Kotabumi, (Sumateranewstv.com) — Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan dan kesehatan hewan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan pengarahan sekaligus serap aspirasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., bersama para dokter hewan se-Kabupaten Lampung Utara, yang digelar di Ruang Tamu Bupati, Jumat (24/04/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan tenaga medis veteriner, sekaligus membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kesehatan hewan, keamanan pangan, serta penguatan hilirisasi sektor peternakan di Lampung Utara.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Administrasi Umum Dra. Dina Prawitarini, M.M., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan M. Rezki, S.H., M.I.P., Kepala Dinas Kesehatan dr. Maya Natalia Manan, M.Kes., serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Utara Gunaido Uthama, S.IP., M.H.
Kehadiran para pimpinan perangkat daerah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendengar langsung berbagai masukan dari para dokter hewan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan.
Peran Strategis Dokter Hewan dalam Pembangunan Daerah
Dalam arahannya, Bupati Lampung Utara menegaskan bahwa dokter hewan memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam menjaga kesehatan hewan ternak, tetapi juga dalam melindungi kesehatan masyarakat secara luas.
Menurutnya, kesehatan hewan memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan manusia, terutama dalam hal penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Oleh karena itu, keberadaan tenaga medis veteriner menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan berbagai potensi wabah penyakit yang dapat berdampak luas.
Bupati juga menekankan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah, sehingga perlu dikelola dengan baik melalui pendekatan yang terintegrasi dan berbasis ilmiah.
Fokus pada Pengendalian Penyakit Hewan Menular
Salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pengendalian penyakit hewan menular. Para dokter hewan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit seperti rabies, flu burung, serta penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan manusia serta stabilitas ekonomi peternak.
Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai langkah strategis yang dapat dilakukan, mulai dari peningkatan pengawasan, edukasi kepada masyarakat, hingga penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi wabah.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya pengendalian penyakit melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk vaksin dan obat-obatan.
Distribusi Vaksin dan Pendampingan Peternak
Selain pengendalian penyakit, perhatian juga diberikan pada distribusi vaksin serta layanan pengobatan bagi ternak, khususnya sapi dan kerbau yang menjadi komoditas utama di Lampung Utara.
Para dokter hewan menekankan pentingnya distribusi vaksin yang merata dan tepat sasaran guna memastikan kesehatan ternak tetap terjaga.
Pendampingan medis kepada para peternak juga menjadi fokus utama, mengingat masih banyak peternak yang membutuhkan edukasi terkait perawatan hewan yang baik dan benar.
Dengan adanya pendampingan yang intensif, diharapkan angka kematian ternak dapat ditekan, sehingga produktivitas peternakan dapat meningkat.
Peningkatan kualitas dan populasi ternak juga menjadi salah satu target utama yang ingin dicapai melalui program-program yang dirancang oleh pemerintah daerah.
Menjamin Keamanan Pangan Produk Hewan
Isu lain yang tidak kalah penting adalah keamanan pangan, khususnya produk hewan yang beredar di masyarakat seperti daging sapi dan ayam.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa seluruh produk hewan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan pengawasan yang ketat di berbagai titik, termasuk di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Para dokter hewan memiliki peran penting dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah pemotongan, guna memastikan bahwa daging yang dihasilkan layak konsumsi.
Selain itu, kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan seperti Idul Adha juga menjadi perhatian khusus. Pemerintah daerah berencana membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan yang dikurbankan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penguatan Hilirisasi Sektor Peternakan
Salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penguatan sektor hilirisasi peternakan. Hilirisasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk peternakan.
Bupati Lampung Utara menegaskan bahwa pengembangan industri pengolahan hasil ternak harus didukung dengan standar kesehatan yang tinggi.
Dalam hal ini, peran dokter hewan sangat penting dalam memberikan masukan teknis terkait standar kesehatan dan keamanan produk.
Dengan adanya hilirisasi, diharapkan produk peternakan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang dapat meningkatkan pendapatan daerah.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Sinergi Antar Perangkat Daerah
Keberhasilan dalam pengembangan sektor peternakan tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi yang kuat antar perangkat daerah.
Dalam pertemuan tersebut, terlihat adanya koordinasi yang baik antara Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.
Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, peran komunikasi publik juga menjadi kunci dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait kesehatan hewan dan keamanan pangan.
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Lampung Utara menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung upaya peningkatan kualitas sektor peternakan melalui berbagai kebijakan dan program yang berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk para dokter hewan, untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga kesehatan hewan dan meningkatkan produktivitas peternakan akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak guna mendapatkan masukan yang konstruktif.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan serap aspirasi ini, diharapkan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti dengan solusi yang tepat.
Para dokter hewan diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga diharapkan dapat terus memberikan dukungan yang diperlukan, baik dalam bentuk kebijakan maupun fasilitas pendukung.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan tenaga medis veteriner, sektor peternakan di Lampung Utara diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah.
Pada akhirnya, upaya ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ternak, tetapi juga untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan produk pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.
(*)
Redaksi Sumateranewstv





0Komentar