Tambrauw, (Sumateranewstv.com) – Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat di wilayah perbatasan kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Kewilayahan Yonif 763/SBA. Melalui kegiatan sosial bertajuk “Pos Fef Peduli Masyarakat”, para prajurit dari Pos Fef turut hadir membantu warga yang tengah berduka di Kampung Syubun, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, pada Selasa (7/4/2026)
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana prajurit tidak hanya menjalankan tugas pokok menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu kehidupan sosial masyarakat. Dalam suasana duka yang menyelimuti Kampung Syubun, kehadiran personel Satgas menjadi penopang moral sekaligus bantuan nyata bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sejak pagi hari, personel Pos Fef telah berada di lokasi untuk membantu berbagai persiapan acara kedukaan. Dengan penuh empati dan rasa tanggung jawab, mereka bahu-membahu bersama warga setempat mendirikan tenda, menata perlengkapan, serta menyiapkan berbagai kebutuhan teknis lainnya yang diperlukan selama prosesi berlangsung.
Tak hanya itu, para prajurit juga turut membantu dalam hal-hal kecil yang sangat berarti bagi keluarga yang berduka, seperti menata kursi bagi para pelayat, membantu memasak, hingga memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas yang kuat antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Komandan Pos (Danpos) Fef dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Satgas untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi sulit seperti kedukaan. Menurutnya, tugas seorang prajurit tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup kepedulian sosial.
“Kami hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai saudara bagi masyarakat. Dalam situasi duka seperti ini, sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu dan meringankan beban warga. Kehadiran kami di sini adalah bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang sedang mengalami musibah,” ujar Danpos Fef.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan dapat terus terjaga dengan baik.
Masyarakat Kampung Syubun pun menyambut hangat kehadiran personel Satgas. Warga mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan, terutama dalam meringankan beban pekerjaan yang harus dilakukan di tengah suasana duka. Mereka juga merasa lebih kuat secara mental karena tidak menghadapi musibah tersebut sendirian.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada personel Satgas Yonif 763/SBA. Ia menilai bahwa kepedulian yang ditunjukkan oleh para prajurit merupakan bukti nyata bahwa TNI benar-benar hadir untuk rakyat.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari bapak-bapak TNI. Mereka tidak hanya membantu secara tenaga, tetapi juga memberikan semangat kepada kami. Ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka dan bagi seluruh warga kampung,” ungkapnya.
Kegiatan sosial seperti ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Satgas Yonif 763/SBA. Selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan, mereka secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari bakti sosial, pelayanan kesehatan, hingga membantu pembangunan fasilitas umum.
Program “Pos Fef Peduli Masyarakat” sendiri merupakan salah satu inisiatif yang dirancang untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui program ini, setiap personel didorong untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya dan siap memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan.
Dalam konteks wilayah perbatasan seperti Kabupaten Tambrauw, peran TNI memang sangat vital. Selain menjaga kedaulatan negara, mereka juga menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang kerap menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi infrastruktur maupun akses terhadap layanan dasar.
Kehadiran Satgas Yonif 763/SBA di Distrik Fef telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas yang kuat antara aparat dan warga.
Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, para prajurit selalu mengedepankan pendekatan humanis. Mereka berusaha membaur dengan masyarakat, memahami budaya lokal, serta menghormati adat istiadat setempat. Hal ini menjadi kunci keberhasilan dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling percaya.
Momentum kedukaan di Kampung Syubun ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit TNI. Di tengah tugas yang penuh tantangan, mereka tetap menunjukkan sisi humanis yang menyentuh hati masyarakat.
Selain membantu secara fisik, kehadiran personel Satgas juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi keluarga yang ditinggalkan. Dukungan moral yang diberikan mampu mengurangi beban kesedihan dan memberikan kekuatan untuk menghadapi masa-masa sulit.
Kegiatan ini juga menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak tentang arti pentingnya kebersamaan dan gotong royong. Dalam situasi apa pun, terutama saat menghadapi musibah, solidaritas antar sesama menjadi kunci untuk dapat bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 763/SBA menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam mendukung berbagai aspek kehidupan sosial. Mereka percaya bahwa keberadaan TNI akan semakin bermakna jika mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ke depan, berbagai program sosial akan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan sinergi yang baik, diharapkan wilayah perbatasan tidak hanya aman, tetapi juga berkembang secara sosial dan ekonomi.
Peristiwa di Kampung Syubun ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas besar menjaga kedaulatan negara, terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang selalu dijunjung tinggi oleh setiap prajurit. Kepedulian, empati, dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap pengabdian mereka.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Satgas Yonif 763/SBA kembali membuktikan bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat. Dalam suka maupun duka, mereka selalu hadir, berdiri bersama, dan menjadi kekuatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat akan semakin erat. Hal ini tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan penuh rasa saling peduli.
Di tengah berbagai tantangan yang ada, kisah kepedulian dari Kampung Syubun ini menjadi inspirasi bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dan tumbuh, bahkan di wilayah yang jauh dari pusat perhatian. Dan di sana, prajurit TNI hadir sebagai penjaga sekaligus sahabat bagi masyarakat.
(Pen Yonif 763/SBA)
Redaksi








