Press Release Nomor: 51/ II/ HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas
Sabtu, 21 Februari 2026
LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) — Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan momen spiritual yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri, Ramadan juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Namun demikian, perubahan pola makan, aktivitas, serta jam tidur selama berpuasa kerap membuat tubuh terasa lebih mudah lelah apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh agar tetap segar dan prima menjadi hal yang sangat penting agar ibadah dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan optimal.
Melalui press release resmi, Bidhumas Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Imbauan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah, aktivitas, dan kesehatan.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Selama Ramadan
Menurut Yuni, kondisi fisik yang prima sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan keluarga. Tubuh yang sehat akan membantu menjaga konsentrasi, meningkatkan produktivitas, serta mendukung pelaksanaan ibadah dengan lebih khusyuk.
Ia menjelaskan bahwa selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola metabolisme karena tidak adanya asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu tertentu. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memperhatikan asupan gizi serta pola hidup sehat agar tubuh tetap memiliki energi yang cukup.
“Pastikan saat sahur mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup protein, serat, serta perbanyak air putih. Hindari makanan terlalu manis dan berlebihan saat berbuka,” ujar Yuni.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pola makan yang tepat merupakan kunci utama dalam menjaga stamina selama berpuasa. Dengan mengonsumsi makanan yang tepat, tubuh akan memiliki cadangan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.
Pola Makan Seimbang sebagai Kunci Stamina
Pola makan seimbang menjadi faktor utama dalam menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan. Saat sahur, masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau oatmeal yang dapat memberikan energi lebih tahan lama.
Selain itu, asupan protein seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, serta kacang-kacangan sangat penting untuk membantu menjaga massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh. Serat dari sayur dan buah juga berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Yuni menekankan bahwa mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup saat sahur dan berbuka sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Kekurangan cairan dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan saat berbuka karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa kantuk yang berlebihan.
Menghindari Dehidrasi dan Kurang Istirahat
Selain pola makan, faktor lain yang sering menyebabkan tubuh cepat lelah selama berpuasa adalah dehidrasi dan kurang istirahat. Perubahan jadwal tidur karena sahur dan ibadah malam sering membuat waktu istirahat berkurang.
“Pengaturan waktu tidur di malam hari harus diperhatikan agar energi tetap terjaga,” jelas Yuni.
Ia menyarankan masyarakat untuk mengatur jadwal tidur dengan baik, misalnya dengan tidur lebih awal atau memanfaatkan waktu istirahat siang jika memungkinkan. Tidur yang cukup akan membantu tubuh memulihkan energi serta menjaga daya tahan tubuh.
Kurang tidur dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi, mudah emosi, serta menurunnya sistem imun. Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur menjadi bagian penting dari pola hidup sehat selama Ramadan.
Pentingnya Mengatur Aktivitas Harian
Selama berpuasa, masyarakat juga diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh. Aktivitas yang terlalu berat dapat menyebabkan tubuh cepat lelah dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
“Jangan memaksakan aktivitas jika tubuh mulai lelah. Atur waktu istirahat dengan baik supaya tetap fokus dan produktif meski sedang berpuasa,” kata Yuni.
Dengan mengatur prioritas pekerjaan serta memberikan waktu istirahat yang cukup, masyarakat dapat menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan.
Olahraga Ringan Tetap Diperlukan
Meskipun sedang berpuasa, aktivitas fisik tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, jenis olahraga yang dilakukan harus disesuaikan agar tidak menguras energi secara berlebihan.
Yuni menyarankan olahraga ringan seperti berjalan santai, peregangan, atau yoga setelah berbuka puasa. Aktivitas ini dapat membantu menjaga kebugaran serta melancarkan peredaran darah.
“Olahraga ringan cukup 20 hingga 30 menit. Yang penting rutin dan tidak berlebihan agar tubuh tetap fit selama Ramadan,” tambahnya.
Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga berat badan, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi stres.
Menjaga Kesehatan Mental dan Emosi
Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga menjadi hal yang sangat penting selama Ramadan. Yuni mengingatkan masyarakat untuk menjaga emosi serta memperbanyak aktivitas positif agar ibadah dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.
Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kesabaran, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperbanyak kegiatan yang bermanfaat seperti membaca, bersedekah, dan membantu sesama.
“Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki diri. Jaga kesehatan, perbanyak ibadah, dan tetap peduli terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Peran Keluarga dalam Menjaga Pola Hidup Sehat
Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga pola hidup sehat selama Ramadan. Dukungan dari anggota keluarga dapat membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menjalankan ibadah dengan nyaman.
Misalnya dengan menyiapkan menu sahur dan berbuka yang sehat, saling mengingatkan waktu istirahat, serta menjaga suasana rumah tetap harmonis.
Kebersamaan dalam keluarga juga dapat meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah serta menjaga kesehatan mental.
Ramadan sebagai Momentum Perubahan Positif
Bulan Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan sepanjang tahun.
Dengan menjaga pola makan, istirahat, serta aktivitas fisik secara seimbang, masyarakat dapat merasakan manfaat kesehatan yang berkelanjutan.
Kebiasaan positif yang dibangun selama Ramadan diharapkan dapat terus dipertahankan setelah bulan suci berakhir.
Dukungan Masyarakat untuk Lingkungan Sehat
Masyarakat juga diharapkan dapat saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif selama Ramadan. Misalnya dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan nilai penting yang harus terus dijaga agar Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah bagi semua.
Harapan untuk Ramadan yang Sehat dan Produktif
Dengan pola hidup sehat dan disiplin menjaga keseimbangan aktivitas, masyarakat diharapkan dapat menjalankan puasa dengan lancar, tubuh tetap segar, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan optimal.
Imbauan dari Polda Lampung ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan selama Ramadan sehingga dapat menjalani ibadah dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
Penutup
Menjaga kesehatan selama Ramadan merupakan tanggung jawab setiap individu agar dapat menjalankan ibadah dengan maksimal. Dengan memperhatikan pola makan, istirahat, aktivitas fisik, serta kesehatan mental, tubuh akan tetap segar dan prima sepanjang hari.
Melalui imbauan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa serta mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan hidup secara menyeluruh, baik fisik maupun mental, demi mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
(*)
Redaksi Sumateranewstv
