TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Atlet Disabilitas Acep Jhon Efendi Soroti Transparansi Pemilihan Ketua NPCI Kabupaten Bekasi

Atlet Disabilitas Acep Jhon Efendi Soroti Transparansi Pemilihan Ketua NPCI Kabupaten Bekasi

Daftar Isi
×

Pemilihan Ketua NPCI Kabupaten Bekasi Diminta Transparan, Demokratis, dan Bebas Intervensi

SUMATERANEWSTV.COM — Proses pemilihan Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 menjadi perhatian serius kalangan atlet disabilitas. Mereka berharap pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) NPCI Kabupaten Bekasi dapat berjalan secara transparan, demokratis, jujur, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Harapan tersebut disampaikan mantan Sekretaris NPCI Kabupaten Bekasi, Acep Jhon Efendi, dalam keterangannya pada Rabu (20/05/2026).

Menurut Acep, transparansi dalam proses pemilihan sangat penting untuk menjaga marwah organisasi sekaligus menghindari potensi konflik internal di kalangan atlet disabilitas.

Selain itu, keterbukaan dalam pelaksanaan pemilihan juga dinilai penting untuk memastikan pengelolaan organisasi dan dana pembinaan atlet berjalan tepat sasaran dan akuntabel.

“Pemilihan harus dilakukan secara terbuka, demokratis, dan sesuai aturan organisasi. Hal itu penting agar tidak menimbulkan konflik serta menjaga kepercayaan para atlet terhadap NPCI Kabupaten Bekasi,” ujar Acep.

Ia menilai proses pemilihan kepengurusan organisasi olahraga disabilitas tidak boleh dilakukan secara tertutup atau sarat kepentingan tertentu karena menyangkut masa depan pembinaan atlet disabilitas di daerah.

Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaan Muscab harus berjalan secara profesional, netral, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Transparansi Dinilai Sangat Krusial

Acep menegaskan bahwa transparansi menjadi hal yang sangat krusial dalam pelaksanaan Muscab NPCI Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, organisasi olahraga disabilitas membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar lahir dari proses demokratis dan mendapat dukungan dari para atlet serta pengurus cabang olahraga.

Ia menilai pemilihan yang transparan dapat mencegah munculnya konflik internal yang berpotensi mengganggu soliditas organisasi.

Selain itu, keterbukaan dalam proses pemilihan juga menjadi langkah penting untuk memastikan pengelolaan anggaran dan program pembinaan atlet berjalan dengan baik.

“Kalau prosesnya transparan dan terbuka, maka hasilnya juga akan diterima semua pihak. Itu penting untuk menjaga persatuan dan soliditas para atlet disabilitas,” katanya.

Menurut Acep, NPCI memiliki peran besar dalam membina dan memperjuangkan hak-hak atlet disabilitas.

Karena itu, kepengurusan organisasi harus diisi oleh figur yang memiliki integritas, pengalaman, dan komitmen kuat terhadap kemajuan olahraga disabilitas.

Ia juga menilai bahwa pengurus NPCI ke depan harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat demi mendukung pembinaan atlet.

Tahapan Muscab Harus Sesuai Aturan

Acep Jhon Efendi menjelaskan bahwa untuk mewujudkan pemilihan yang bersih dan akuntabel, seluruh tahapan pelaksanaan Muscab harus dijalankan sesuai aturan organisasi.

Menurutnya, proses pemilihan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru ataupun tertutup.

Ia menyebut sejumlah tahapan penting yang harus dilalui dalam proses pemilihan Ketua NPCI Kabupaten Bekasi periode 2026–2031.

Tahapan tersebut dimulai dari proses pendaftaran bakal calon, penjaringan, verifikasi administrasi, hingga penyampaian visi dan program kerja calon ketua.

Selain itu, mekanisme pemungutan suara juga harus dilakukan secara jujur, langsung, dan terbuka agar terhindar dari praktik-praktik kecurangan.

“Semua tahapan harus jelas. Mulai dari pendaftaran, verifikasi, penyampaian program kerja, sampai pemungutan suara harus dilakukan secara jujur dan terbuka,” tegasnya.

Acep juga menekankan pentingnya peran panitia pelaksana Muscab dalam menjaga netralitas selama proses pemilihan berlangsung.

Menurutnya, panitia harus bersikap independen dan tidak boleh berpihak kepada calon tertentu.

“Panitia penyelenggara harus netral, independen, dan terbebas dari intervensi pihak manapun,” ujar Acep.

Figur Ketua Harus Punya Rekam Jejak Prestasi

Dalam keterangannya, Acep juga menyinggung sejumlah nama yang dinilai layak maju sebagai calon Ketua NPCI Kabupaten Bekasi.

Ia menyebut bahwa calon ketua sebaiknya berasal dari kalangan atlet atau figur yang benar-benar memahami perjuangan olahraga disabilitas.

