TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Komitmen Berantas Peredaran Narkoba, Petugas Lapas Way Kanan Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Dalam Lapas

Komitmen Berantas Peredaran Narkoba, Petugas Lapas Way Kanan Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Dalam Lapas

Daftar Isi
×

Way Kanan, (Sumateranewstv.com) — Komitmen dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali ditunjukkan oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan. Pada Minggu (26/04/2026), petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu yang diduga dilempar dari luar pagar lapas.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kesigapan petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas, sekaligus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pemberantasan narkoba di Indonesia.

Upaya penyelundupan tersebut terungkap saat petugas melakukan kontrol rutin di area lapas menjelang pergantian regu jaga. Dalam kegiatan tersebut, ditemukan barang mencurigakan yang kemudian diperiksa lebih lanjut.

Awal Penemuan Barang Mencurigakan

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 06.45 WIB, ketika Komandan Regu Pengamanan (Rupam) IV, Meizal Irwanto, bersama Anggota Jaga III, Tommy Jaya Setiawan, melaksanakan kontrol keliling rutin di area Lapas Way Kanan.

Kontrol keliling ini merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan untuk memastikan tidak adanya gangguan keamanan di dalam maupun sekitar lingkungan lapas.

Saat melakukan pengecekan di sekitar pagar, petugas menemukan sebuah benda mencurigakan berupa satu bungkus mie instan yang tersangkut di kawat razor pada dinding pagar lapas.

Temuan tersebut langsung menimbulkan kecurigaan, mengingat modus penyelundupan narkoba ke dalam lapas kerap dilakukan dengan cara dilempar dari luar pagar menggunakan berbagai metode.

Pemeriksaan dan Temuan Narkotika

Menindaklanjuti temuan tersebut, Komandan Rupam segera melaporkan kejadian kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Barang tersebut kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara teliti oleh petugas.

Setelah dibuka, bungkus mie instan merek Indomie tersebut ternyata berisi satu bungkus plastik klip kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa barang tersebut sengaja diselundupkan ke dalam lapas dengan cara dilempar dari luar pagar.

Modus seperti ini bukan hal baru, namun tetap menjadi tantangan serius bagi petugas dalam menjaga keamanan lapas.

Koordinasi Cepat dengan Aparat Kepolisian

Setelah memastikan adanya dugaan narkotika dalam barang tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Tri Ghaly Ramadhitya, segera melakukan koordinasi dengan pihak Polres Way Kanan.

Respons cepat pun ditunjukkan oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Way Kanan yang segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang bukti.

Kehadiran aparat kepolisian ini menjadi langkah penting dalam memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sinergi antara pihak lapas dan kepolisian menjadi kunci dalam mengungkap dan mencegah peredaran narkoba, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

Proses Serah Terima Barang Bukti

Pada pukul 10.32 WIB, pihak Lapas Way Kanan secara resmi menyerahkan barang bukti kepada Satnarkoba Polres Way Kanan.

Serah terima tersebut dilakukan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Tri Ghaly Ramadhitya, bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib), Ade Wijaya.

Barang bukti yang diserahkan berupa satu bungkus mie instan yang di dalamnya terdapat satu plastik klip berisi diduga narkotika jenis sabu-sabu.

Selanjutnya, barang tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna memastikan kandungan serta menelusuri asal-usulnya.

Apresiasi dan Penegasan Komitmen Kalapas

Kepala Lapas Kelas IIB Way Kanan, Riski Burhannudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh integritas dan dedikasi tinggi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kewaspadaan dan kedisiplinan petugas dalam menjalankan tugas.

“Kami tegas menyatakan, tidak ada ruang bagi narkoba di dalam Lapas Way Kanan. Kami akan terus memperketat pengawasan, meningkatkan integritas petugas, serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menutup setiap celah penyelundupan,” tegas Kalapas.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat pihak lapas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Dukungan terhadap Program P4GN

Lapas Way Kanan juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Kalapas menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Way Kanan yang telah merespons cepat dan akan terus bersinergi untuk mendukung penuh terhadap program P4GN,” ujarnya.

Instruksi Peningkatan Kewaspadaan

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kalapas memberikan instruksi kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyelundupan narkoba.

Pengawasan akan diperketat, terutama di area-area yang berpotensi menjadi titik rawan, seperti pagar lapas dan jalur distribusi barang.

Selain itu, deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban juga akan terus ditingkatkan.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

Tantangan dan Upaya Pencegahan

Penyelundupan narkoba ke dalam lapas merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh institusi pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Berbagai modus terus berkembang, mulai dari penyelundupan melalui pengunjung, barang kiriman, hingga lemparan dari luar pagar.

Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan tinggi serta inovasi dalam sistem pengamanan untuk menghadapi tantangan tersebut.

Peningkatan kapasitas petugas serta pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan

Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba ini tidak terlepas dari sinergi antara petugas lapas dan aparat kepolisian.

Kerja sama yang baik memungkinkan penanganan kasus dilakukan secara cepat dan tepat.

Sinergi ini juga menjadi contoh penting dalam upaya bersama memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Dengan kerja sama yang solid, diharapkan berbagai upaya penyelundupan dapat terus digagalkan.

Harapan ke Depan

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran petugas lapas untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat mendukung upaya pemberantasan narkoba dengan tidak terlibat dalam peredaran gelap narkotika.

Dengan komitmen yang kuat serta kerja sama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan peredaran narkoba dapat ditekan secara signifikan.

Pada akhirnya, tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan bebas dari narkoba, baik di dalam lapas maupun di masyarakat luas.

(*)

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar