LAMPUNG UTARA, (Sumateranewstv.com) – Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh sisi kemanusiaan. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut kembali ditunjukkan oleh jajaran Polsek Abung Barat, Polres Lampung Utara, melalui kegiatan Polisi Sambang Duka Masyarakat (PSDM) yang dilaksanakan di Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kepolisian yang bertujuan untuk mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Abung Barat hadir langsung di rumah duka salah satu warga yang meninggal dunia untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga almarhum Thamrin bin Rozali, kehadiran aparat kepolisian memberikan makna tersendiri. Kehadiran tersebut menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan kesedihan dan memberikan penguatan moral kepada warga yang sedang menghadapi cobaan.
Kegiatan Polisi Sambang Duka Masyarakat yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Abung Barat IPTU Suharsono. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas AIPTU A. Basori dan Kanit Intelkam AIPTU Bambang Setiawan.
Kedatangan jajaran Polsek Abung Barat disambut baik oleh keluarga almarhum maupun warga sekitar yang hadir untuk melayat. Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam serta mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, keluarga yang ditinggalkan juga diberikan dukungan moril agar tetap kuat, tabah, dan ikhlas dalam menghadapi musibah yang sedang dialami. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan hubungan harmonis yang telah terjalin antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat.
Program Polisi Sambang Duka Masyarakat sendiri merupakan salah satu kegiatan sosial yang selama ini rutin dilaksanakan oleh jajaran kepolisian sebagai bentuk implementasi pelayanan yang humanis. Melalui kegiatan tersebut, anggota Polri hadir secara langsung dalam berbagai peristiwa sosial yang dialami masyarakat, termasuk ketika ada warga yang meninggal dunia.
Dalam kehidupan bermasyarakat, momen duka merupakan salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Kehadiran keluarga, kerabat, tetangga, tokoh masyarakat, maupun aparat pemerintah dan kepolisian menjadi bentuk solidaritas sosial yang dapat membantu meringankan beban keluarga yang sedang berduka.
Oleh karena itu, Polsek Abung Barat memandang kegiatan sambang duka sebagai salah satu sarana untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan oleh institusi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Plh Kapolsek Abung Barat IPTU Suharsono mengatakan bahwa kehadiran personel kepolisian di rumah duka merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, nilai kemanusiaan harus selalu menjadi bagian dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
"Kami hadir untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif. Karena itu, berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan terus dilakukan untuk memperkuat kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga.
Menurut IPTU Suharsono, polisi tidak boleh hanya dikenal ketika terjadi penegakan hukum atau penanganan suatu perkara. Lebih dari itu, polisi harus mampu hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk ketika warga sedang menghadapi musibah atau membutuhkan dukungan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Abung Barat juga berinteraksi dengan masyarakat yang hadir di rumah duka. Melalui komunikasi yang santun dan penuh keakraban, polisi mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, serta saling membantu antarwarga dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan seperti ini dinilai sangat penting karena mampu membangun kedekatan yang lebih kuat antara polisi dan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang baik, masyarakat akan lebih mudah menyampaikan berbagai informasi maupun aspirasi terkait keamanan dan ketertiban lingkungan.
Selain itu, kehadiran polisi dalam kegiatan sosial juga dapat meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap institusi Polri. Kepercayaan publik merupakan salah satu modal utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan.
Sementara itu, Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Herawati menjelaskan bahwa kegiatan Polisi Sambang Duka Masyarakat merupakan salah satu implementasi nyata dari Polri yang Presisi dan humanis.
Menurutnya, Polri memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, baik ketika masyarakat membutuhkan perlindungan keamanan maupun ketika menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan.
"Polisi Sambang Duka Masyarakat merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri kepada warga. Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat yang sedang berduka diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat," kata IPTU Herawati.
Ia menambahkan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat. Dengan hubungan yang harmonis, maka berbagai program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Menurut IPTU Herawati, kegiatan sambang duka juga merupakan bagian dari optimalisasi pemolisian masyarakat atau Polmas yang selama ini menjadi salah satu strategi Polri dalam mendekatkan diri kepada warga.
