TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Komitmen Penguatan Budaya Daerah Menguat di Dialog Kebudayaan HPN 2026

Komitmen Penguatan Budaya Daerah Menguat di Dialog Kebudayaan HPN 2026

Daftar Isi
×

Bupati Lampung Utara Tegaskan Pelestarian Budaya sebagai Pilar Pembangunan Daerah di Puncak Hari Pers Nasional 2026

Serang, Banten, (Sumateranewstv.com) 8 Februari 2026 – Komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya kembali menguat dalam Dialog Kebudayaan yang digelar pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Hotel Horison UPI, Serang, Provinsi Banten, Minggu (8/2/2026).

Dalam forum bergengsi yang dihadiri para kepala daerah, tokoh budaya, insan pers, akademisi, serta perwakilan pemerintah pusat tersebut, Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., hadir secara langsung untuk menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Bupati Lampung Utara hadir didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Utara, Gunaido Uthama, S.IP., M.H., serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, Perdana Putra, S.E., M.M. Kehadiran jajaran pimpinan OPD tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam menempatkan sektor kebudayaan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Tari Bedayo Abung Siwo Migo Tampilkan Identitas Budaya Lampung Utara

Dalam rangkaian kegiatan dialog kebudayaan tersebut, Kabupaten Lampung Utara turut mempersembahkan Tari Bedayo Abung Siwo Migo. Tarian tradisional ini ditampilkan sebagai representasi kekayaan budaya lokal sekaligus sebagai bentuk diplomasi budaya daerah di tingkat nasional.

Tari Bedayo Abung Siwo Migo merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai adat, filosofi kehidupan masyarakat Abung, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui penampilan ini, Lampung Utara tidak hanya memperkenalkan seni tari, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga jati diri dan identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Penampilan tari tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dialog, yang menilai bahwa kekayaan budaya daerah seperti yang ditampilkan Lampung Utara merupakan aset penting dalam memperkuat kebudayaan nasional.

Dialog Kebudayaan sebagai Ruang Pertukaran Gagasan

Dialog Kebudayaan dalam rangka HPN 2026 menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengelolaan dan pelestarian budaya di daerah masing-masing.

Forum ini juga menjadi ruang untuk membahas tantangan yang dihadapi daerah dalam menjaga kelestarian budaya, mulai dari keterbatasan anggaran, regenerasi pelaku seni, hingga dampak modernisasi terhadap tradisi lokal.

Dalam konteks tersebut, kehadiran kepala daerah seperti Bupati Lampung Utara menjadi sangat penting, karena menunjukkan komitmen politik dan kebijakan dalam mendukung keberlanjutan program-program kebudayaan.

Komitmen Bupati Lampung Utara terhadap Pelestarian Budaya

Dalam sesi dialog, Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., secara tegas menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berkomitmen untuk terus memperkuat pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh dipandang sebagai sektor pelengkap, melainkan harus menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan yang berorientasi pada penguatan identitas dan karakter daerah.

“Pelestarian budaya adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Melalui budaya, kita menjaga jati diri, memperkuat karakter masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan lokal,” ujar Bupati dalam dialog tersebut.

Bupati juga menyampaikan bahwa penghargaan anugerah kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang diterimanya pada tahun ini menjadi penyemangat sekaligus tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan potensi budaya di Lampung Utara.

Penghargaan PWI Jadi Motivasi Pengembangan Potensi Budaya

Anugerah kebudayaan dari PWI Pusat yang diterima oleh Bupati Lampung Utara dinilai sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya.

Menurut Bupati, penghargaan tersebut bukan semata-mata prestasi personal, melainkan hasil kerja kolektif seluruh elemen di Kabupaten Lampung Utara, termasuk para pelaku seni, budayawan, tokoh adat, serta jajaran pemerintah daerah.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan berbagai potensi budaya, seperti seni tari, sastra, aksara, serta kerajinan khas Lampung seperti kain tapis. Semua ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” tegasnya.

Penguatan Seni, Sastra, dan Aksara Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan seni, sastra, dan aksara daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Menurutnya, seni dan sastra daerah tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Penguatan aksara daerah juga dinilai penting sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, lanjut Bupati, berkomitmen untuk mendorong program-program yang mendukung pelestarian dan revitalisasi seni, sastra, dan aksara daerah melalui pendidikan, festival budaya, serta dukungan terhadap komunitas seni.

Kain Tapis sebagai Warisan Budaya dan Potensi Ekonomi

Selain seni tari dan sastra, Bupati juga menekankan pentingnya pengembangan kerajinan kain tapis Lampung sebagai salah satu ikon budaya daerah.

Kain tapis tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikembangkan secara serius dan terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, menurut Bupati, akan terus mendorong pemberdayaan perajin tapis, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar agar kain tapis Lampung dapat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Dukungan Anggaran dari Pemerintah Pusat

Dalam dialog kebudayaan tersebut, Bupati Lampung Utara juga menanggapi arahan dari kementerian terkait pengajuan anggaran pelestarian kebudayaan oleh pemerintah daerah.

Ia menyampaikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang telah disiapkan menjadi peluang penting untuk meningkatkan eksistensi pelestarian budaya di Lampung Utara.

“Dukungan anggaran dari pemerintah pusat merupakan peluang besar yang harus kita manfaatkan dengan baik. Kami akan segera menindaklanjuti melalui perencanaan program daerah agar program pelestarian budaya dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan bahwa program-program kebudayaan dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Peran Insan Pers dalam Pelestarian Budaya

Dialog Kebudayaan dalam rangka HPN 2026 juga menegaskan peran strategis insan pers dalam mendukung pelestarian budaya.

Melalui pemberitaan yang edukatif, informatif, dan berimbang, media massa memiliki peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada publik luas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.

Bupati Lampung Utara menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini telah berperan aktif dalam mempromosikan budaya daerah melalui berbagai platform media.

“Pers memiliki peran besar dalam membangun kesadaran publik. Dengan pemberitaan yang positif dan edukatif, budaya daerah dapat semakin dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Sinergi Pemerintah dan Pers untuk Budaya Nasional

HPN 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung pelestarian budaya nasional.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat narasi kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan nasional, sekaligus memastikan bahwa kekayaan budaya daerah mendapatkan ruang yang layak dalam pemberitaan dan diskursus publik.

Penguatan Identitas Budaya di Era Globalisasi

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, tantangan dalam menjaga identitas budaya menjadi semakin kompleks.

Oleh karena itu, komitmen pemerintah daerah seperti yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menjadi sangat penting dalam memastikan bahwa budaya lokal tetap lestari dan relevan bagi generasi muda.

Melalui berbagai program pelestarian, edukasi budaya, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan nilai-nilai budaya lokal dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Penutup

Dialog Kebudayaan dalam rangka HPN 2026 di Serang, Banten, menjadi momentum penting bagi penguatan komitmen pelestarian budaya di tingkat daerah dan nasional.

Kehadiran Bupati Lampung Utara beserta jajaran serta penampilan Tari Bedayo Abung Siwo Migo menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.

Dengan dukungan anggaran, sinergi dengan pemerintah pusat, serta peran aktif insan pers, upaya pelestarian budaya diharapkan dapat semakin kuat dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya nasional di tengah dinamika pembangunan dan globalisasi.

(TIM)


Tag: HPN2026, DialogKebudayaan, LampungUtara, BudayaDaerah, HamartoniAhadis, SumateraNewsTV, PariwisataBudaya, PelestarianBudaya

0Komentar