JAKARTA (Sumateranewstv.com) — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., kembali menegaskan komitmen pimpinan TNI Angkatan Darat dalam memberikan penghargaan yang bermakna bagi prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AD yang menunjukkan kinerja, dedikasi, dan pengabdian terbaik. Salah satu bentuk penghargaan tersebut diwujudkan melalui program pemberangkatan ibadah umroh dan ziarah rohani sebagai bentuk apresiasi nyata atas prestasi dan loyalitas personel Angkatan Darat.
Hal tersebut disampaikan Kasad dalam sambutannya saat melepas jamaah Umroh dan ziarah rohani penghargaan Kasad yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan mental dan rohani prajurit serta PNS TNI AD, sekaligus wujud perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan spiritual personel.
Dalam sambutannya, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa penghargaan tidak selalu harus dalam bentuk materi semata, namun juga dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih bernilai secara spiritual dan moral. Menurutnya, ibadah umroh dan ziarah rohani merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi prajurit dan PNS TNI AD untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ketakwaan, serta menata kembali niat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kita menghargai kinerja dan prestasi anggota dengan memberangkatkan mereka melaksanakan ibadah umroh. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat menambah semangat dalam bekerja sekaligus meningkatkan kualitas ibadah mereka. Penghargaan ini bukan hanya sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi pimpinan atas dedikasi yang telah ditunjukkan,” ujar Kasad.
Kasad menjelaskan bahwa program pemberangkatan umroh dan ziarah rohani ini merupakan bagian dari sistem pembinaan personel yang berkelanjutan. Melalui pendekatan spiritual, diharapkan prajurit dan PNS TNI AD tidak hanya unggul dalam aspek profesionalisme dan kedisiplinan, tetapi juga memiliki landasan moral dan akhlak yang kuat dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.
Lebih lanjut, Kasad menekankan bahwa pelaksanaan ibadah yang baik diharapkan memberikan dampak positif tidak hanya bagi pribadi prajurit, tetapi juga bagi kehidupan keluarga mereka. Menurutnya, keluarga merupakan pilar utama dalam mendukung keberhasilan prajurit dalam melaksanakan tugas negara. Dengan spiritualitas yang baik, diharapkan keharmonisan keluarga semakin terjaga, sehingga prajurit dapat menjalankan tugas dengan lebih fokus, tenang, dan penuh tanggung jawab.
“Ibadah yang baik akan membentuk karakter yang baik. Karakter yang baik akan berdampak pada kinerja yang baik pula. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kami berharap program ini dapat menjadi sarana pembinaan mental yang efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kasad juga menegaskan bahwa program pemberangkatan umroh dan ziarah rohani ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Hal ini merupakan bentuk komitmen pimpinan Angkatan Darat dalam memberikan penghargaan yang adil dan proporsional kepada personel yang berprestasi. Program ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh prajurit dan PNS TNI AD untuk terus meningkatkan kinerja, loyalitas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
Dalam kesempatan tersebut, Kasad mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI AD untuk menjadikan ibadah sebagai landasan moral dan spiritual dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia menegaskan bahwa tugas menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa memerlukan kekuatan fisik, mental, dan spiritual yang seimbang.
“Tugas kita tidak ringan. Oleh karena itu, selain kesiapan fisik dan profesionalisme, kita juga harus memiliki kekuatan mental dan spiritual. Ibadah harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan prajurit, sehingga dalam setiap langkah dan keputusan, kita selalu berpegang pada nilai-nilai kebaikan dan kejujuran,” tegas Kasad.
Kepada para calon jamaah umroh dan peserta ziarah rohani, Kasad berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, serta memanfaatkan kesempatan ibadah ini dengan sebaik-baiknya. Ia juga meminta agar para jamaah turut mendoakan TNI Angkatan Darat agar selalu diberikan kekuatan, keselamatan, dan keberhasilan dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
“Saya titip pesan, jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa doakan TNI Angkatan Darat agar selalu diberikan keselamatan, kekuatan, dan keberhasilan dalam setiap tugas yang diemban,” pesan Kasad kepada para jamaah.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, yang menjadi momentum penting bagi seluruh prajurit dan PNS TNI AD untuk merefleksikan kembali makna ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam peringatan tersebut, dihadirkan penceramah nasional, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., yang menyampaikan tausiah tentang pentingnya menjalankan perintah Allah SWT, khususnya sholat lima waktu, sebagai penopang keseimbangan kehidupan.
