Kapolda Lampung Sambut Tim Wasops Ketupat 2026, Tegaskan Kesiapan Maksimal Pengamanan Arus Mudik dan Balik

Bandar Lampung, (Sumateranewstv.com) — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menegaskan komitmennya dalam memastikan kesiapan maksimal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 melalui penguatan berbagai aspek strategis, mulai dari pengamanan, pelayanan publik, pengawasan personel, hingga pemanfaatan teknologi berbasis digital dalam sistem monitoring.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. saat menyambut kedatangan Tim Pengawasan Operasi (Wasops) Ketupat 2026 dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri di Siger Lounge Mapolda Lampung, Senin (23/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka penguatan pengawasan operasional serta evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan jajaran Polda Lampung dalam menghadapi dinamika arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026.

Penguatan Pengawasan Operasional

Kedatangan Tim Wasops Ketupat 2026 Itwasum Polri merupakan agenda strategis yang bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan operasi berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), serta memenuhi prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengawas tersebut dan menegaskan bahwa seluruh jajaran Polda Lampung telah melakukan berbagai persiapan secara komprehensif.

“Seluruh perangkat pendukung operasi telah kami siapkan secara maksimal agar proses pengecekan dapat berjalan efektif dan menyeluruh. Kami ingin memastikan seluruh tahapan operasi berjalan tertib, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujar Kapolda.

Ia menjelaskan bahwa kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk personel, administrasi, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektoral dengan berbagai instansi terkait.

Koordinasi Lintas Sektoral dan Simulasi Lapangan

Dalam rangka memastikan kesiapan di lapangan, Polda Lampung telah melaksanakan serangkaian rapat internal dan rapat lintas sektoral bersama seluruh pemangku kepentingan.

Koordinasi ini melibatkan berbagai instansi, seperti pemerintah daerah, TNI, Dinas Perhubungan, Basarnas, serta pihak terkait lainnya yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik.

Selain itu, simulasi pengamanan juga telah dilakukan secara langsung dan dipimpin oleh Kapolda Lampung. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel serta memastikan seluruh prosedur dapat dijalankan dengan baik di lapangan.

“Simulasi ini sangat penting untuk mengidentifikasi potensi kendala dan memastikan setiap personel memahami tugas serta tanggung jawabnya,” jelas Kapolda.

Inovasi Digital melalui Aplikasi Siger Presisi

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Polda Lampung adalah penggunaan aplikasi Siger Presisi.

Aplikasi ini dirancang sebagai sarana monitoring pos-pos pengamanan secara real-time, sehingga memudahkan pimpinan dalam melakukan pengawasan terhadap situasi di lapangan.

Kapolda Lampung menyebutkan bahwa aplikasi tersebut mendapat perhatian khusus dari Kapolri dan dinilai memiliki potensi untuk dijadikan sebagai percontohan bagi Polda lainnya.

“Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan tepat berdasarkan data yang akurat.

Kesiapan Pos Pengamanan dan Pelayanan

Dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026, Polda Lampung telah menyiapkan total 57 pos pengamanan, 19 pos pelayanan, serta 1 pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis.

Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pengamanan sekaligus pelayanan bagi masyarakat, terutama bagi para pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Selain itu, skema rest area juga telah dipersiapkan secara bertahap untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Pada kondisi kuning, disiapkan 5 rest area untuk mengatasi antrean sepanjang 0,5 hingga 1 kilometer. Sementara pada kondisi merah, jumlah rest area dapat ditingkatkan menjadi 10 untuk mengatasi antrean hingga 4 kilometer.

Kesiapan Sektor Kesehatan

Aspek kesehatan juga menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan operasi ini. Polda Lampung memastikan bahwa seluruh tenaga medis tetap siaga selama operasi berlangsung.

Sesuai dengan instruksi pemerintah daerah, tenaga kesehatan tidak diperkenankan mengambil cuti guna menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Hal ini penting mengingat potensi kelelahan dan gangguan kesehatan yang dapat dialami oleh para pemudik selama perjalanan.

