TULANG BAWANG BARAT, (Sumateranewstv.com) — Warga Kabupaten Tulang Bawang Barat digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang terapung di sebuah rawa di wilayah Tiyuh Karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam (20/4/2026) sekitar pukul 20.40 WIB dan langsung mendapat penanganan cepat dari aparat kepolisian.
Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tulang Bawang Barat bersama jajaran Polsek Tumijajar segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus identifikasi terhadap korban. Penanganan yang dilakukan secara profesional ini bertujuan untuk memastikan penyebab kematian serta menghindari spekulasi di tengah masyarakat.
Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Miskan yang saat itu berada di sekitar lokasi rawa. Ia melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di permukaan air, dan setelah didekati ternyata merupakan sesosok tubuh manusia dalam kondisi tidak bernyawa.
Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Tulang Bawang Barat melakukan proses evakuasi dengan hati-hati mengingat kondisi medan yang berupa rawa cukup sulit dijangkau.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dilakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis melakukan identifikasi untuk mengetahui identitas korban serta memeriksa kondisi fisik guna menemukan tanda-tanda yang dapat mengungkap penyebab kematian.
Dari hasil identifikasi, korban diketahui berinisial SI (33), seorang warga Tiyuh Gunung Katun Malai, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Informasi ini diperoleh melalui pencocokan data serta keterangan dari pihak keluarga.
Keterangan Kepolisian
Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Juherdi Sumandi, S.H., M.H., membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan sesuai prosedur.
“Kami telah melakukan evakuasi dan identifikasi terhadap korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Tim Inafis, tidak ditemukan adanya luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKP Juherdi dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal dunia murni akibat musibah, bukan karena tindakan kriminal. Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya indikasi kekerasan pada tubuh korban.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi.
Keluarga Menolak Autopsi
Dalam proses penanganan kasus ini, pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka juga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Penolakan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak keluarga. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi korban serta hasil pemeriksaan awal dari pihak kepolisian.
Dengan adanya penolakan autopsi, proses penyelidikan tidak dilanjutkan ke tahap lebih mendalam, mengingat tidak adanya indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut.
Riwayat Kesehatan Korban
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, khususnya istri korban, diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit vertigo. Penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami pusing hebat yang berpotensi mengganggu keseimbangan tubuh.
Istri korban juga menjelaskan bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak hari Sabtu dan tidak kunjung kembali hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Diduga kuat, kondisi kesehatan korban menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut. Kemungkinan korban mengalami serangan vertigo saat berada di sekitar lokasi rawa, sehingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam air.
Penyerahan Jenazah kepada Keluarga
Setelah seluruh proses identifikasi dan pemeriksaan awal selesai dilakukan, pihak kepolisian menyerahkan jenazah korban kepada keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan ini dilakukan sesuai dengan permintaan keluarga yang telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Proses penyerahan berlangsung dengan lancar dan penuh haru. Keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian atas bantuan dan penanganan yang cepat serta profesional.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan sesuai dengan adat dan tradisi setempat.
Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat
Menyikapi peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak beraktivitas sendirian di lokasi yang berisiko tinggi, seperti area rawa, sungai, atau tempat terpencil lainnya.
Selain itu, warga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian mencurigakan, sehingga dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.
Peran Tim Inafis dalam Penanganan Kasus
Tim Inafis memiliki peran penting dalam setiap penanganan kasus yang melibatkan penemuan jenazah. Dengan kemampuan identifikasi forensik, tim ini mampu memberikan informasi akurat mengenai identitas korban serta kondisi tubuh yang dapat menjadi petunjuk penyebab kematian.
Dalam kasus ini, kehadiran Tim Inafis Polres Tulang Bawang Barat sangat membantu dalam memastikan bahwa tidak terdapat unsur tindak pidana, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.
Kecepatan dan ketepatan dalam penanganan juga menunjukkan profesionalisme aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
Harapan ke Depan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan dalam beraktivitas, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya.
Diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan kondisi kesehatan diri maupun anggota keluarga, serta menghindari aktivitas berisiko tinggi tanpa pengawasan.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat kepolisian, diharapkan setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat dan tepat, sehingga situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Polres Tulang Bawang Barat juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan kejadian-kejadian seperti ini.
Kejadian ini pun diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar, serta meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas sehari-hari. (*)
Redaksi Sumateranewstv





0Komentar