Pemolisian masyarakat merupakan pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan lingkungan. Dalam konsep tersebut, polisi dan masyarakat bekerja sama untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.
Melalui kegiatan sambang duka, polisi memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Interaksi yang terjalin secara langsung memungkinkan terciptanya hubungan yang lebih akrab dan penuh kepercayaan.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari optimalisasi pemolisian masyarakat guna membangun komunikasi yang baik, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat sinergitas dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," lanjut IPTU Herawati.
Ia menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan warga. Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan institusi untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk berbagi empati dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik," tambahnya.
Kegiatan Polisi Sambang Duka Masyarakat yang dilaksanakan Polsek Abung Barat juga menjadi gambaran bagaimana institusi Polri terus melakukan transformasi menuju organisasi yang semakin dekat dengan masyarakat. Transformasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui peningkatan profesionalisme anggota, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Polri terus mendorong berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas hubungan dengan masyarakat. Program-program tersebut mencakup kegiatan sosial, bantuan kemanusiaan, bakti sosial, sambang warga, hingga kegiatan edukasi dan pembinaan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Polri berupaya membangun citra sebagai institusi yang tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat yang peduli terhadap berbagai persoalan sosial.
Di tingkat wilayah, jajaran Polsek menjadi ujung tombak pelaksanaan program-program tersebut karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Kehadiran anggota Polsek di tengah warga memungkinkan terjalinnya komunikasi yang lebih intensif dan efektif.
Di Desa Ogan Lima, kegiatan sambang duka yang dilakukan Polsek Abung Barat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Warga menilai kehadiran aparat kepolisian di rumah duka menunjukkan bahwa polisi benar-benar peduli dan memperhatikan kondisi masyarakat di wilayah tugasnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh keluarga almarhum Thamrin bin Rozali. Mereka mengaku terharu dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Polsek Abung Barat di tengah suasana duka yang sedang mereka alami.
Bagi keluarga, dukungan moril yang diberikan oleh aparat kepolisian menjadi salah satu penyemangat untuk tetap tegar menghadapi kehilangan orang yang mereka cintai. Kehadiran polisi juga memberikan rasa bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan tersebut.
Nilai-nilai seperti empati, solidaritas, dan kepedulian sosial menjadi aspek penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk aparat kepolisian, dalam momen duka menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih terjaga dengan baik.
Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan sambang duka juga memiliki dampak positif terhadap upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ketika hubungan antara polisi dan masyarakat terjalin dengan baik, maka kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan akan semakin kuat.
Masyarakat akan lebih mudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila terjadi gangguan kamtibmas atau permasalahan sosial lainnya. Sebaliknya, polisi juga akan lebih mudah mendapatkan informasi dan dukungan dari masyarakat dalam menjalankan tugasnya.
Oleh sebab itu, kegiatan yang tampak sederhana seperti menghadiri rumah duka sesungguhnya memiliki makna yang sangat penting dalam membangun kepercayaan dan kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Polres Lampung Utara melalui seluruh jajaran polsek di wilayah hukumnya berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan Polisi Sambang Duka Masyarakat yang dilaksanakan oleh Polsek Abung Barat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana Polri berupaya menghadirkan pelayanan yang menyentuh hati masyarakat. Melalui kehadiran yang tulus dan penuh empati, polisi menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian dari masyarakat yang siap hadir dalam suka maupun duka.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat akan terus terjaga. Sinergi yang kuat antara keduanya menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga.
Pada akhirnya, kegiatan sambang duka yang berlangsung di Desa Ogan Lima tersebut bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Thamrin bin Rozali, tetapi juga menjadi cerminan nilai-nilai kemanusiaan yang terus dijunjung tinggi oleh institusi Polri. Kehadiran polisi di tengah masyarakat yang sedang berduka menjadi bukti bahwa Polri selalu berupaya hadir, melayani, mengayomi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam setiap situasi kehidupan.
(*)
Redaksi Sumateranewstv


0Komentar