Penguatan Transportasi Laut dan Mitigasi Bencana

Dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang di jalur penyeberangan, Polda Lampung bersama instansi terkait telah menyiapkan 18 kapal evakuasi.

Kapal-kapal tersebut berasal dari berbagai unsur, seperti Polri, TNI, Basarnas, STP, dan KPRT, dengan total 462 kru yang siap siaga.

Selain itu, atas arahan pimpinan Polri, juga dilakukan penambahan kapal berkapasitas besar untuk meningkatkan daya tampung evakuasi di kawasan penyeberangan, khususnya di wilayah Bakauheni.

Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi kepadatan penumpang serta memastikan keselamatan masyarakat.

Evaluasi Teknis Penyeberangan

Kapolda Lampung juga menyoroti pentingnya evaluasi teknis dalam sistem penyeberangan, termasuk pengalaman keterlambatan yang pernah terjadi akibat penambahan kapal dari lintasan tertentu.

Namun, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu jadwal reguler penyeberangan.

Implementasi kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri juga terus diperkuat, khususnya dalam pengaturan kendaraan.

Kendaraan roda empat serta kendaraan sumbu tiga ke atas diarahkan ke pelabuhan swasta guna mengurangi beban di pelabuhan utama.

Respons Positif Masyarakat

Kapolda Lampung menyampaikan bahwa hingga saat ini, respons masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Lampung relatif positif.

Hal ini menjadi indikator bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh jajaran kepolisian berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini respons masyarakat relatif positif. Ini menjadi indikator bahwa kerja keras seluruh personel di lapangan berjalan baik,” ungkapnya.

Ia berharap situasi yang kondusif ini dapat terus terjaga hingga berakhirnya arus balik Lebaran.

Apresiasi dari Tim Wasops Itwasum Polri

Sementara itu, Ketua Tim Wasops Ketupat 2026 Itwasum Polri Brigjen Pol. Susanto, S.I.K., M.H. memberikan apresiasi atas kesiapan Polda Lampung.

Ia menilai bahwa Polda Lampung menunjukkan performa yang sangat baik, termasuk dalam hal publikasi dan pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, kehadiran Polda Lampung di ruang media sosial juga menunjukkan respons positif dari masyarakat, yang menjadi indikator keberhasilan dalam membangun komunikasi publik.

Pentingnya Tata Kelola Administrasi

Brigjen Pol. Susanto juga menekankan bahwa kehadiran Tim Wasops tidak hanya untuk melakukan penilaian di lapangan, tetapi juga memastikan tata kelola administrasi dan anggaran berjalan dengan baik.

Hal ini penting agar pelaksanaan operasi tidak hanya sukses secara operasional, tetapi juga memiliki pertanggungjawaban yang kuat dari sisi administrasi dan keuangan.

“Pengawasan administrasi menjadi bagian penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan operasi,” ujarnya.

Pengawasan Personel di Lapangan

Tim Wasops juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap personel di lapangan, khususnya di kawasan strategis seperti Bakauheni.

Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan seluruh anggota bekerja sesuai prosedur dan terhindar dari pelanggaran selama operasi berlangsung.

Disiplin dan integritas personel menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Komitmen Pelayanan Terbaik

Kedatangan Tim Wasops Ketupat 2026 Itwasum Polri di Polda Lampung berlangsung dengan tertib dan lancar. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen kuat Polda Lampung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa seluruh jajaran akan terus bekerja maksimal untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.

Harapan ke Depan

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Lampung dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan operasi ini.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga sangat diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran.

Penutup

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menjadi momentum penting bagi Polda Lampung untuk menunjukkan profesionalisme dan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak serta pemanfaatan teknologi modern, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik dapat berjalan dengan optimal.

Komitmen ini menjadi bukti nyata bahwa Polri terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

(Bidhumas Polda Lampung / Sumateranewstv)