Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Kegiatan Mitigasi Bencana Kolaborasi dengan BPS di Aceh Utara

ACEH UTARA, (Sumateranewstv.com) — Komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana terus diperkuat melalui berbagai langkah konkret. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Sindikat 8 yang melaksanakan kegiatan mitigasi bencana dengan berkolaborasi bersama Dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Kantor BPS Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/02/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian Masyarakat (Dianmas) yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai bentuk implementasi nyata dari pembelajaran akademik sekaligus penguatan peran kepolisian dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam aspek kesiapsiagaan dan manajemen kebencanaan.

Penguatan Manajemen Logistik Kebencanaan

Program mitigasi bencana yang dilaksanakan ini difokuskan pada penguatan manajemen logistik kebencanaan, khususnya dalam pendataan titik lokasi pengungsian serta jumlah pengungsi. Hal tersebut menjadi aspek krusial dalam upaya memastikan distribusi bantuan dapat berjalan secara tepat sasaran, cepat, dan efisien ketika terjadi bencana.

Dalam konteks kebencanaan, data merupakan fondasi utama dalam menentukan langkah strategis. Tanpa dukungan data yang akurat, proses penyaluran bantuan kerap mengalami kendala, mulai dari ketidaktepatan sasaran hingga keterlambatan distribusi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan logistik kebencanaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana proses pendataan dilakukan secara sistematis dan terstruktur, serta bagaimana data statistik digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

Kolaborasi antara mahasiswa STIK dengan Badan Pusat Statistik bertujuan untuk meningkatkan akurasi data dan efektivitas penyaluran bantuan apabila terjadi bencana di wilayah Aceh Utara. Sinergi lintas sektor ini menjadi contoh nyata pentingnya kerja sama antar lembaga dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui koordinasi langsung dengan jajaran BPS Kabupaten Aceh Utara, mahasiswa memperoleh gambaran komprehensif terkait sistem pendataan, pemetaan wilayah terdampak, serta dukungan data statistik dalam perencanaan logistik kebencanaan. Proses diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertukaran informasi dan pengalaman lapangan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kolaboratif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga diskusi teknis terkait mekanisme pengumpulan data.

Pentingnya Data dalam Mitigasi Bencana

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa data memiliki peran vital dalam seluruh tahapan manajemen bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Data yang akurat memungkinkan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk merencanakan langkah yang tepat serta meminimalisir risiko.

BPS sebagai lembaga yang memiliki otoritas dalam pengelolaan data statistik memberikan pemahaman mengenai metode pendataan yang dapat digunakan untuk memetakan potensi risiko bencana serta menentukan prioritas penanganan.

Mahasiswa juga diberikan wawasan mengenai pentingnya integrasi data antar lembaga agar tidak terjadi tumpang tindih informasi yang dapat menghambat proses penanganan bencana.

Daftar Hadir dan Dukungan Penuh Peserta

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan program. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Paping Mahasiswa STIK, Kasubag Umum BPS Aceh Utara Bapak Iqbal Firdaus, serta Ahli Madya BPS Ibu Fitri Aswin.

Kegiatan ini juga didampingi oleh Perwira Pendamping KBP Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., yang memberikan arahan serta motivasi kepada para mahasiswa agar dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran yang maksimal.

Jumlah peserta Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Sindikat 8 yang hadir sebanyak 22 orang dan seluruhnya hadir lengkap, menunjukkan komitmen serta keseriusan dalam mengikuti rangkaian kegiatan Dianmas.

Implementasi Nilai Polri Presisi

Melalui kegiatan mitigasi bencana ini, mahasiswa tidak hanya memperkuat kompetensi manajerial dalam bidang logistik dan kebencanaan, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai Polri Presisi yang menekankan pada kesiapsiagaan, kolaborasi lintas sektor, serta pelayanan berbasis data demi kepentingan masyarakat.

Konsep Polri Presisi menuntut setiap personel untuk mampu bekerja secara profesional, modern, dan terpercaya. Dalam konteks mitigasi bencana, hal tersebut diwujudkan melalui kemampuan analisis data, koordinasi lintas sektor, serta respons cepat terhadap situasi darurat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa transformasi Polri menuju institusi yang adaptif terhadap perkembangan zaman terus berjalan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pembelajaran Lapangan yang Komprehensif

Bagi mahasiswa STIK, kegiatan ini merupakan pengalaman lapangan yang sangat berharga karena memberikan kesempatan untuk memahami secara langsung dinamika kerja lembaga statistik dalam mendukung penanggulangan bencana.

Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk berdiskusi mengenai studi kasus serta simulasi pendataan yang mungkin terjadi dalam situasi darurat. Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Pembelajaran berbasis praktik seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analitis serta keterampilan teknis mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi kompleks di masa depan.

Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan mitigasi bencana menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan semangat pengabdian, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan Dianmas menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas kepolisian di masa mendatang.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan kepolisian dengan masyarakat serta lembaga pemerintah lainnya.

Sinergi untuk Ketahanan Wilayah

Upaya mitigasi bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, lembaga statistik, hingga masyarakat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan ketahanan wilayah terhadap bencana dapat semakin meningkat.

Aceh Utara sebagai wilayah yang memiliki potensi risiko bencana membutuhkan sistem kesiapsiagaan yang kuat serta dukungan data yang akurat agar proses penanganan dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem mitigasi yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Harapan ke Depan

Kegiatan mitigasi bencana ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata Mahasiswa STIK dalam mendukung upaya penanggulangan bencana yang lebih terencana, terukur, dan terintegrasi di wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan akan lahir generasi perwira Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta mampu bekerja secara kolaboratif dengan berbagai pihak.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

Penutup

Pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana oleh Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Sindikat 8 bersama Badan Pusat Statistik menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan dukungan data yang akurat serta koordinasi yang baik, diharapkan upaya penanggulangan bencana dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana.

Semangat kolaborasi, profesionalisme, serta pengabdian kepada masyarakat yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi cerminan nyata dari komitmen Polri dalam mendukung pembangunan nasional serta menjaga keselamatan masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara institusi pendidikan kepolisian, lembaga pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan Indonesia yang tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

(*)

Redaksi Sumateranewstv