Tulang Bawang Barat — Dalam rangka menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah umat Kristiani pada rangkaian Hari Raya Paskah tahun 2026, Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) Polda Lampung mengerahkan sebanyak 97 personel untuk melakukan pengamanan di sejumlah gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Pengamanan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam momen keagamaan yang memiliki makna penting bagi umat Kristiani, mulai dari peringatan Jumat Agung hingga puncak perayaan Paskah.
Kegiatan pengamanan dimulai sejak pelaksanaan ibadah Jumat Agung yang memperingati wafatnya Yesus Kristus, Jumat (03/04/2026), dan akan berlangsung hingga Minggu (05/04/2026) yang merupakan puncak perayaan Hari Raya Paskah.
Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kabag Ops AKP Sainudin menjelaskan bahwa sebanyak 97 personel telah disiagakan dan disebar di berbagai titik lokasi ibadah guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
“Total ada 97 personel yang dilibatkan dalam pengamanan ibadah gereja mulai dari Jumat Agung hingga perayaan Paskah tahun ini. Pengamanan dilaksanakan secara terbuka maupun tertutup, dan sejak malam sebelumnya personel sudah mulai melakukan penjagaan di sejumlah gereja,” ujar AKP Sainudin.
Ia menambahkan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Tubaba, serta didukung oleh jajaran Polsek di masing-masing wilayah.
Menurut AKP Sainudin, sebanyak 61 titik tempat ibadah gereja di Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi fokus pengamanan selama rangkaian perayaan Paskah berlangsung. Setiap lokasi mendapatkan pengamanan sesuai dengan tingkat kerawanan dan jumlah jemaat yang hadir.
“Personel kami sebar di 61 titik gereja yang melaksanakan ibadah. Ini dilakukan untuk memastikan semua kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pola pengamanan dilakukan secara berlapis. Petugas tidak hanya berjaga di area luar gereja, tetapi juga melakukan pengamanan di dalam area ibadah guna memastikan situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
Sebelum ibadah dimulai, petugas juga melakukan sterilisasi lokasi sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi ancaman yang dapat mengganggu jalannya kegiatan keagamaan.
Selain itu, pengamanan juga mencakup pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi gereja guna menghindari kemacetan serta memberikan kenyamanan bagi jemaat yang datang untuk beribadah.
“Pengamanan dilakukan secara maksimal, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi ibadah. Hal ini untuk memastikan akses keluar masuk jemaat berjalan lancar,” tambah AKP Sainudin.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat dalam momen keagamaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah mereka.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dengan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Sinergi antara aparat dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Dalam konteks kehidupan masyarakat yang majemuk seperti di Kabupaten Tulang Bawang Barat, toleransi antar umat beragama menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keharmonisan sosial.
Oleh karena itu, pengamanan kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keamanan fisik, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama yang dijamin oleh negara.
Sejumlah jemaat yang mengikuti ibadah Jumat Agung menyampaikan apresiasi atas kehadiran aparat kepolisian yang telah memberikan rasa aman selama pelaksanaan ibadah.
“Kami merasa lebih tenang dengan adanya pengamanan dari polisi. Ibadah bisa berjalan dengan khidmat tanpa rasa khawatir,” ujar salah satu jemaat.
Pengurus gereja juga mengungkapkan hal serupa. Mereka menilai bahwa koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dan pengelola gereja sangat membantu dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib selama pelaksanaan ibadah.
Selain pengamanan fisik, kehadiran aparat juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama.
Pengamat sosial menilai bahwa langkah yang dilakukan oleh Polres Tubaba merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengamanan kegiatan keagamaan dinilai sebagai salah satu upaya penting dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Dengan adanya pengamanan yang baik, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan aman dan nyaman.
Selama pelaksanaan pengamanan hingga saat ini, situasi di seluruh lokasi ibadah terpantau dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti selama kegiatan berlangsung.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara aparat kepolisian, pengurus gereja, serta masyarakat yang turut menjaga situasi tetap kondusif.
Polres Tubaba menegaskan akan terus meningkatkan kualitas pengamanan, tidak hanya pada momen Hari Raya Paskah, tetapi juga pada kegiatan keagamaan lainnya di masa mendatang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tantangan dalam menjaga keamanan juga semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, diharapkan situasi kamtibmas di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat terus terjaga dengan baik, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan keagamaan, dengan rasa aman dan nyaman.
Pada akhirnya, pengamanan rangkaian ibadah Paskah ini tidak hanya menjadi tugas aparat kepolisian semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
(humas_tubaba)
Redaksi



