LAMPUNG UTARA, (Sumateranewstv.com) – Di bawah langit siang yang perlahan meredup di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sribasuki , suasana haru dan penuh makna menyelimuti kawasan (TPU) Sribasuki. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sosok Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos, M.Si, Han, kembali ke tanah kelahirannya untuk menunaikan satu hal yang sangat pribadi sekaligus sarat makna, yakni berziarah ke makam kedua orang tuanya.
Kehadiran seorang jenderal dengan pangkat bintang dua di tengah masyarakat bukanlah sekadar kunjungan biasa. Momen tersebut menghadirkan pesan moral yang mendalam, bahwa setinggi apa pun jabatan yang disandang seseorang, nilai bakti kepada orang tua tetap menjadi hal utama yang tidak pernah luntur oleh waktu maupun jabatan.
Langkah tegap sang jenderal perlahan memasuki area pemakaman dengan penuh ketenangan. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab besar memimpin wilayah teritorial militer : Panglima Kodam XXI/Raden Intan, ia menyempatkan diri untuk kembali ke akar kehidupannya, mengenang jasa dan kasih sayang kedua orang tuanya yang telah membesarkan dan membentuk karakter dirinya hingga menjadi seperti sekarang.
Kembali ke Akar Kehidupan
Ziarah yang dilakukan bukan hanya sekadar ritual tahunan menjelang bulan puasa. Bagi Mayjen TNI Kristomei Sianturi, momen ini merupakan refleksi perjalanan hidup, sekaligus bentuk penghormatan tertinggi kepada sosok yang telah memberikan pondasi nilai kehidupan.
Di hadapan nisan mendiang Dra. Hj. Nuril Huda Roibi dan Mangatas Sianturi, ia berdiri dengan penuh khidmat. Suasana hening menyelimuti area pemakaman saat doa-doa dipanjatkan. Sesekali terlihat kerabat dan keluarga yang hadir turut larut dalam suasana haru, menyaksikan sosok pemimpin yang tetap menunjukkan kerendahan hati dan ketulusan.
Kehadiran sang jenderal di tengah masyarakat membawa nuansa kebanggaan tersendiri bagi warga sekitar. Banyak warga yang mengaku terinspirasi oleh kesederhanaan dan sikap hormat yang ditunjukkan, terlebih di tengah kesibukan menjalankan tugas negara.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan memang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Namun, kehadiran seorang perwira tinggi militer dalam suasana yang begitu sederhana memberikan makna tersendiri bahwa nilai spiritualitas dan budaya tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang pemimpin.
Pesan Keteladanan Seorang Pemimpin
Bagi kalangan prajurit dan masyarakat, momen tersebut menjadi contoh nyata tentang bagaimana seorang pemimpin harus tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Sikap hormat kepada orang tua merupakan cerminan karakter yang kuat dan menjadi fondasi kepemimpinan yang berintegritas.
Kerabat yang hadir di lokasi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan pribadi, tetapi juga bentuk pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga dan menghargai jasa orang tua.
Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari filosofi yang dipegang teguh oleh institusi TNI, yang selalu menekankan pentingnya karakter, disiplin, dan moralitas dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.
Keteladanan yang ditunjukkan oleh Mayjen Kristomei Sianturi memberikan inspirasi bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya diukur dari kemampuan strategis dan keberanian, tetapi juga dari ketulusan hati dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur kehidupan.
Suasana Khidmat dan Penuh Haru
Rabu siang itu, suasana di pemakaman terasa begitu khusyuk. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh ketenangan, diiringi semilir angin yang seolah menambah kekhidmatan prosesi ziarah. Sinar matahari yang mulai meredup memberikan kesan hangat sekaligus damai.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi oleh sejumlah pejabat dan prajurit, termasuk Dandim 0412/LU Letkol Inf Roni Faturohman, Danramil 412-04/Kotabumi Kapten Inf Harpian Sari, jajaran Babinsa, serta keluarga besar yang turut hadir.
Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan solidaritas dalam keluarga besar militer. Momen tersebut memperlihatkan bahwa hubungan kekeluargaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan prajurit.
Makna Ziarah Menjelang Ramadhan
Ziarah kubur menjelang bulan suci memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Tradisi ini menjadi pengingat akan kehidupan yang fana, sekaligus kesempatan untuk mendoakan orang tua dan keluarga yang telah berpulang.
Bagi Mayjen Kristomei Sianturi, momen ini menjadi refleksi diri sekaligus penguatan spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Ia menunjukkan bahwa keseimbangan antara tugas negara dan kehidupan spiritual merupakan hal yang penting untuk dijaga.
Kegiatan tersebut juga menjadi simbol bahwa seorang pemimpin harus memiliki kedekatan dengan nilai-nilai keagamaan, karena dari sanalah lahir kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Kebanggaan Masyarakat Lampung Utara
Bagi masyarakat Kotabumi, Lampung Utara sosok Mayjen Kristomei Sianturi merupakan kebanggaan tersendiri. Putra daerah yang berhasil mencapai posisi strategis di lingkungan militer nasional menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berusaha dan mengabdikan diri kepada bangsa.
Warga yang menyaksikan langsung momen ziarah tersebut mengaku merasa bangga sekaligus terharu. Mereka melihat sosok pemimpin yang tetap sederhana dan tidak melupakan asal-usulnya.
Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar, bekerja keras, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan.
Nilai Humanis dalam Kepemimpinan
Kepemimpinan yang humanis menjadi salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap nilai keluarga merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Melalui momen ziarah tersebut, Mayjen Kristomei Sianturi menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya harus tegas dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan spiritual.
Hal ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari keseimbangan antara profesionalitas dan nilai kemanusiaan.
Doa dan Harapan Keluarga
Seluruh keluarga besar yang hadir turut memanjatkan doa agar almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilaf, dan diterima amal ibadahnya.
Suasana penuh kehangatan terlihat saat keluarga saling berbagi cerita dan kenangan tentang sosok orang tua yang telah memberikan banyak pelajaran hidup. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa keluarga adalah tempat kembali yang selalu memberikan kekuatan.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah perjalanan hidup Mayjen Kristomei Sianturi menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih cita-cita tanpa melupakan nilai-nilai keluarga dan budaya.
Kesuksesan yang diraih bukanlah alasan untuk melupakan asal-usul, melainkan harus menjadi motivasi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Nilai kerja keras, disiplin, dan ketulusan yang ditunjukkan menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh karakter yang kuat.
Menjaga Tradisi dan Spiritualitas
Tradisi ziarah kubur merupakan bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua, tradisi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Momen tersebut mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sehingga penting bagi setiap individu untuk terus berbuat kebaikan dan meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi sesama.
Penutup
Kunjungan Mayjen TNI Kristomei Sianturi ke makam orang tuanya di TPU Sribasuki bukan hanya sekadar kegiatan pribadi, tetapi juga menghadirkan pesan moral yang mendalam bagi masyarakat. Keteladanan, kerendahan hati, dan bakti kepada orang tua menjadi nilai utama yang tercermin dalam momen tersebut.
Di tengah kesibukan menjalankan tugas negara, ia menunjukkan bahwa menghormati orang tua dan menjaga nilai spiritual tetap menjadi prioritas dalam kehidupan. Hal ini menjadi inspirasi bagi semua pihak bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hati yang tulus dan karakter yang kuat.
Momen penuh haru tersebut menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun pencapaian seseorang, akar kehidupan dan nilai keluarga tetap menjadi fondasi yang tidak tergantikan. Semoga teladan yang ditunjukkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
(*)
Redaksi






