LAMPUNG UTARA, (SUMATERANEWSTV.COM) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam mendukung kemajuan pendidikan keagamaan kembali ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., pada kegiatan Milad VIII Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah (SAILA), Wisuda Santri Kelas IX ke-1, Wisuda Tahfidz 30 Juz Bilhifdzi ke-III serta Tabligh Akbar yang digelar di lingkungan Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (17/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah namun tetap sarat nuansa religius tersebut menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah. Selain memperingati hari jadi pesantren yang ke-8, acara ini juga menjadi ajang pelepasan santri kelas IX angkatan pertama sekaligus penghormatan kepada para santri penghafal Al-Qur’an yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz secara bilhifdzi.

Ratusan tamu undangan tampak memadati lokasi acara sejak pagi hari. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, dewan guru, wali santri, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Lampung Utara yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi wisuda dan mengikuti tabligh akbar.

Kehadiran Bupati Lampung Utara mendapat sambutan hangat dari pimpinan pesantren beserta seluruh civitas akademika. Momen tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan Islam dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur’an.

Milad VIII Menjadi Momentum Refleksi dan Evaluasi

Peringatan Milad VIII Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah tidak hanya menjadi perayaan hari lahir lembaga pendidikan tersebut, tetapi juga menjadi sarana refleksi atas perjalanan panjang yang telah ditempuh selama delapan tahun terakhir.

Dalam kurun waktu tersebut, pesantren yang dikenal dengan sebutan SAILA ini terus berkembang dan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Berawal dari jumlah santri yang terbatas, kini pesantren telah menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang diperhitungkan di Kabupaten Lampung Utara.

Perkembangan tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah peserta didik, peningkatan kualitas tenaga pendidik, bertambahnya program pendidikan berbasis Al-Qur’an, hingga lahirnya para hafidz dan hafidzah yang mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz.

Milad ke-8 menjadi momentum penting untuk mensyukuri berbagai pencapaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di masa mendatang.

Suasana religius begitu terasa ketika acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh para santri tahfidz. Bacaan yang merdu dan penuh penghayatan membuat seluruh hadirin larut dalam suasana khusyuk dan penuh rasa syukur.

Wisuda Santri Kelas IX Angkatan Pertama Menjadi Sejarah Baru

Salah satu agenda utama yang paling dinanti dalam kegiatan tersebut adalah Wisuda Santri Kelas IX ke-1. Wisuda ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah karena merupakan wisuda perdana bagi lulusan tingkat kelas IX sejak pesantren tersebut berdiri.

Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh kebanggaan. Para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan tampil mengenakan atribut wisuda dan menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan proses pembelajaran.

Di hadapan para orang tua dan tamu undangan, satu per satu nama wisudawan dipanggil untuk menerima sertifikat kelulusan. Momen tersebut menjadi saat yang sangat mengharukan bagi para orang tua yang selama ini mendampingi dan mendukung putra-putri mereka dalam menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Tangis haru tampak menghiasi wajah sebagian wali santri ketika melihat anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Tidak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut sebagai kenangan berharga dalam perjalanan pendidikan keluarga mereka.

Keberhasilan para santri menamatkan pendidikan menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang diterapkan oleh Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum tetapi juga memiliki dasar agama yang kuat.

Wisuda Tahfidz 30 Juz Bilhifdzi Ke-III Penuh Haru

Selain wisuda santri kelas IX, acara juga dirangkaikan dengan Wisuda Tahfidz 30 Juz Bilhifdzi ke-III. Prosesi ini menjadi bagian yang paling menyentuh karena para wisudawan dan wisudawati berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz secara penuh.

Menjadi seorang hafidz atau hafidzah bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, kesabaran, serta komitmen yang kuat untuk menjaga konsistensi dalam menghafal dan murojaah setiap hari.

Para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz mendapatkan penghormatan khusus dari seluruh hadirin. Mereka dianggap sebagai generasi penjaga Al-Qur’an yang akan membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.

Prosesi penyematan medali, pemberian penghargaan, dan pembacaan surat keputusan wisuda berlangsung khidmat. Banyak orang tua yang tidak mampu menahan air mata haru ketika menyaksikan anak-anak mereka berhasil mencapai prestasi luar biasa tersebut.

