TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Bid Propam Polda Lampung Lakukan Pembinaan Etika Profesi dan Pemulihan Profesi Polri di Polres Tulang Bawang Barat

Bid Propam Polda Lampung Lakukan Pembinaan Etika Profesi dan Pemulihan Profesi Polri di Polres Tulang Bawang Barat

Daftar Isi
×

Tulang Bawang Barat, (Sumateranewstv.com) — Dalam rangka menjaga kedisiplinan, integritas, serta profesionalisme anggota Kepolisian Republik Indonesia, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Lampung melaksanakan kegiatan pembinaan etika profesi dan pemulihan profesi Polri bagi personel Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Tubaba, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kasubagrehabpers Bid Propam Polda Lampung selaku Ketua Tim, Kompol Efendi Koto, S.H., yang hadir bersama tim dari Polda Lampung. Kehadiran tim disambut oleh Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Zaini Dahlan, S.H., M.H., serta Kasi Propam Iptu Sulistiawansyah Putra, S.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama (PJU) Polres Tubaba, di antaranya para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, serta seluruh perwira dan bintara dari Polres maupun Polsek jajaran. Kehadiran para personel ini menunjukkan keseriusan institusi dalam membangun kembali komitmen terhadap etika profesi dan disiplin kerja.

Dalam arahannya, Kompol Efendi Koto menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh Bid Propam Polda Lampung dalam upaya menumbuhkan kesadaran anggota terhadap pentingnya menjalankan tugas sesuai dengan etika profesi kepolisian.

“Pembinaan ini adalah langkah penting untuk mencegah dan meminimalisir pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi. Kita ingin memastikan bahwa setiap personel bekerja secara profesional, sesuai dengan aturan dan standar operasional prosedur (SOP),” ujar Kompol Efendi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan personel yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang tinggi. Oleh karena itu, pembinaan etika profesi menjadi sangat penting sebagai fondasi dalam menjalankan tugas.

Lebih lanjut, Kompol Efendi memberikan penekanan khusus kepada personel yang saat ini masih dalam pengawasan akibat pelanggaran disiplin maupun kode etik. Ia mengingatkan agar para personel tersebut tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Saya tekankan, bagi anggota yang masih dalam pengawasan, jadikan ini yang terakhir. Jangan ada lagi pelanggaran yang terulang, apapun bentuknya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong personel yang telah menyelesaikan masa pengawasan untuk segera mengurus proses pemulihan atau pemutihan data. Hal ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran administrasi serta pengembangan karier ke depan.

“Bagi yang sudah selesai dalam pengawasan, segera urus pemutihannya. Ini penting untuk kepentingan administrasi, termasuk kenaikan pangkat, jabatan, dan pengembangan karier ke depan,” tambahnya.

Kompol Efendi juga mengingatkan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat merusak citra institusi secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap personel diharapkan dapat menjaga sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Tulang Bawang Barat Kompol Zaini Dahlan menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran di lingkungan Polres Tubaba.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan guna menghindari dan mencegah terjadinya pelanggaran serupa maupun hal lain yang bertentangan dengan hukum dan etika Polri di wilayah hukum Polres Tubaba,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa program pemulihan profesi Polri memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada personel yang pernah melakukan pelanggaran untuk memperbaiki diri dan kembali menjalankan tugas dengan baik.

“Pembinaan pemulihan profesi Polri ini berguna sebagai salah satu persyaratan untuk penerbitan surat rekomendasi pemulihan status anggota Polri, serta pemulihan hak bagi personel yang pernah melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik,” lanjutnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk pendekatan humanis dalam pembinaan personel, di mana anggota yang pernah melakukan kesalahan tetap diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif bagi institusi.

Kompol Zaini Dahlan juga menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme dalam bertugas, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memicu terjadinya pelanggaran, seperti penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online.

“Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan seluruh personel menjalankan tugas dengan profesional, serta menghindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat merusak citra Polri, terutama narkoba dan judi online yang menjadi atensi pimpinan Polri,” ungkapnya.

Kegiatan pembinaan ini juga diisi dengan berbagai materi terkait etika profesi, disiplin anggota, serta pemahaman terhadap aturan yang berlaku di lingkungan Polri. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap kinerja personel, khususnya dalam hal kepatuhan terhadap aturan dan standar operasional. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan ke depan.

Para peserta tampak mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh perhatian. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi dari personel untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan pembinaan ini juga mencerminkan komitmen Polri dalam membangun institusi yang bersih, profesional, dan terpercaya. Upaya ini sejalan dengan program reformasi birokrasi yang terus digalakkan di tubuh Polri.

Dalam konteks yang lebih luas, pembinaan etika profesi dan pemulihan profesi Polri merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan adanya personel yang berintegritas, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Di akhir kegiatan, dilakukan pembacaan ikrar oleh perwakilan personel yang diikuti oleh seluruh peserta. Ikrar tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Selain itu, kegiatan juga ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh peserta. Penandatanganan ini menjadi bukti nyata komitmen personel untuk tidak melakukan pelanggaran serta selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika profesi Polri.

Suasana khidmat dan penuh kesadaran terlihat saat seluruh peserta mengikuti prosesi tersebut. Momen ini menjadi pengingat bagi setiap personel akan tanggung jawab besar yang diemban sebagai anggota Polri.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh personel Polres Tubaba, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme dalam bertugas.

Ke depan, diharapkan tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, sehingga citra Polri sebagai institusi yang dipercaya oleh masyarakat dapat terus terjaga.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Tulang Bawang Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan yang dilakukan oleh Polda Lampung. Sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan profesional.

Pembinaan etika profesi dan pemulihan profesi ini juga menjadi pengingat bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik institusi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan demikian, Polri dapat terus menjadi institusi yang profesional, modern, dan terpercaya, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

(humas_tubaba)

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar