KOTABUMI, (SUMATERANEWSTV.COM) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan evaluasi perkembangan desa. Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, mengambil peran penting sebagai salah satu anggota tim penilai dalam pelaksanaan Lomba Desa tingkat Kabupaten Lampung Utara tahun 2026.
Kegiatan evaluasi dan penilaian tersebut dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, dengan lokasi penilaian di Dusun Karang Tengah, Desa Sinar Ogan, Kecamatan Abung Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penilaian perkembangan desa yang bertujuan untuk mengukur keberhasilan pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kelembagaan desa.
Kehadiran TP-PKK dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. TP-PKK sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan hingga tingkat keluarga dinilai memiliki kontribusi besar dalam menciptakan desa yang maju, mandiri, sehat, dan sejahtera.
Melibatkan Berbagai Unsur Pemerintahan dan Masyarakat
Kegiatan penilaian berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan daerah, kecamatan, desa, serta organisasi kemasyarakatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Transmigrasi (PMDT) Kabupaten Lampung Utara, Drs. Mat Soleh, M.Pd., Camat Abung Selatan Ahmad Agus Rama Malik, SE., MM., para kepala desa se-Kecamatan Abung Selatan, TP-PKK Kecamatan, Bunda PAUD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam membangun desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Desa tidak hanya menjadi wilayah administratif, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan evaluasi ini, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa seluruh program pembangunan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Lomba Desa Sebagai Instrumen Evaluasi dan Pembinaan
Lomba Desa merupakan salah satu program strategis yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan mencari desa terbaik, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi terhadap capaian pembangunan desa secara menyeluruh.
Melalui lomba tersebut, pemerintah dapat mengetahui sejauh mana perkembangan desa dalam berbagai sektor, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan ekonomi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pelestarian budaya dan lingkungan.
Penilaian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada dokumen administrasi, melainkan juga melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan demikian, hasil evaluasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata masyarakat desa serta efektivitas program-program pembangunan yang telah dijalankan.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah desa agar mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Berbagai Indikator Menjadi Fokus Penilaian
Dalam pelaksanaan evaluasi perkembangan desa, tim penilai menggunakan sejumlah indikator yang mencerminkan keberhasilan pembangunan secara komprehensif. Indikator tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat yang saling berkaitan satu sama lain.
Beberapa aspek yang menjadi fokus penilaian antara lain keberadaan dan aktivitas TP-PKK Desa, penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tata kelola pemerintahan desa, pelayanan kesehatan melalui Puskesmas Mider, kegiatan Posyandu, penguatan lembaga sosial budaya, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), serta kondisi Rumah Sehat masyarakat.
Keseluruhan indikator tersebut menggambarkan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara terpadu. Kemajuan sebuah desa tidak dapat dinilai hanya dari pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, tingkat kesehatan masyarakat, kekuatan ekonomi lokal, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Karena itu, setiap desa dituntut untuk mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
TP-PKK Memiliki Peran Strategis dalam Pembangunan Desa
Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni menegaskan bahwa pembangunan desa yang berhasil tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusia yang tinggal di dalamnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus dilihat dari meningkatnya kualitas sumber daya manusia, kuatnya ketahanan keluarga, tumbuhnya kepedulian sosial, serta kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Ia menilai TP-PKK memiliki posisi yang sangat strategis karena keberadaannya langsung menyentuh unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Melalui keluarga yang kuat dan berkualitas, maka akan lahir masyarakat desa yang maju dan berdaya saing.
"Kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, kepedulian sosial masyarakat, serta kemampuan seluruh unsur desa untuk bersinergi dalam menghadapi tantangan pembangunan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sepuluh Program Pokok PKK menjadi landasan penting dalam mendukung pembangunan desa. Program tersebut mencakup berbagai bidang mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup hingga perencanaan sehat.
Melalui implementasi sepuluh program pokok tersebut, TP-PKK dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Penguatan Ketahanan Keluarga Menjadi Kunci Kemajuan Desa
Salah satu aspek penting yang terus didorong oleh TP-PKK adalah penguatan ketahanan keluarga. Keluarga yang harmonis, sehat, dan mandiri menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang kuat.
Ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pengasuhan anak, serta pembentukan karakter generasi muda. Dalam konteks pembangunan desa, keluarga yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Oleh karena itu, berbagai program yang dijalankan TP-PKK diarahkan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, TP-PKK berharap masyarakat desa dapat menjadi lebih mandiri, produktif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Kemajuan Desa
Kegiatan evaluasi perkembangan desa secara resmi dibuka oleh Bupati Lampung Utara yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra sekaligus Plt. Kepala Dinas PMDT Kabupaten Lampung Utara, Drs. Mat Soleh, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan desa sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara meyakini bahwa kemajuan daerah tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa. Oleh karena itu, berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan desa, peningkatan kapasitas aparatur, serta pengembangan potensi ekonomi lokal terus didorong agar mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara objektif dan transparan, diharapkan setiap desa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sehingga dapat melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Peninjauan Lapangan hingga Rumah Sehat
Setelah kegiatan pembukaan, tim penilai melaksanakan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung berbagai objek yang menjadi indikator penilaian. Tim melakukan observasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, aktivitas kelembagaan masyarakat, layanan kesehatan, kegiatan pendidikan, serta berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan.
Kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi karena memberikan gambaran nyata mengenai implementasi program-program pembangunan di tingkat desa.
Selain melakukan pemeriksaan administrasi dan wawancara dengan pihak terkait, tim juga meninjau sejumlah lokasi yang menjadi contoh keberhasilan pembangunan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Rumah Sehat yang ada di wilayah setempat. Rumah Sehat menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian karena mencerminkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat.
Keberadaan Rumah Sehat tidak hanya menunjukkan kondisi fisik bangunan yang layak huni, tetapi juga mencerminkan perilaku hidup sehat yang diterapkan oleh keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Desa Melalui Kolaborasi dan Inovasi
Pelaksanaan Lomba Desa di Dusun Karang Tengah, Desa Sinar Ogan, Kecamatan Abung Selatan menjadi bukti bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, sektor kesehatan, serta masyarakat itu sendiri.
Kolaborasi tersebut menjadi faktor utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui berbagai inovasi yang dilakukan di tingkat desa, pemerintah berharap muncul berbagai terobosan baru yang mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keikutsertaan TP-PKK Kabupaten Lampung Utara dalam tim penilai juga menjadi simbol penting bahwa pembangunan harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan sebagai motor penggerak keluarga dan komunitas.
Dengan semangat gotong royong, pemberdayaan, dan kebersamaan, Desa Sinar Ogan maupun desa-desa lainnya di Lampung Utara diharapkan mampu terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, inovatif, sehat, dan sejahtera.
Kegiatan evaluasi perkembangan desa ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berpusat pada masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah, peran aktif TP-PKK, serta partisipasi seluruh warga, pembangunan desa di Kabupaten Lampung Utara diyakini akan terus mengalami kemajuan yang signifikan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (*)
Redaksi Gnotif




0Komentar