Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Songsong Ramadhan, Wujud Syiar Islam dan Pembinaan Karakter Bagi Para Pelajar

Kotabumi (Sumateranewstv.com) – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara kembali menggelar kegiatan Pawai Songsong Ramadhan yang berlangsung meriah dan penuh semangat, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, organisasi keagamaan, serta elemen masyarakat lainnya. Pawai ini tidak hanya menjadi ajang seremonial menyambut bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam sekaligus wahana pembinaan karakter bagi para pelajar di Kabupaten Lampung Utara.

Suasana penuh keceriaan dan semangat religius tampak sejak pagi hari di halaman Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Ribuan peserta memadati lokasi dengan berbagai atribut Islami, busana muslim, spanduk, serta hiasan bertema Ramadhan. Kegiatan ini menjadi momentum tahunan yang selalu dinanti masyarakat sebagai simbol kegembiraan menyambut bulan suci yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang terlibat dalam Pawai Songsong Ramadhan tahun ini mencapai 3.590 orang. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan organisasi, di antaranya sebanyak 1.300 peserta dari tingkat RA dan TK, 780 peserta dari jenjang Sekolah Dasar yang melibatkan 26 lembaga, 240 peserta dari tingkat SMP yang terdiri dari 8 lembaga, serta 2 lembaga PCRA dan BKMT dengan total 30 peserta. Selain itu, turut memeriahkan kegiatan ini sebanyak 30 peserta drumband yang menambah semarak suasana pawai.

Dibuka Langsung oleh Bupati Lampung Utara

Pawai Songsong Ramadhan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., yang didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lampung Utara serta jajaran Tim Penggerak PKK (TP-PKK). Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis melepas rombongan peserta pawai dari halaman Pemda Kabupaten Lampung Utara.

Rute pawai dimulai dari halaman Pemda, kemudian menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di Taman Olah Seni. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta pawai yang berjalan tertib dan penuh semangat. Anak-anak, pelajar, guru, serta para pendamping terlihat kompak membawa atribut bernuansa Islami, seperti miniatur masjid, bedug, poster bertuliskan pesan-pesan Ramadhan, serta spanduk bertema ajakan untuk meningkatkan ibadah.

Antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa Pawai Songsong Ramadhan telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di Kabupaten Lampung Utara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Wujud Syiar Islam dan Persiapan Spiritual Menyambut Ramadhan

Selain sebagai kegiatan seremonial, Pawai Songsong Ramadhan juga menjadi salah satu bentuk nyata syiar Agama Islam di Kabupaten Lampung Utara. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat menumbuhkan semangat keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, serta memperbaiki kualitas diri. Oleh karena itu, melalui Pawai Songsong Ramadhan, masyarakat diajak untuk menyambut bulan suci dengan penuh suka cita, rasa syukur, serta niat yang tulus untuk memperbaiki diri.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti berpuasa dengan penuh keikhlasan, melaksanakan shalat tarawih, membaca dan mengkaji Al-Qur’an melalui tadarusan, memperbanyak sedekah, serta menjaga akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan Bupati: Ramadhan Sebagai Benteng Moral

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai benteng pertahanan moral di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Menurutnya, kemajuan zaman membawa banyak manfaat, namun juga tidak terlepas dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak moral, terutama bagi generasi muda.

“Beberapa hari lagi kita akan dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh dengan berkah, rahmat, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah SWT, yaitu bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Sudah sepatutnya kita sambut dengan suka cita, penuh rasa syukur, dan kesiapan lahir batin,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab kepada anak-anak dan pelajar.

“Di tengah kemajuan teknologi dan informasi saat ini, kita harus mampu membentengi diri dan anak-anak kita dari pengaruh negatif. Ramadhan menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat iman dan takwa, memperbaiki akhlak, serta membangun karakter yang kuat,” tambahnya.

Pembinaan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan

Pawai Songsong Ramadhan juga memiliki makna strategis sebagai wahana pembinaan karakter bagi para pelajar. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat memahami makna Ramadhan tidak hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia.

Nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini antara lain keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan, serta semangat kebersamaan dan gotong royong. Semua nilai tersebut sangat penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Para guru dan pendamping yang turut serta dalam pawai juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang efektif bagi anak-anak. Dengan mengikuti pawai, anak-anak belajar tentang kebersamaan, keteraturan, serta pentingnya menghormati nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Antusiasme Peserta dan Dukungan Masyarakat

Antusiasme peserta terlihat jelas dari semangat yang ditunjukkan selama pawai berlangsung. Anak-anak dari tingkat RA dan TK tampil dengan busana muslim yang lucu dan penuh warna. Para siswa SD dan SMP juga menunjukkan kreativitas mereka melalui berbagai atribut dan yel-yel yang bernuansa Islami.

Di sepanjang rute pawai, masyarakat yang menyaksikan kegiatan ini tampak memberikan dukungan dan apresiasi. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, sementara sebagian lainnya memberikan semangat kepada para peserta. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan menjadi cerminan kuatnya nilai-nilai sosial dan religius di Kabupaten Lampung Utara.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, organisasi keagamaan, serta instansi pemerintah, menjadi faktor penting dalam kesuksesan kegiatan ini. Sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Makna Strategis Pawai Songsong Ramadhan

Pawai Songsong Ramadhan tidak hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi memiliki makna strategis dalam konteks pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lampung Utara. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, sehingga dapat membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.

Dalam jangka panjang, pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya masyarakat yang religius, toleran, dan berakhlak mulia. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, antar lembaga pendidikan, serta antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Lampung Utara.

Harapan ke Depan

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap agar Pawai Songsong Ramadhan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas yang semakin baik. Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pawai, tetapi juga dapat dikemas dengan berbagai kegiatan edukatif lainnya, seperti lomba-lomba Islami, pengajian, dan kegiatan sosial yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Dengan demikian, Pawai Songsong Ramadhan tidak hanya menjadi simbol penyambutan bulan suci, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Kabupaten Lampung Utara.

Penutup

Pawai Songsong Ramadhan 1447 Hijriyah di Kabupaten Lampung Utara tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat religius dan kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat. Dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan organisasi, kegiatan ini tidak hanya menyemarakkan suasana menjelang Ramadhan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam pembinaan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan karakter yang kuat, mereka diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang cerdas, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa, negara, dan khususnya Kabupaten Lampung Utara.

Dengan penuh suka cita, masyarakat Lampung Utara menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, seraya berharap agar bulan penuh berkah ini membawa kebaikan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh umat. (*)

Redaksi