Dalam tausiahnya, KH. Muhammad Cholil Nafis menekankan bahwa sholat merupakan tiang agama dan menjadi sarana utama bagi umat Islam untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT. Ia mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI AD untuk menjadikan sholat sebagai fondasi utama dalam kehidupan, baik dalam konteks pribadi, keluarga, maupun dalam menjalankan tugas negara.
“Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan. Dengan sholat, kita menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Bagi prajurit, sholat juga menjadi sumber kekuatan batin dalam menghadapi berbagai tantangan dan risiko tugas,” ujar KH. Cholil Nafis.
Ia juga menegaskan bahwa ketakwaan yang dibangun melalui ibadah akan melahirkan sikap jujur, disiplin, dan tanggung jawab, yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan militer. Menurutnya, kekuatan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem senjata, tetapi juga oleh kualitas moral dan spiritual sumber daya manusianya.
Di tahun 2026 ini, TNI Angkatan Darat memberangkatkan sebanyak 395 calon jamaah umroh serta 35 peserta ziarah rohani dari berbagai satuan jajaran Angkatan Darat. Jumlah ini menunjukkan komitmen nyata pimpinan TNI AD dalam memberikan penghargaan dan perhatian terhadap pembinaan mental dan spiritual personel.
Sementara itu, pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2025, TNI Angkatan Darat juga telah memberangkatkan sebanyak 299 jamaah umroh penghargaan Kasad. Hal ini menunjukkan bahwa program ini telah berjalan secara konsisten dan menjadi bagian dari kebijakan pembinaan personel TNI AD.
Program umroh dan ziarah rohani ini mendapatkan sambutan positif dari para prajurit dan PNS TNI AD. Banyak di antara mereka yang merasa terharu dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan, karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh atau mengikuti ziarah rohani ke tempat-tempat suci.
Salah satu calon jamaah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pimpinan TNI AD atas program tersebut. Menurutnya, kesempatan ini menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada negara.
“Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi kami. Terima kasih kepada pimpinan Angkatan Darat yang telah memberikan kesempatan ini. Kami akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan mendoakan yang terbaik untuk TNI Angkatan Darat dan bangsa Indonesia,” ungkap salah satu calon jamaah.
Melalui program ini, TNI Angkatan Darat tidak hanya menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan materi personel, tetapi juga terhadap kesejahteraan spiritual. Pendekatan ini dinilai sangat penting dalam membentuk prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan berakhlak mulia.
Kasad menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas utama dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. Di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks, prajurit dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi, profesionalisme, serta integritas yang tinggi.
“Ke depan, tantangan tugas akan semakin kompleks. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya dari aspek keterampilan dan pengetahuan, tetapi juga dari aspek mental dan spiritual. Program seperti ini merupakan salah satu upaya untuk membangun prajurit yang utuh, profesional, dan berkarakter,” tegas Kasad.
Dengan adanya program penghargaan berupa umroh dan ziarah rohani ini, diharapkan dapat semakin memperkuat semangat pengabdian prajurit dan PNS TNI AD. Selain sebagai bentuk penghargaan, program ini juga menjadi sarana untuk mempererat ikatan emosional antara pimpinan dan anggota, serta menumbuhkan rasa kebanggaan dan loyalitas terhadap institusi TNI Angkatan Darat.
Di akhir sambutannya, Kasad kembali mengingatkan seluruh jajaran untuk terus menjaga soliditas, disiplin, dan semangat pengabdian. Ia berharap agar nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang diperkuat melalui kegiatan ini dapat tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga TNI Angkatan Darat semakin dicintai rakyat dan semakin dipercaya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa TNI Angkatan Darat tidak hanya fokus pada penguatan alutsista dan kemampuan tempur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan spiritualitas prajurit. Dengan keseimbangan antara kekuatan fisik, mental, dan spiritual, diharapkan TNI Angkatan Darat dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan bangsa Indonesia.
(Dispenad)
Redaksi Sumateranewstv.com






0Komentar