Menurutnya, figur yang memiliki pengalaman langsung di dunia olahraga disabilitas akan lebih memahami kebutuhan dan harapan para atlet.

Acep menyebut tiga nama atlet yang selama ini dinilai telah berjasa mengharumkan nama Kabupaten Bekasi di berbagai ajang olahraga disabilitas.

Ketiga nama tersebut yakni Kurniawan, Adit, dan Hilman.

“Ya itu calonnya tiga atlet yang sudah membela Kabupaten Bekasi. Bang Kurniawan sudah membela Kabupaten Bekasi, lalu Adit juga sudah membela Kabupaten Bekasi, dan Hilman juga sudah membela Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Menurut Acep, figur yang pernah berjuang membawa nama daerah memiliki pengalaman dan kedekatan emosional dengan para atlet disabilitas.

Karena itu, mereka dinilai memahami kebutuhan pembinaan atlet secara lebih mendalam.

Selain itu, kepemimpinan yang berasal dari kalangan atlet juga diharapkan mampu memperjuangkan kesejahteraan atlet secara lebih serius.

Harapan Besar untuk Kepengurusan Baru

Acep berharap proses pembentukan kepengurusan NPCI Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 dapat segera dilakukan dengan mengedepankan prinsip demokrasi dan keterbukaan.

Ia menilai organisasi membutuhkan kepastian kepemimpinan agar program pembinaan atlet dapat berjalan maksimal.

Menurutnya, kepengurusan baru nantinya harus mampu membawa perubahan positif bagi perkembangan olahraga disabilitas di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, kepengurusan baru juga diharapkan dapat memperjuangkan kesejahteraan atlet serta meningkatkan prestasi di tingkat regional maupun nasional.

“Mudah-mudahan kepengurusan NPCI Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 dapat membawa perubahan ke depan, lebih berprestasi, sejahtera, dan berkeadilan,” harap Acep.

Ia juga berharap organisasi NPCI dapat menjadi wadah yang benar-benar mampu mewujudkan harapan masyarakat disabilitas, khususnya di Jawa Barat.

Menurutnya, olahraga disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapat dukungan pembinaan yang baik dan berkelanjutan.

Peran Penting NPCI bagi Atlet Disabilitas

NPCI merupakan organisasi yang memiliki peran penting dalam membina dan mengembangkan olahraga bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Melalui NPCI, para atlet disabilitas mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan berprestasi di berbagai cabang olahraga.

Organisasi ini juga menjadi wadah perjuangan bagi atlet disabilitas untuk memperoleh hak yang setara dalam dunia olahraga.

Di tingkat daerah, keberadaan NPCI sangat penting dalam mendukung pembinaan atlet mulai dari tingkat lokal hingga nasional.

Karena itu, kepemimpinan organisasi menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembinaan olahraga disabilitas ke depan.

Dengan kepemimpinan yang kuat dan profesional, NPCI diharapkan mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Selain itu, organisasi juga diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan atlet disabilitas yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Olahraga Disabilitas Terus Berkembang

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan olahraga disabilitas di Indonesia menunjukkan tren yang positif.

Prestasi atlet disabilitas Indonesia di berbagai ajang internasional menjadi bukti bahwa atlet penyandang disabilitas memiliki potensi besar apabila mendapatkan pembinaan yang baik.

Berbagai cabang olahraga disabilitas kini semakin dikenal masyarakat dan mendapat perhatian lebih luas.

Hal tersebut tentu menjadi peluang besar bagi NPCI di daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Kabupaten Bekasi sendiri dikenal memiliki sejumlah atlet disabilitas yang berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Karena itu, keberadaan kepengurusan NPCI yang solid dan profesional sangat dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet.

Selain pembinaan prestasi, organisasi juga diharapkan mampu membangun lingkungan yang inklusif dan mendukung pengembangan potensi atlet disabilitas.

Soliditas Organisasi Jadi Kunci Kemajuan

Acep Jhon Efendi menegaskan bahwa soliditas organisasi menjadi kunci utama dalam memajukan NPCI Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, seluruh pihak harus mengedepankan kepentingan organisasi dan masa depan atlet dibanding kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Ia berharap proses Muscab dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan para atlet disabilitas dan seluruh pengurus cabang olahraga.

“Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan dan persatuan para atlet. Organisasi ini harus menjadi rumah bersama untuk semua atlet disabilitas,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung proses Muscab agar berjalan aman, tertib, dan demokratis.

Menurutnya, pemilihan yang baik akan menghasilkan kepemimpinan yang kuat dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih maju.

Dengan proses yang terbuka dan demokratis, diharapkan kepengurusan NPCI Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 dapat menjadi motor penggerak kemajuan olahraga disabilitas di daerah.

Ke depan, para atlet disabilitas berharap NPCI Kabupaten Bekasi mampu melahirkan lebih banyak prestasi, meningkatkan kesejahteraan atlet, dan menjadi organisasi yang benar-benar berpihak pada kepentingan penyandang disabilitas.

(*)

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar