TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Kesalahpahaman Antar Pemuda Desa Pekurun dengan Personel Brigif Berakhir Damai Melalui Adat Lampung

Kesalahpahaman Antar Pemuda Desa Pekurun dengan Personel Brigif Berakhir Damai Melalui Adat Lampung

Daftar Isi
×

KOTABUMI, (Sumateranewstv.com) – Semangat persaudaraan, musyawarah, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat kembali menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Kesalahpahaman yang sempat terjadi antara sejumlah pemuda Desa Pekurun dengan personel Brigade Infanteri (Brigif) di kawasan Bendungan Way Rarem, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, akhirnya berhasil diselesaikan secara damai melalui mekanisme musyawarah adat Lampung.

Penyelesaian permasalahan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan di Sesat Agung Pekurun Gedung Raja, Sabtu (6/6/2026). Musyawarah adat yang digelar menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga keharmonisan hubungan antara masyarakat dan aparat negara.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., yang memberikan dukungan penuh terhadap proses penyelesaian yang mengedepankan adat istiadat sebagai bagian dari identitas dan budaya masyarakat Lampung.

Melalui forum musyawarah adat tersebut, seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk mengakhiri kesalahpahaman yang sempat terjadi dan berkomitmen menjaga hubungan baik demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di wilayah Lampung Utara.

Musyawarah Adat Sebagai Solusi Penyelesaian Konflik

Musyawarah adat yang dilaksanakan di Sesat Agung Pekurun Gedung Raja merupakan tindak lanjut dari berbagai upaya mediasi yang telah dilakukan sebelumnya oleh pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan unsur TNI. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa persoalan yang sempat menimbulkan perhatian masyarakat dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.

Dalam budaya masyarakat Lampung, musyawarah adat memiliki posisi yang sangat penting sebagai sarana menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap sesama, dan semangat persaudaraan menjadi landasan utama dalam setiap proses penyelesaian masalah.

Melalui mekanisme adat, seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan masing-masing secara terbuka, sehingga tercapai kesepahaman dan solusi yang dapat diterima bersama. Pendekatan ini dinilai efektif karena tidak hanya menyelesaikan persoalan yang terjadi, tetapi juga mampu menjaga hubungan sosial yang harmonis dalam jangka panjang.

Dalam musyawarah tersebut, suasana berlangsung penuh kekeluargaan. Tidak terlihat adanya ketegangan maupun perdebatan yang berlarut-larut. Sebaliknya, seluruh pihak menunjukkan sikap saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bersama demi menjaga persatuan.

Dihadiri Tokoh Penting Daerah dan TNI

Besarnya perhatian terhadap penyelesaian persoalan ini terlihat dari kehadiran sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, dan tokoh masyarakat Lampung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han.), yang turut memberikan dukungan terhadap langkah penyelesaian secara damai melalui pendekatan adat dan kekeluargaan.

Selain itu, turut hadir Wakil Bupati Lampung Utara Romli, S.Kom., S.H., M.H., Tokoh Masyarakat Lampung H. Faisol Djausal, Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr., Danpomdam XXI/RI Kolonel Cpm David Medion, S.I.P., Asisten Intelijen Kolonel Inf Erwin A.T. Wiyono A., S.T., M.Tr., serta Kasi Ops Korem 043/Gatam Kolonel Inf Jumadal Aulia.

Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian masalah tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak yang berselisih, tetapi juga menjadi perhatian bersama demi menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat.

Turut hadir pula Camat Abung Pekurun, Kepala Desa Pekurun, Kepala Desa Pekurun Tengah, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga ketentraman wilayah.

Bupati Lampung Utara Apresiasi Sikap Kedua Belah Pihak

Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Menurutnya, penyelesaian melalui adat merupakan bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus cerminan kedewasaan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.

Bupati menilai bahwa menjaga persatuan dan kesatuan jauh lebih penting dibandingkan mempertahankan ego masing-masing pihak. Oleh karena itu, sikap saling memaafkan yang ditunjukkan dalam musyawarah adat tersebut patut menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Utara akan terus mendukung setiap upaya penyelesaian konflik yang mengedepankan musyawarah, dialog, dan nilai-nilai budaya lokal.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki masyarakat Lampung harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Komitmen TNI Menjaga Hubungan Harmonis dengan Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, jajaran TNI yang hadir juga menunjukkan komitmen kuat untuk terus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat pada dasarnya merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

TNI dan masyarakat memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, segala bentuk kesalahpahaman yang terjadi harus diselesaikan secara arif dan bijaksana agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Melalui musyawarah adat tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa kejadian yang terjadi merupakan kesalahpahaman yang tidak perlu diperpanjang. Yang terpenting adalah menjaga hubungan baik serta memperkuat kerja sama demi kepentingan masyarakat luas.

Adat Lampung Sebagai Perekat Persaudaraan

Adat Lampung sejak dahulu dikenal sebagai salah satu sistem nilai yang menekankan pentingnya persaudaraan, penghormatan, serta penyelesaian masalah melalui musyawarah. Nilai-nilai tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi dan masih relevan hingga saat ini.

Dalam kehidupan masyarakat Lampung, penyelesaian konflik melalui mekanisme adat tidak hanya bertujuan menghentikan perselisihan, tetapi juga memulihkan hubungan sosial yang mungkin terganggu akibat suatu peristiwa.

Melalui adat, setiap pihak diajak untuk melihat persoalan secara lebih luas dan mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.

Prosesi musyawarah adat yang berlangsung di Pekurun menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat modern.

Selain itu, keberhasilan penyelesaian konflik melalui adat juga menunjukkan bahwa pendekatan budaya dapat berjalan seiring dengan sistem pemerintahan dan penegakan hukum dalam menciptakan stabilitas sosial.

Seluruh Pihak Sepakat Berdamai

Salah satu hasil utama dari musyawarah adat tersebut adalah tercapainya kesepakatan damai antara seluruh pihak yang terlibat. Dalam forum yang berlangsung secara terbuka dan penuh kekeluargaan itu, masing-masing pihak menyampaikan komitmennya untuk mengakhiri persoalan yang sempat terjadi.

Kesepakatan tersebut mencakup sikap saling memaafkan, menjaga hubungan baik, serta tidak membawa permasalahan ke ranah hukum. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan demi menjaga keharmonisan masyarakat.

Langkah damai yang ditempuh mendapatkan apresiasi dari para tokoh adat dan masyarakat yang hadir. Mereka menilai bahwa penyelesaian secara kekeluargaan merupakan pilihan terbaik yang mampu menjaga persatuan dan menghindari potensi konflik lanjutan.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, seluruh pihak berharap tidak ada lagi pihak yang memperkeruh suasana atau memunculkan narasi yang dapat mengganggu situasi yang sudah kembali kondusif.

Situasi Way Rarem Kembali Kondusif

Pasca tercapainya kesepakatan damai, kondisi di Desa Pekurun maupun kawasan Bendungan Way Rarem dipastikan kembali aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa tanpa adanya gangguan berarti.

Masyarakat setempat menyambut baik hasil musyawarah adat yang telah dilakukan. Mereka berharap hubungan harmonis antara warga dan aparat dapat terus terjaga sehingga wilayah tersebut tetap menjadi kawasan yang aman, nyaman, dan produktif.

Bendungan Way Rarem sendiri merupakan salah satu aset penting di Lampung Utara yang memiliki fungsi strategis bagi sektor pertanian, irigasi, perikanan, hingga pariwisata. Oleh karena itu, stabilitas dan keamanan kawasan tersebut menjadi perhatian bersama.

Keberhasilan menyelesaikan persoalan melalui jalur adat juga menjadi contoh bahwa setiap perbedaan pendapat atau kesalahpahaman dapat diselesaikan melalui dialog yang baik tanpa harus menimbulkan konflik berkepanjangan.

Menjaga Persatuan untuk Masa Depan Lampung Utara

Musyawarah adat yang berlangsung di Pekurun menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan pandangan dan kesalahpahaman memang dapat terjadi kapan saja, namun penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan bermartabat.

Semangat saling menghormati, saling memahami, dan saling memaafkan yang ditunjukkan dalam forum tersebut menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

Pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah. Dengan kerja sama yang baik, berbagai tantangan sosial dapat dihadapi tanpa harus mengorbankan persaudaraan.

Penyelesaian damai antara pemuda Desa Pekurun dan personel Brigif melalui adat Lampung menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal masih memiliki kekuatan besar dalam menyatukan masyarakat. Nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur mampu menjadi jembatan dalam menyelesaikan persoalan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.

Dengan tercapainya perdamaian tersebut, seluruh pihak berharap hubungan yang harmonis antara masyarakat dan aparat semakin kuat, sehingga Lampung Utara dapat terus berkembang dalam suasana yang aman, tenteram, dan penuh persaudaraan. (*)

Redaksi Sumateranewstv 


0Komentar