LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung kembali menunjukkan kinerja positif dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Operasi yang dimulai sejak 13 Maret 2026 ini berhasil mencatatkan penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Lampung, khususnya pada hari ke-13 pelaksanaan operasi.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Kamis (26/03/2026), tercatat hanya terjadi 2 kasus kecelakaan lalu lintas pada H-13 Lebaran tahun ini. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatat 4 kejadian. Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan berbagai upaya yang dilakukan aparat kepolisian dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran kepolisian serta sinergi dengan berbagai pihak terkait.
"Kami bersyukur tren kecelakaan lalu lintas pada hari ke-13 Operasi Ketupat Krakatau 2026 mengalami penurunan yang signifikan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini merupakan hasil dari peningkatan upaya preemtif dan preventif, termasuk edukasi di daerah rawan pelanggaran yang kami tingkatkan sebesar 169 persen," ujar Yuni.
Menurutnya, peningkatan kegiatan preemtif dan preventif menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Polisi tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya keselamatan berkendara.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, Polda Lampung mengedepankan pendekatan humanis melalui sosialisasi keselamatan berkendara, pembagian leaflet, serta imbauan langsung kepada pengendara di titik-titik rawan kecelakaan. Selain itu, penggunaan media sosial juga dimaksimalkan untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat luas.
Yuni juga mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. Ia menekankan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan istirahat jika merasa lelah. Selain itu, pastikan rumah yang ditinggalkan dalam keadaan aman untuk menghindari potensi gangguan kamtibmas," tambahnya.
Selain fokus pada penurunan angka kecelakaan, Polda Lampung juga mengintensifkan pengamanan di berbagai titik strategis seperti pelabuhan, jalur arteri, rest area, dan lokasi parkir penyeberangan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.
Subsatgas Patroli dan Pengaturan Lalu Lintas mencatat adanya peningkatan hingga 100 persen dalam intensitas pengaturan lalu lintas di berbagai titik tersebut. Kehadiran petugas di lapangan dinilai sangat efektif dalam mengurai kepadatan arus kendaraan, terutama pada jam-jam puncak arus mudik.
Petugas tidak hanya melakukan pengaturan lalu lintas, tetapi juga memberikan bantuan kepada pemudik yang mengalami kendala di perjalanan, seperti kendaraan mogok, kelelahan, maupun membutuhkan informasi arah. Hal ini menjadi bagian dari pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat.
Operasi Ketupat Krakatau sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Operasi ini melibatkan berbagai instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tenaga kesehatan.
Sinergi lintas sektor ini menjadi salah satu faktor utama keberhasilan dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik. Dengan koordinasi yang baik, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Polda Lampung juga memanfaatkan teknologi dalam mendukung pelaksanaan operasi. Pemantauan arus lalu lintas dilakukan secara real-time melalui CCTV yang terpasang di berbagai titik strategis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan langkah-langkah pengaturan yang tepat.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses informasi terkait kondisi lalu lintas melalui berbagai platform digital yang disediakan oleh Polda Lampung. Hal ini diharapkan dapat membantu pemudik dalam merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, Polda Lampung juga menggencarkan kampanye keselamatan berlalu lintas dengan berbagai slogan yang mudah dipahami. Kampanye ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam berkendara.
Upaya edukasi yang dilakukan tidak hanya menyasar pengendara kendaraan pribadi, tetapi juga pengemudi angkutan umum dan kendaraan barang. Hal ini penting mengingat peran mereka yang sangat besar dalam mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Di sisi lain, pengamanan terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan pemudik juga menjadi perhatian serius. Polisi melakukan patroli rutin di kawasan permukiman untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pencurian.
Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan kepada pihak kepolisian atau perangkat desa setempat jika akan meninggalkan rumah dalam waktu lama. Dengan demikian, pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Selain itu, Polda Lampung juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang ingin meninggalkan kendaraannya saat mudik. Layanan ini diberikan secara gratis sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Keberhasilan Operasi Ketupat Krakatau 2026 tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran untuk mematuhi aturan dan menjaga keselamatan menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Polda Lampung berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir pelaksanaan operasi. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Ke depan, Polda Lampung akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan, baik melalui peningkatan jumlah personel, penggunaan teknologi, maupun kerja sama dengan berbagai pihak.
Evaluasi terhadap pelaksanaan operasi juga akan terus dilakukan guna mengetahui kekurangan dan mencari solusi terbaik. Hal ini penting agar pelaksanaan operasi di tahun-tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik.
Operasi Ketupat Krakatau 2026 menjadi bukti nyata komitmen Polda Lampung dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya selama momentum mudik Lebaran yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan, dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara semakin meningkat.
Momentum Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ujian bagi semua pihak dalam menjaga keselamatan dan keamanan. Oleh karena itu, kerja sama antara aparat dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Polda Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Dengan demikian, perayaan Idul Fitri 1447 H dapat berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian.
Di akhir keterangannya, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun kembali menegaskan komitmen Polda Lampung untuk terus hadir di tengah masyarakat.
"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif selama perayaan Idul Fitri," tutupnya.
Dengan capaian positif yang telah diraih, Operasi Ketupat Krakatau 2026 diharapkan menjadi contoh keberhasilan dalam pengelolaan arus mudik yang aman dan tertib, tidak hanya di Lampung tetapi juga di seluruh Indonesia.
(Bidhumas Polda Lampung / Sumateranewstv)
