Uji Bela Diri Berkala UKP 1 Juli 2026 Digelar di Mapolres Tulang Bawang Barat, Libatkan Tiga Polres

Tulang Bawang Barat (Sumateranewstv.com) — Dalam rangka meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan fisik, serta kemampuan teknis personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) Polda Lampung selaku tuan rumah menyelenggarakan Ujian Bela Diri Berkala Periode 1 Juli 2026 sebagai salah satu syarat utama dalam Usulan Kenaikan Pangkat (UKP) bagi anggota Polri.

Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Mapolres Tulang Bawang Barat dan merupakan bagian dari sistem rayonisasi yang melibatkan tiga Polres, yakni Polres Tulang Bawang Barat, Polres Mesuji, dan Polres Tulang Bawang. Sebanyak 123 personel dari ketiga Polres tersebut mengikuti rangkaian ujian yang berlangsung pada Rabu, (04/02/2026) pagi, dengan penuh semangat, disiplin, dan dedikasi tinggi.

Ujian Bela Diri Berkala ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses pembinaan karier anggota Polri. Tidak hanya menjadi syarat administratif untuk kenaikan pangkat, ujian ini juga menjadi tolok ukur kesiapan fisik, mental, dan penguasaan teknik bela diri yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Ujian Bela Diri Berkala sebagai Syarat Mutlak Kenaikan Pangkat

Ujian Bela Diri Berkala Polri merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh anggota Polri yang mengajukan usulan kenaikan pangkat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembinaan sumber daya manusia Polri yang menempatkan aspek kesiapan fisik, ketangkasan, serta kemampuan bela diri sebagai komponen penting dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.

Bela diri Polri bukan sekadar keterampilan olahraga, tetapi merupakan bagian integral dari kemampuan teknis kepolisian yang harus dikuasai oleh setiap personel. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, anggota Polri sering dihadapkan pada situasi yang menuntut kemampuan pengendalian diri, penanganan pelaku kejahatan, serta perlindungan terhadap masyarakat dan diri sendiri.

Oleh karena itu, penguasaan bela diri menjadi modal penting bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Polres Tubaba Jadi Tuan Rumah, Terapkan Sistem Rayonisasi

Polres Tulang Bawang Barat Polda Lampung dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Ujian Bela Diri Berkala Periode 1 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sistem rayonisasi, yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta pemerataan pelaksanaan ujian di wilayah hukum Polda Lampung.

Melalui sistem rayonisasi, personel dari beberapa Polres dapat mengikuti ujian secara terpusat di satu lokasi. Dalam kegiatan ini, Polres Tubaba menjadi pusat pelaksanaan bagi personel dari Polres Tulang Bawang Barat, Polres Mesuji, dan Polres Tulang Bawang.

Dengan melibatkan tiga Polres sekaligus, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi, pertukaran pengalaman, serta penguatan soliditas antar personel lintas satuan wilayah.

Diikuti 123 Personel dari Tiga Polres

Sebanyak 123 personel dari ketiga Polres mengikuti ujian bela diri berkala ini. Para peserta terdiri dari berbagai jenjang kepangkatan dan satuan fungsi yang sedang mengajukan usulan kenaikan pangkat periode 1 Juli 2026.

Sejak pagi hari, para peserta telah mempersiapkan diri dengan melakukan pemanasan, pengecekan perlengkapan, serta mengikuti arahan dari panitia dan tim penguji. Suasana di Lapangan Mapolres Tubaba tampak penuh semangat, namun tetap tertib dan disiplin.

Setiap peserta menunjukkan keseriusan dalam mengikuti seluruh rangkaian ujian, sebagai bentuk komitmen untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat sekaligus meningkatkan kualitas diri sebagai anggota Polri.

Tim Uji dari Polda Lampung Lakukan Pengawasan Ketat

Pelaksanaan ujian dipimpin langsung oleh Tim Uji dari Polda Lampung yang diketuai oleh Kabagwatpers Ro SDM Polda Lampung, Kompol Sukamso, S.Pd. Tim penguji melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh rangkaian tes, guna memastikan bahwa proses penilaian berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Tim Uji tidak hanya melakukan penilaian terhadap kemampuan bela diri, tetapi juga mengawasi aspek kedisiplinan, keselamatan, serta kepatuhan peserta terhadap prosedur yang berlaku.

Rangkaian ujian meliputi uji jasmani dan uji bela diri Polri, yang dirancang untuk mengukur kekuatan fisik, ketahanan, koordinasi gerak, serta penguasaan teknik bela diri sesuai kurikulum yang berlaku di lingkungan Polri.

Penekanan pada Objektivitas dan Standar Penilaian

Kabagwatpers Ro SDM Polda Lampung, Kompol Sukamso, S.Pd., menegaskan bahwa penilaian dalam ujian ini dilakukan secara objektif dan profesional. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap peserta yang dinyatakan lulus benar-benar memenuhi standar kemampuan yang dipersyaratkan.

Menurutnya, ujian bela diri bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan instrumen penting dalam memastikan kesiapan personel dalam menghadapi tantangan tugas di lapangan.

“Kami menekankan agar seluruh peserta melaksanakan ujian dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan ketentuan olahraga dan bela diri Polri, serta tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Kompol Sukamso.

Pernyataan Kapolres Tubaba Melalui Kabag SDM

Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Tubaba, AKP A. Pancarudin, S.H., M.M., menyampaikan bahwa ujian bela diri merupakan salah satu persyaratan wajib dalam pengajuan kenaikan pangkat bagi personel Polri.

Menurut AKP A. Pancarudin, setiap personel yang mengajukan UKP harus dinyatakan lulus dalam ujian bela diri sebagai bukti kesiapan fisik dan kemampuan teknis yang memadai.

“Ujian bela diri merupakan salah satu persyaratan wajib untuk mengajukan kenaikan pangkat. Penilaian dilakukan secara objektif guna memastikan kesiapan fisik dan kemampuan bela diri setiap peserta,” ujar Kabag SDM.

Ajang Pemantapan Mental dan Profesionalisme

Lebih lanjut, Kabag SDM menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penilaian fisik semata, tetapi juga menjadi ajang pemantapan mental, disiplin, dan profesionalisme anggota Polri.

Melalui ujian ini, personel dilatih untuk menghadapi tekanan, menjaga fokus, serta menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap setiap tahapan yang harus dilalui.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk mental yang tangguh dan sikap profesional. Kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh hasil terbaik dan lulus seluruh tahapan seleksi UKP,” tambahnya.

Tiga Unsur Utama dalam Penilaian

Kompol Sukamso, S.Pd., menjelaskan bahwa terdapat tiga unsur utama dalam penilaian ujian bela diri, yaitu ketepatan gerakan, penguasaan teknik, serta semangat peserta.

Ketepatan gerakan menjadi indikator sejauh mana peserta mampu mengikuti instruksi dan melakukan teknik bela diri sesuai standar. Penguasaan teknik mencerminkan tingkat pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik-teknik bela diri Polri.

Sementara itu, semangat peserta juga menjadi faktor penting, karena mencerminkan motivasi, kesiapan mental, serta dedikasi dalam mengikuti proses pembinaan karier di lingkungan Polri.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Dalam pelaksanaan ujian, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Panitia dan tim penguji memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan faktor keamanan dan kesehatan peserta.

Peserta diimbau untuk melakukan pemanasan dengan benar, mengikuti instruksi dengan disiplin, serta segera melaporkan apabila mengalami kendala fisik selama pelaksanaan ujian.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko cedera dan memastikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan kondisi yang optimal.

Ujian Bela Diri sebagai Bagian dari Pembinaan SDM Polri

Ujian Bela Diri Berkala merupakan bagian dari sistem pembinaan sumber daya manusia Polri yang berkelanjutan. Melalui sistem ini, Polri berupaya memastikan bahwa setiap personel yang naik pangkat memiliki kualitas yang seimbang antara kemampuan teknis, fisik, mental, dan integritas.

Kenaikan pangkat tidak hanya dipandang sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai amanah dan tanggung jawab yang lebih besar. Oleh karena itu, setiap tahapan seleksi, termasuk ujian bela diri, harus dilalui dengan sungguh-sungguh.

Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Tantangan Tugas

Dengan mengikuti ujian bela diri berkala, diharapkan setiap personel semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan situasi sosial yang dinamis, potensi konflik, serta kebutuhan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Kemampuan bela diri menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga keselamatan personel sekaligus memastikan tindakan kepolisian dilakukan secara profesional dan proporsional.

Soliditas Antar Polres Semakin Terbangun

Kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam memperkuat soliditas dan kebersamaan antar personel dari tiga Polres yang terlibat. Melalui interaksi langsung selama kegiatan, terbangun komunikasi yang lebih baik, rasa kebersamaan, serta semangat saling mendukung.

Soliditas ini menjadi modal penting dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian yang sering kali membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan lintas satuan.

Harapan ke Depan

Dengan terselenggaranya Ujian Bela Diri Berkala UKP Periode 1 Juli 2026 ini, diharapkan seluruh personel yang mengikuti ujian dapat memperoleh hasil terbaik dan dinyatakan lulus sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Keberhasilan dalam ujian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kebugaran fisik, serta mengembangkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, seluruh personel diharapkan mampu melewati proses ini dengan hasil maksimal sebagai bentuk kesiapan mereka untuk mengemban tanggung jawab yang lebih tinggi seiring dengan kenaikan pangkat yang diusulkan.

Penutup

Pelaksanaan Ujian Bela Diri Berkala UKP 1 Juli 2026 di Mapolres Tulang Bawang Barat yang melibatkan tiga Polres ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membina kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memastikan bahwa setiap personel yang naik pangkat benar-benar siap secara fisik, mental, dan teknis untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.

Dengan pelaksanaan yang tertib, objektif, dan mengutamakan keselamatan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan profesionalisme Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Lampung.

(humas_tubaba)

Redaksi Sumateranewstv.com