TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Polda Lampung Gelar Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Ini 9 Sasarannya

Polda Lampung Gelar Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Ini 9 Sasarannya

Daftar Isi
×

SUMATERANEWSTV, BANDAR LAMPUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama seluruh jajaran resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “Keselamatan Krakatau 2026”. Operasi ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang biasanya diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Operasi ini merupakan bagian dari agenda nasional Polri dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Melalui Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan situasi lalu lintas yang aman, nyaman, dan kondusif, baik bagi masyarakat Lampung maupun para pengguna jalan dari luar daerah yang melintas di wilayah Provinsi Lampung.

Operasi Digelar Selama 14 Hari

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Krakatau 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 Februari hingga 15 Februari 2026.

Dalam keterangannya kepada awak media, Senin (2/2/2026), Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan yang bersifat preemtif dan preventif, dengan mengutamakan edukasi kepada masyarakat serta pendekatan humanis dalam penegakan hukum.

“Operasi ini mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang bersifat edukatif serta humanis. Tujuannya tentu untuk meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas dan menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.

Pendekatan humanis ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata karena adanya penindakan, tetapi sebagai kebutuhan bersama demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Menjawab Tantangan Peningkatan Pelanggaran Lalu Lintas

Dalam paparannya, Kabid Humas Polda Lampung juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data hasil evaluasi, tren pelanggaran lalu lintas di wilayah Provinsi Lampung mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan antara tahun 2024 dan 2025.

Jumlah total pelanggaran, baik yang terdeteksi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun melalui teguran langsung, tercatat mengalami kenaikan hingga 140 persen, dari 13.871 pelanggaran pada tahun 2024 menjadi 33.300 pelanggaran pada tahun 2025.

Peningkatan angka pelanggaran ini menjadi indikator bahwa masih terdapat tantangan besar dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Faktor meningkatnya jumlah kendaraan, pertumbuhan aktivitas ekonomi, serta meningkatnya mobilitas masyarakat turut menjadi pemicu meningkatnya potensi pelanggaran lalu lintas.

“Meskipun angka kecelakaan lalu lintas turun tipis sekitar 2 persen, namun angka luka berat justru mengalami kenaikan sebesar 13 persen. Hal inilah yang menjadi perhatian kami untuk terus membangun budaya tertib lalu lintas di masyarakat,” tambah Kombes Pol Yuni.

Fokus pada Penurunan Fatalitas Kecelakaan

Operasi Keselamatan Krakatau 2026 tidak hanya bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, tetapi juga difokuskan untuk menekan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.

Polda Lampung menilai bahwa setiap kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa maupun luka berat merupakan kerugian besar, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat dan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Oleh karena itu, melalui operasi ini, jajaran kepolisian berupaya membangun kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat penegak hukum.

Upaya preemtif dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, serta edukasi kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, pengemudi angkutan umum, komunitas otomotif, hingga para pengelola tempat wisata dan pusat keramaian.

Ratusan Personel Dikerahkan

Untuk memaksimalkan pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polda Lampung mengerahkan sebanyak 862 personel gabungan.

Jumlah tersebut terdiri dari 141 personel Satgas Operasi Polda Lampung dan 721 personel dari Polres dan Polresta jajaran di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Personel ini akan disebar di berbagai titik strategis, mulai dari ruas jalan utama, kawasan rawan kecelakaan, pusat aktivitas masyarakat, hingga jalur-jalur menuju kawasan wisata dan akses utama menuju pelabuhan serta jalan tol.

Dengan pengerahan personel yang cukup besar, Polda Lampung berharap dapat menghadirkan kehadiran polisi secara nyata di tengah masyarakat, sehingga dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepatuhan pengguna jalan.

Optimalisasi Sistem ETLE

Selain pengerahan personel di lapangan, Polda Lampung juga mengoptimalkan penggunaan teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai bagian dari penegakan hukum berbasis elektronik.

Saat ini, terdapat empat titik kamera ETLE statis milik Polda Lampung yang masih dalam tahap uji coba, yaitu di Jalan Endro Suratmin, Jalan H. Pangeran Suhaimi, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pramuka.

Selain itu, terdapat lima titik ETLE di wilayah Kota Bandar Lampung yang telah beroperasi penuh, yakni di Jalan Patimura, Jalan R.A. Kartini, Jalan H. Agus Salim, Jalan Z.A. Pagar Alam, dan Jalan Kimaja.

Tak hanya itu, satu titik ETLE juga telah dioperasikan di ruas Tol Bakter KM 108, sebagai bagian dari upaya pengawasan lalu lintas di jalur strategis yang menjadi akses utama keluar masuk Provinsi Lampung.

Optimalisasi ETLE ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, mengurangi potensi interaksi langsung yang tidak perlu, serta menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

Imbauan kepada Masyarakat

Polda Lampung juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat dalam rangka persiapan mudik Hari Raya Idul Fitri.

“Polda Lampung mengimbau para pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama, terutama saat mobilitas masyarakat mulai meningkat menjelang musim mudik Lebaran mendatang,” tegas Kombes Pol Yuni.

Masyarakat diharapkan tidak hanya mematuhi aturan karena adanya operasi, tetapi menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara.

Sembilan Sasaran Prioritas Operasi

Dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polda Lampung menetapkan sembilan sasaran prioritas pelanggaran lalu lintas yang akan ditindak melalui sistem ETLE maupun melalui teguran simpatik di lapangan.

Sembilan sasaran prioritas tersebut meliputi:

  1. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar pabrikan (knalpot brong).
  2. Kendaraan yang mengubah spesifikasi teknis atau menambah panjang rangka.
  3. Penggunaan sirine, rotator, atau strobo pada kendaraan pribadi yang bukan peruntukannya.
  4. Penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor yang tidak sesuai aturan.
  5. Pengendara sepeda motor atau penumpang yang tidak menggunakan helm berstandar SNI.
  6. Kendaraan pribadi yang dijadikan angkutan umum ilegal atau travel liar.
  7. Kendaraan angkutan barang yang disalahgunakan untuk mengangkut orang.
  8. Kendaraan penumpang yang tidak laik jalan.
  9. Lokasi wisata yang tidak memiliki sarana parkir memadai sehingga menggunakan bahu jalan.

Penekanan pada Edukasi dan Budaya Tertib

Polda Lampung menegaskan bahwa penindakan terhadap sembilan sasaran prioritas tersebut tetap mengedepankan aspek edukasi dan pembinaan.

Melalui Operasi Keselamatan Krakatau 2026, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa setiap pelanggaran lalu lintas memiliki potensi besar menimbulkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan.

Pembangunan budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang berkelanjutan, konsistensi, serta peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Sinergi dengan Stakeholder Terkait

Dalam pelaksanaan operasi ini, Polda Lampung juga menjalin sinergi dengan berbagai stakeholder terkait, seperti Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, pemerintah daerah, serta komunitas masyarakat.

Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa upaya peningkatan keselamatan lalu lintas dilakukan secara terpadu, mulai dari aspek regulasi, infrastruktur, hingga edukasi masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk menciptakan sistem lalu lintas yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Komitmen Berkelanjutan Polda Lampung

Melalui Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam menjaga keselamatan masyarakat di jalan raya.

Operasi ini diharapkan tidak hanya berdampak selama masa pelaksanaan, tetapi juga mampu membangun kesadaran jangka panjang masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Lampung optimistis dapat menekan angka kecelakaan, mengurangi fatalitas, serta mewujudkan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Operasi Keselamatan Krakatau 2026 sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara aparat kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bidhumas Polda Lampung 

Editor Redaksi Sumateranewstv. Com

0Komentar