Jakarta Barat, (Sumateranewstv.com) – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada malam akhir pekan, Polres Metro Jakarta Barat bersama unsur TNI dan pemerintah daerah menggelar apel gabungan patroli serta razia kepolisian secara serentak pada Sabtu malam (23/05/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk gangguan keamanan yang kerap meningkat pada malam akhir pekan, mulai dari aksi tawuran, begal, pencurian kendaraan bermotor, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak kriminalitas jalanan lainnya.
Apel gabungan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi dan melibatkan sebanyak 131 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah atau yang dikenal dengan sinergi 3 Pilar.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi dua pola pengamanan utama, yakni patroli kewilayahan dan razia kepolisian di titik-titik rawan gangguan kamtibmas.
Patroli dilakukan mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB dengan menyisir sejumlah kawasan yang dianggap rawan terjadi tawuran, aksi begal, curanmor, penyalahgunaan narkoba, hingga gangguan keamanan lainnya di wilayah Jakarta Barat.
Sementara itu, dalam pelaksanaan razia kepolisian di kawasan Jalan Latumenten, petugas berhasil mengamankan empat orang berikut sejumlah barang bukti obat keras daftar golongan G.
Keempat orang yang diamankan masing-masing berinisial MM (30), MA (18), AM (22), dan BS (20).
Dari tangan mereka, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua butir Tramadol dan tiga butir Hexymer yang termasuk dalam kategori obat keras tertentu dan penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.
Selanjutnya, keempat orang tersebut dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan penyalahgunaan obat keras tersebut.
Patroli dan Razia Dilakukan Secara Serentak
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan bahwa kegiatan patroli dan razia gabungan dilaksanakan secara serentak sebagai langkah preventif guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, malam akhir pekan menjadi salah satu waktu yang rawan terjadinya berbagai aksi kriminalitas dan gangguan keamanan sehingga diperlukan langkah antisipasi yang lebih intensif.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mengantisipasi berbagai aksi kriminalitas seperti begal, kejahatan jalanan, curanmor, penyalahgunaan narkoba maupun aksi tawuran sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas maupun beristirahat,” ujar Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi.
Ia menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara mobile dengan menyasar titik-titik rawan yang selama ini menjadi perhatian kepolisian.
Selain melakukan patroli dialogis, personel gabungan juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun individu yang dianggap mencurigakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi tindak kriminal sebelum terjadi serta memastikan situasi keamanan tetap terkendali.
Dalam kegiatan patroli, personel juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam agar tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum.
Empat Orang Diamankan di Kawasan Latumenten
Pelaksanaan razia kepolisian di kawasan Jalan Latumenten menjadi salah satu fokus utama dalam operasi gabungan tersebut.
Kawasan tersebut diketahui menjadi salah satu titik yang kerap dipantau aparat keamanan karena memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, terutama pada malam akhir pekan.
Saat razia berlangsung, petugas mendapati empat orang yang diduga menyimpan dan menguasai obat keras daftar golongan G tanpa izin.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan barang bukti berupa dua butir Tramadol dan tiga butir Hexymer.
Tramadol dan Hexymer merupakan jenis obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter karena dapat memberikan efek tertentu apabila disalahgunakan.
Penyalahgunaan obat keras daftar G belakangan menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena kerap dikaitkan dengan berbagai tindak kriminalitas jalanan.
Penggunaan obat-obatan tersebut secara berlebihan dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan perilaku seseorang sehingga berpotensi memicu tindakan melanggar hukum.
Keempat orang yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga mendalami asal-usul obat keras tersebut serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam peredarannya.
Antisipasi Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Selain fokus terhadap penyalahgunaan obat keras dan narkoba, patroli gabungan yang dilakukan Polres Metro Jakarta Barat juga bertujuan mengantisipasi aksi tawuran dan kejahatan jalanan.
Dalam beberapa waktu terakhir, aksi tawuran antarkelompok remaja masih menjadi salah satu persoalan yang sering terjadi di sejumlah wilayah perkotaan.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat.
Karena itu, aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli pada malam hingga dini hari yang dianggap rawan terjadi aksi tawuran.
Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah lokasi yang kerap dijadikan titik berkumpul kelompok remaja maupun wilayah yang sebelumnya pernah terjadi tawuran.
Selain itu, aparat juga mengantisipasi aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor yang sering memanfaatkan kondisi jalanan sepi pada malam hari.
Dengan adanya patroli rutin dan razia gabungan, diharapkan potensi tindak kriminalitas dapat ditekan sehingga masyarakat merasa lebih aman.
Kombes Pol Twedi menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Jakarta Barat.
Kapolres Lakukan Pengecekan Pos Pantau
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pos pantau yang berada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas pengamanan malam akhir pekan.
Beberapa pos pantau yang dikunjungi di antaranya Pos Pantau Polsek Kebon Jeruk, Pos Pantau Polsek Palmerah, Pos Pantau Polsek Metro Tamansari, Pos Pantau Polsek Tambora, Pos Pantau Grogol Petamburan, serta lokasi Razia Stasioner Polsek Grogol Petamburan.
Dalam kunjungannya, Kapolres memberikan arahan kepada personel agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas di lapangan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pengecekan tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung pimpinan terhadap pelaksanaan kegiatan patroli dan razia di lapangan.
Kapolres memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sinergi 3 Pilar Perkuat Pengamanan Wilayah
Kegiatan patroli dan razia gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan wilayah.
Kolaborasi tersebut dinilai efektif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada malam akhir pekan.
Kehadiran personel gabungan di lapangan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketertiban umum.
Selain itu, sinergi 3 Pilar juga memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menangani berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Jakarta Barat.
Melalui kerja sama yang solid, aparat dapat bergerak lebih cepat dan efektif dalam melakukan pengamanan maupun penanganan situasi tertentu.
Polres Metro Jakarta Barat menyatakan akan terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait demi menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Peran Masyarakat Sangat Dibutuhkan
Selain melakukan patroli dan razia secara rutin, Polres Metro Jakarta Barat juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, aktivitas mencurigakan, maupun tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.
Pihak kepolisian menyediakan layanan pengaduan darurat melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam dan dapat diakses masyarakat secara gratis.
Layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan kepada kepolisian secara cepat.
Kombes Pol Twedi menegaskan bahwa keamanan lingkungan tidak dapat terwujud hanya melalui peran aparat keamanan semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu melapor apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Komitmen Polres Metro Jakarta Barat Menjaga Kamtibmas
Polres Metro Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan razia sebagai bentuk upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin, terutama pada malam akhir pekan dan waktu-waktu yang dianggap rawan terjadi gangguan keamanan.
Langkah preventif tersebut diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, pendekatan humanis dan pelayanan yang responsif juga terus dikedepankan agar masyarakat merasa nyaman dan terlindungi.
Kegiatan patroli dan razia gabungan tersebut menjadi bukti nyata keseriusan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Jakarta Barat.
Dengan adanya pengawasan yang intensif serta dukungan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Jakarta Barat dapat terus terjaga dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Barat)
Redaksi Sumateranewstv






0Komentar