Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Songsong Ramadhan 1447 H, Jadi Wahana Pembinaan Karakter Pelajar di Lampung Utara

Kotabumi, Lampung Utara (Sumateranewstv.com) – Suasana penuh kegembiraan dan semangat religius menyelimuti pusat Kota Kotabumi pada Rabu, 11 Februari 2026. Ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan organisasi masyarakat tumpah ruah di jalanan utama kota dalam rangka mengikuti Pawai Songsong Ramadhan 1447 Hijriyah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, sekaligus menjadi sarana syiar Islam dan pembinaan karakter generasi muda.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, keimanan, dan edukasi moral, Pawai Songsong Ramadhan tahun 2026 berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi para pelajar untuk menumbuhkan nilai-nilai religius, disiplin, serta kecintaan terhadap tradisi keagamaan.

Pawai Dibuka Langsung oleh Bupati Lampung Utara

Pawai Songsong Ramadhan secara resmi dibuka dan dilepas langsung oleh Dr. Hamartoni Ahadis,M.Si, Bupati Lampung Utara, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lampung Utara, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Utara.

Pelepasan peserta pawai dipusatkan di Halaman Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara. Sejak pagi hari, ribuan peserta telah memadati lokasi dengan mengenakan atribut Islami yang beragam dan kreatif. Bendera, spanduk, poster bernuansa Ramadhan, hingga kostum islami menghiasi barisan peserta, menciptakan pemandangan yang semarak dan penuh warna.

Setelah dilepas oleh Bupati, rombongan pawai bergerak menyusuri rute Jalan Jenderal Sudirman dan berakhir di Taman Olah Seni Kotabumi. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan pawai, bahkan banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.

Ribuan Peserta dari Berbagai Jenjang Pendidikan

Panitia pelaksana mencatat, total peserta yang mengikuti Pawai Songsong Ramadhan tahun ini mencapai 3.590 orang. Jumlah tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan organisasi keagamaan yang ada di Kabupaten Lampung Utara.

Rinciannya, sebanyak 1.300 peserta berasal dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Sementara dari jenjang Sekolah Dasar (SD), tercatat 26 lembaga pendidikan yang mengikutsertakan 780 peserta. Dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdapat 8 lembaga dengan total 240 peserta.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan 2 lembaga PCRA, organisasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dengan 30 peserta, serta 30 peserta dari tim drumband yang turut memeriahkan suasana dengan irama musik yang membangkitkan semangat.

Keikutsertaan peserta dari berbagai usia ini menunjukkan bahwa Pawai Songsong Ramadhan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukatif lintas generasi dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.

Antusiasme Peserta dan Dukungan Masyarakat

Antusiasme peserta terlihat jelas sejak awal hingga akhir kegiatan. Anak-anak RA dan TK tampak ceria mengikuti pawai dengan didampingi guru dan orang tua. Mereka mengenakan busana muslim yang rapi dan membawa atribut sederhana bertuliskan pesan-pesan Ramadhan.

Para pelajar tingkat SD dan SMP tampil lebih variatif dan kreatif. Beberapa kelompok menampilkan miniatur masjid, replika bedug, hingga poster ajakan berpuasa dan meningkatkan ibadah. Tidak sedikit pula yang menampilkan yel-yel Islami dan lantunan shalawat sepanjang perjalanan pawai.

Dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting kesuksesan kegiatan ini. Warga yang berada di sepanjang rute pawai dengan sukarela memberikan ruang dan menjaga ketertiban. Aparat keamanan dari Polres Lampung Utara dan Satpol PP turut melakukan pengamanan sehingga kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif.

Momentum Syiar Islam dan Persiapan Menyambut Ramadhan

Pawai Songsong Ramadhan merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang telah menjadi tradisi tahunan di Kabupaten Lampung Utara. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita, kesiapan spiritual, dan semangat memperbaiki diri.

Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah, rahmat, dan maghfirah. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Pawai ini menjadi simbol kesiapan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta berbagai amalan kebaikan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memahami makna Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri, peningkatan keimanan, dan penguatan solidaritas sosial.

Sambutan Bupati: Ramadhan sebagai Benteng Moral

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai benteng pertahanan moral di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.

“Beberapa hari lagi kita akan dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh dengan berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah SWT, yaitu bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Sudah sepatutnya kita sambut dengan rasa syukur dan suka cita,” ujar Bupati.

Ia menekankan bahwa tantangan moral generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai keagamaan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi fondasi kuat dalam menghadapi pengaruh negatif zaman.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan akhlak mulia kepada anak-anak kita. Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat karakter,” tambahnya.

Pembinaan Karakter Pelajar Melalui Kegiatan Keagamaan

Pawai Songsong Ramadhan juga dipandang sebagai wahana strategis dalam pembinaan karakter pelajar. Keterlibatan langsung para pelajar dalam kegiatan keagamaan di ruang publik memberikan pengalaman nyata tentang pentingnya nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para pelajar dilatih untuk disiplin, bekerja sama dalam kelompok, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Mereka juga belajar untuk mengekspresikan kreativitas dalam koridor nilai-nilai keislaman.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara meyakini bahwa pembinaan karakter tidak cukup dilakukan di dalam ruang kelas saja, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat.

Harapan ke Depan

Dengan suksesnya pelaksanaan Pawai Songsong Ramadhan 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan kegiatan positif seperti ini.

Melalui momentum Ramadhan, seluruh elemen masyarakat diajak untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang religius, aman, dan harmonis.

Pawai Songsong Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menjadi penerus pembangunan Kabupaten Lampung Utara di masa depan. (ADV)

Redaksi Sumateranewstv