan dampak serius terhadap keberlangsungan waduk. Gulma yang menutupi permukaan air berpotensi menghambat aliran air, menurunkan kualitas air, mengganggu aktivitas perikanan, serta mempercepat proses pendangkalan waduk.
“Jika tidak ditangani dengan serius, keberadaan gulma dapat menghambat dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, menurunkan kualitas air, serta memicu terjadinya banjir maupun pendangkalan waduk,” ujar Mayor Cpm Aris Setia Hadi.
Waduk Way Rarem sendiri merupakan salah satu aset penting yang dimiliki Kabupaten Lampung Utara. Selama bertahun-tahun, waduk tersebut menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian masyarakat di berbagai wilayah. Keberadaan waduk juga mendukung aktivitas perikanan air tawar yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga sekitar.
Selain fungsi ekonomi, Waduk Way Rarem juga memiliki nilai strategis dari sisi lingkungan. Waduk tersebut berperan sebagai penampung cadangan air yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi salah satu sarana pengendalian banjir pada musim penghujan.
Dalam beberapa waktu terakhir, pertumbuhan gulma enceng gondok di area waduk menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tanaman air tersebut dikenal memiliki kemampuan berkembang biak dengan sangat cepat sehingga dalam waktu singkat dapat menutupi permukaan air dalam area yang luas.
Keberadaan enceng gondok yang berlebihan dapat mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam air, sehingga memengaruhi kehidupan organisme di bawah permukaan. Selain itu, gulma tersebut juga menyerap oksigen dalam jumlah besar yang berpotensi menurunkan kualitas habitat bagi ikan dan biota air lainnya.
Melihat kondisi tersebut, TNI bersama pemerintah daerah dan instansi terkait mengambil langkah cepat dengan membentuk Satgas Pembersihan Gulma guna melakukan normalisasi kawasan waduk. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengembalikan fungsi optimal Waduk Way Rarem sehingga dapat kembali memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, proses pembersihan tidak hanya mengandalkan tenaga manusia. Untuk mempercepat pengangkatan gulma yang jumlahnya cukup banyak, tim juga memanfaatkan alat berat berupa excavator amfibi yang mampu beroperasi di area perairan.
Penggunaan alat berat tersebut dinilai sangat efektif dalam menjangkau area-area yang sulit dibersihkan secara manual. Selain itu, tim juga memanfaatkan ratusan batang bambu untuk membantu mengarahkan dan mengumpulkan gulma sebelum diangkat ke daratan.
Kolaborasi antara penggunaan teknologi dan kerja gotong royong masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran proses pembersihan. Dengan metode tersebut, area waduk yang sebelumnya tertutup hamparan enceng gondok secara perlahan mulai kembali terbuka.
Masyarakat yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut menyambut baik langkah yang dilakukan oleh TNI dan pemerintah daerah. Mereka menilai keberadaan waduk yang bersih sangat penting karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi para petani dan nelayan yang menggantungkan penghidupan dari sumber daya air yang tersedia.
Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Warga memahami bahwa keberlanjutan fungsi waduk tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat secara langsung.
Camat Abung Pekurun Darwis Setia Budi menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi daerah.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh positif bagi wilayah lain dalam mengelola dan menjaga sumber daya alam secara berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, berbagai tantangan yang berkaitan dengan lingkungan dapat diatasi secara lebih efektif.
Selain memiliki manfaat langsung bagi sektor pertanian dan perikanan, pembersihan gulma di Waduk Way Rarem juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata kawasan tersebut. Selama ini, waduk dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di Lampung Utara.
Pemandangan perairan yang luas dengan latar belakang perbukitan menjadikan Waduk Way Rarem sebagai lokasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan keindahan kawasan waduk menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
Tim Satgas berharap upaya normalisasi yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal sehingga para wisatawan yang berkunjung dapat menikmati keindahan waduk dalam kondisi yang lebih baik. Keberhasilan pembersihan gulma juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar yang bergerak di sektor wisata.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembersihan gulma dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Mengingat luasnya area waduk dan tingginya tingkat pertumbuhan enceng gondok, diperlukan komitmen jangka panjang agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan.
TNI bersama pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kondisi waduk setelah proses pembersihan selesai dilakukan. Kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan menjadi faktor penting agar gulma tidak kembali berkembang secara tidak terkendali.
Kasdim Mayor Cpm Aris Setia Hadi menegaskan bahwa keberhasilan menjaga ekosistem waduk bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau TNI semata. Semua pihak memiliki peran yang sama dalam memastikan sumber daya alam tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
“Hari ini Waduk Way Rarem mulai terlihat membentang luas kembali. Tugas kita bersama adalah menjaga ekosistem waduk agar gulma tidak kembali menguasai area perairan. Kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu atau dua kegiatan saja. Dibutuhkan komitmen berkelanjutan, edukasi kepada masyarakat, serta pengawasan yang konsisten agar berbagai upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan hasil jangka panjang.
Keberhasilan pembersihan gulma di Waduk Way Rarem juga menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan solusi efektif terhadap berbagai persoalan lingkungan. Ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dengan tujuan yang sama, berbagai tantangan dapat diatasi dengan lebih cepat dan efisien.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran aktif TNI dalam mendukung pembangunan daerah, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam bidang sosial, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan pelestarian lingkungan menjadi bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui aksi gotong royong tersebut, diharapkan Waduk Way Rarem dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai sumber pengairan, pendukung ketahanan pangan, pusat kegiatan ekonomi masyarakat, serta destinasi wisata yang membanggakan Kabupaten Lampung Utara.
Ke depan, sinergi yang telah terbangun antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program pelestarian lingkungan lainnya. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap alam, Kabupaten Lampung Utara dapat terus menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang dimilikinya demi kesejahteraan masyarakat dan generasi yang akan datang. (*)
Redaksi Sumateranewstv













0Komentar