Keberhasilan para hafidz dan hafidzah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa program tahfidz yang selama ini dijalankan telah membuahkan hasil yang membanggakan.

Bupati Hamartoni Ahadis Berikan Apresiasi Tinggi

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah atas dedikasi mereka dalam membangun pendidikan berbasis Al-Qur’an.

Menurut Bupati, keberadaan pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi muda yang memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan pemahaman agama yang baik di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

“Pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam membangun generasi masa depan. Dari pesantren lahir anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, moral, dan spiritualitas yang kuat,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan penghargaan khusus kepada para santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi yang sangat luar biasa dan patut menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Ia menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an merupakan aset bangsa yang harus terus dibina dan diberikan ruang untuk berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pendidikan Agama Sebagai Pondasi Masa Depan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hamartoni Ahadis juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, kemajuan teknologi dan arus globalisasi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan agar generasi muda tidak kehilangan arah.

Ia menilai pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk karakter peserta didik karena tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membiasakan para santri untuk menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan berbasis pesantren diyakini mampu mencetak generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan moralitas sebagai umat beragama.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara akan terus memberikan dukungan terhadap perkembangan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pesan untuk Para Wisudawan dan Wisudawati

Kepada para santri yang diwisuda, Bupati berpesan agar tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren harus menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Khusus kepada para hafidz dan hafidzah, Bupati mengingatkan agar senantiasa menjaga hafalan Al-Qur’an yang telah diperoleh dengan penuh perjuangan dan pengorbanan.

“Menjadi hafidz bukan hanya tentang menghafal, tetapi juga mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah teladan di tengah masyarakat dan terus jaga hafalan yang telah diraih,” pesannya.

Ia berharap para lulusan Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah dapat menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah, bangsa, dan agama.

Tabligh Akbar Perkuat Ukhuwah dan Spiritualitas

Setelah prosesi wisuda selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah agama untuk memberikan tausiyah kepada seluruh jamaah yang hadir.

Dalam ceramahnya, penceramah mengajak umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman utama dalam kehidupan. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal ibadah, dan menjaga persatuan umat.

Tausiyah yang disampaikan mendapat perhatian besar dari para jamaah. Ribuan peserta tampak mengikuti ceramah dengan penuh khidmat hingga acara berakhir.

Tabligh Akbar menjadi penutup yang sempurna dalam rangkaian kegiatan Milad VIII Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah. Selain memperkuat spiritualitas umat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Peran Strategis Pesantren dalam Pembangunan Daerah

Keberadaan pesantren saat ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter dan pemberdayaan masyarakat.

Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah telah menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lampung Utara. Melalui berbagai program pendidikan, pembinaan tahfidz, pengembangan karakter, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, pesantren berhasil mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam era modern yang penuh perubahan, pesantren menjadi benteng moral yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan berbasis karakter.

Peran tersebut semakin penting di tengah meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, mulai dari pengaruh negatif media sosial, penyalahgunaan teknologi, hingga krisis moral yang terjadi di berbagai kalangan.

Melalui pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan sunnah, pesantren hadir sebagai solusi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Harapan untuk Masa Depan Pesantren

Milad VIII Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah menjadi momentum untuk menatap masa depan yang lebih baik. Dengan berbagai capaian yang telah diraih selama delapan tahun terakhir, pesantren diharapkan terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Dukungan pemerintah daerah, masyarakat, para alumni, serta seluruh keluarga besar pesantren menjadi modal penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Ke depan, Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah diharapkan mampu melahirkan lebih banyak lagi generasi Qur’ani yang berprestasi, memiliki wawasan luas, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan Milad VIII, Wisuda Santri Kelas IX ke-1, Wisuda Tahfidz 30 Juz Bilhifdzi ke-III dan Tabligh Akbar akhirnya ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas seluruh nikmat dan pencapaian yang telah diraih.

Melalui momentum tersebut, seluruh peserta berharap Pesantren Al-Qur’an Laa Tansa Az-Zakiyyah semakin maju, terus menjadi pusat pendidikan Islam yang berkualitas, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah. Kehadiran Bupati Lampung Utara dalam acara ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan yang selama ini menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan Kabupaten Lampung Utara menuju masa depan yang lebih baik. (*)

Editor: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv