BANDAR LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung menggelar kegiatan bakti sosial yang dipadukan dengan edukasi keselamatan berlalu lintas (safety riding) bagi komunitas pengemudi ojek online (ojol). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Andalas Bandar Lampung pada Jumat (19/6/2026) tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pendekatan humanis, edukatif, dan penuh kepedulian.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ps. Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Lampung, Kompol Juli Sundara, S.Pd., bersama jajaran personel Subdit Kamsel. Ratusan peserta yang berasal dari berbagai komunitas pengemudi ojek online, seperti Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee Food, mengikuti kegiatan dengan antusias sejak awal hingga selesai.
Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Lampung tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako kepada para mitra pengemudi ojek online. Bantuan sosial tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang setiap hari berkontribusi dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "80 Tahun Polri Mengabdi untuk Masyarakat". Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempererat hubungan dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai program sosial.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan serius, terutama saat menerima materi mengenai keselamatan berkendara yang disampaikan oleh personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Lampung. Edukasi tersebut dirancang agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari para pengemudi.
Materi safety riding yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam berlalu lintas, mulai dari kewajiban menggunakan helm berstandar nasional, pentingnya melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan berkendara, hingga teknik berkendara defensif untuk mengantisipasi berbagai potensi bahaya di jalan raya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika berkendara, pentingnya menjaga kesabaran saat menghadapi kemacetan, menghormati hak pengguna jalan lain, serta menghindari penggunaan telepon seluler ketika sedang mengendarai kendaraan. Seluruh materi disampaikan sebagai upaya membangun budaya keselamatan yang dimulai dari kesadaran setiap individu.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan para pengemudi ojek online yang setiap hari melayani masyarakat," ujar Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun.
Menurutnya, komunitas pengemudi ojek online memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat modern. Setiap hari mereka menjadi bagian penting dalam sistem transportasi, pengiriman makanan, distribusi barang, hingga berbagai layanan berbasis digital yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Karena memiliki mobilitas yang sangat tinggi, pengemudi ojek online menjadi kelompok pengguna jalan yang memerlukan pemahaman lebih mendalam mengenai keselamatan berlalu lintas. Kesalahan kecil saat berkendara dapat berakibat fatal tidak hanya bagi pengemudi sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.
"Pengemudi ojek online merupakan pengguna jalan yang memiliki mobilitas tinggi. Karena itu, pemahaman tentang keselamatan berkendara menjadi sangat penting agar mereka dapat melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol. Yuni menegaskan bahwa edukasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aturan hukum lalu lintas, tetapi juga membangun karakter pengguna jalan yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai keselamatan sebagai kebutuhan utama.
Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dibangun hanya melalui penegakan hukum. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
"Kami berharap para pengemudi ojol dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Ketika mereka disiplin dan memberikan contoh yang baik, maka budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat akan semakin kuat," tambahnya.
Selain memberikan pembekalan mengenai keselamatan berkendara, Ditlantas Polda Lampung juga menyalurkan bantuan sosial berupa 1.000 paket sembako. Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada para pengemudi yang setiap hari bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 adalah bagaimana Polri terus hadir, mengabdi, melayani, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," tegas Kombes Pol. Yuni.
Penyaluran bantuan sosial mendapat sambutan hangat dari para peserta. Mereka mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Polda Lampung. Selain memperoleh bantuan kebutuhan pokok, para pengemudi juga mendapatkan ilmu yang dinilai sangat bermanfaat dalam menunjang aktivitas mereka di jalan raya.
Beberapa peserta menyampaikan bahwa materi safety riding memberikan wawasan baru mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan dibandingkan mengejar target perjalanan. Kesadaran tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan profesionalisme para pengemudi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para pengemudi diberikan kesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai berbagai persoalan yang sering mereka hadapi saat bekerja, mulai dari kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, hingga cara menghadapi situasi darurat ketika berkendara.
Melalui dialog tersebut, Ditlantas Polda Lampung juga memperoleh berbagai masukan dari para pengemudi terkait kondisi lalu lintas di lapangan. Komunikasi dua arah seperti ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Polda Lampung untuk terus memperluas kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Selain bakti sosial kepada komunitas pengemudi ojek online, berbagai kegiatan lain seperti donor darah, bakti kesehatan, bakti religi, bantuan sosial, pelayanan publik, hingga kegiatan olahraga bersama juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan tahun ini.
Seluruh kegiatan tersebut mencerminkan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, humanis, dan dipercaya masyarakat. Pendekatan preventif melalui edukasi dinilai menjadi salah satu langkah efektif dalam membangun budaya keselamatan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Ditlantas Polda Lampung berharap kegiatan edukasi dan bakti sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh pengguna jalan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Ditlantas Polda Lampung kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata. Pembagian 1.000 paket sembako dan pembekalan safety riding kepada komunitas pengemudi ojek online bukan sekadar rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi simbol kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Melalui sinergi yang semakin kuat antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Lampung dapat terus terwujud demi mendukung aktivitas masyarakat yang aman, nyaman, dan produktif. (*)
Editor: Pariyo Saputra
Redaksi Sumateranewstv
```




0Komentar