Kapolri Hadiri Gala Dinner General Assembly ASEAN TUC 2026, Tekankan Pentingnya Hubungan Industrial yang Harmonis

Jakarta, (Sumateranewstv. Com) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Gala Dinner dalam rangkaian kegiatan General Assembly ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) 2026 yang digelar di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam (10/2/2026). Kehadiran Kapolri dalam forum bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah Indonesia, khususnya Polri, dalam mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis, kondusif, dan berkeadilan.

Acara Gala Dinner ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi konfederasi serikat pekerja se-Asia Tenggara yang mempertemukan para delegasi buruh dari berbagai negara anggota ASEAN. Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat solidaritas, mempererat kerja sama regional, serta membahas berbagai isu ketenagakerjaan yang berkembang di kawasan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, para pimpinan konfederasi serikat pekerja, perwakilan buruh, serta para pemangku kepentingan dari berbagai negara hadir untuk membangun komunikasi dan dialog konstruktif. Kehadiran Kapolri dalam acara tersebut juga menunjukkan perhatian serius negara terhadap peran strategis pekerja dalam pembangunan nasional dan regional.

Ucapan Selamat kepada Presiden ASEAN TUC

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang kembali terpilih sebagai Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC). Andi Gani diketahui mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan konfederasi serikat pekerja ASEAN dan terpilih secara aklamasi untuk periode terbaru.

“Pada malam hari ini saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Andi Gani yang kembali terpilih sebagai Presiden ASEAN TUC. ASEAN TUC merupakan organisasi buruh tingkat ASEAN yang memiliki kurang lebih 20 juta anggota, sehingga ini merupakan organisasi yang sangat besar dan berpengaruh. Tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya Indonesia, karena Bapak Andi Gani telah terpilih untuk ketiga kalinya,” ujar Jenderal Sigit dalam sambutannya.

Kapolri menilai terpilihnya kembali Andi Gani sebagai Presiden ASEAN TUC merupakan bukti kepercayaan yang tinggi dari komunitas buruh ASEAN terhadap kepemimpinan Indonesia. Hal ini juga mencerminkan peran strategis Indonesia dalam percaturan hubungan industrial di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Kapolri, kepemimpinan yang berkelanjutan di tingkat ASEAN TUC sangat penting untuk menjaga kesinambungan program, memperkuat advokasi buruh, serta memastikan bahwa kepentingan pekerja di kawasan ASEAN dapat terus diperjuangkan secara efektif dan terkoordinasi.

Momentum Silaturahmi dan Penguatan Kerja Sama Regional

Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden TUC Asia-Pasifik atas dukungan dan kehadiran yang terus diberikan dalam berbagai kegiatan buruh di kawasan. Ia menilai pertemuan ini sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat jejaring kerja sama antarperwakilan buruh di negara-negara ASEAN.

“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden TUC Asia-Pasifik yang terus memberikan dukungan dan kehadirannya. Malam ini menjadi malam yang penuh kehangatan karena kita dapat berjumpa dan bersilaturahmi langsung dengan delegasi-delegasi buruh dari negara-negara ASEAN,” katanya.

Menurut Kapolri, silaturahmi dan komunikasi yang intensif antarnegara di kawasan ASEAN sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, seperti perubahan pola kerja, transformasi digital, perlindungan tenaga kerja migran, hingga isu keselamatan dan kesehatan kerja.

Melalui forum seperti ASEAN TUC, para pemimpin buruh dan pemangku kepentingan dapat saling bertukar pengalaman, berbagi praktik terbaik (best practices), serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja di tingkat regional.

Apresiasi terhadap Desk Ketenagakerjaan Polri

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada Desk Ketenagakerjaan Polri. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran Polri untuk terus meningkatkan peran dalam mendampingi dan menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Desk Ketenagakerjaan. Apresiasi ini tentu menjadi motivasi bagi Desk Ketenagakerjaan untuk terus memberikan pendampingan terhadap berbagai permasalahan hubungan industrial, sekaligus berperan sebagai problem solver atas persoalan-persoalan yang ada,” jelas Kapolri.

Desk Ketenagakerjaan Polri selama ini memiliki peran penting dalam memfasilitasi penyelesaian berbagai konflik ketenagakerjaan, termasuk perselisihan antara pekerja dan perusahaan, serta berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas hubungan industrial.

Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi melalui pendekatan preventif, dialogis, dan solutif dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan.

Komitmen Menjaga Hubungan Industrial yang Harmonis

Kapolri menekankan bahwa seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, pengusaha, maupun serikat pekerja, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.

Ia menilai bahwa hubungan industrial yang kondusif merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta menciptakan iklim investasi yang sehat. Dengan hubungan yang baik antara pekerja dan perusahaan, produktivitas dapat meningkat, konflik dapat diminimalisir, dan kesejahteraan pekerja dapat lebih terjamin.

“Yang terpenting, kita semua memiliki komitmen yang sama untuk menjaga iklim hubungan industrial yang harmonis antara buruh dan perusahaan. Dengan hubungan usaha yang baik, kita berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan buruh pun semakin terwujud,” pungkas Kapolri.

Kapolri juga menekankan pentingnya dialog sosial sebagai instrumen utama dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan berlandaskan pada prinsip keadilan akan mampu menciptakan solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Peran Strategis ASEAN TUC dalam Advokasi Buruh

ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) merupakan konfederasi buruh terbesar di kawasan Asia Tenggara yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja dari berbagai negara anggota ASEAN. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan advokasi buruh di tingkat regional, serta memperjuangkan hak-hak pekerja dalam berbagai forum internasional.

ASEAN TUC berfokus pada isu-isu penting seperti perlindungan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan buruh, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan pekerja migran, serta penguatan kapasitas serikat pekerja di masing-masing negara anggota.

Melalui General Assembly dan berbagai pertemuan regional, ASEAN TUC menjadi wadah penting untuk merumuskan kebijakan bersama, memperkuat solidaritas antarpekerja, serta membangun posisi tawar yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika pasar tenaga kerja.

Indonesia dan Peran Kepemimpinan di Kawasan

Terpilihnya kembali Andi Gani Nena Wea sebagai Presiden ASEAN TUC untuk ketiga kalinya menegaskan peran penting Indonesia dalam kepemimpinan buruh di kawasan Asia Tenggara. Hal ini juga mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap kapasitas dan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan pekerja di tingkat regional.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah tenaga kerja terbesar di kawasan memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan pekerja.

Kapolri menilai bahwa sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan serikat pekerja merupakan kunci untuk memastikan bahwa kebijakan dan program ketenagakerjaan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hubungan Industrial sebagai Fondasi Stabilitas Nasional

Hubungan industrial yang harmonis tidak hanya berdampak pada sektor ketenagakerjaan, tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap stabilitas nasional. Konflik ketenagakerjaan yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, ketidakpastian ekonomi, serta menurunnya kepercayaan investor.

Oleh karena itu, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus berkomitmen untuk mendukung terciptanya hubungan industrial yang sehat melalui pendekatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan secara damai, adil, dan bermartabat, tanpa harus menimbulkan eskalasi konflik yang merugikan semua pihak.

Penutup

Kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Gala Dinner General Assembly ASEAN TUC 2026 menjadi bukti nyata komitmen Polri dan pemerintah Indonesia dalam mendukung penguatan hubungan industrial yang harmonis, kondusif, dan berkeadilan.

Melalui momentum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, serikat pekerja, dan dunia usaha dapat semakin diperkuat, demi menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan buruh di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

ASEAN TUC sebagai wadah besar yang mewakili jutaan pekerja di kawasan diharapkan terus memainkan peran strategis dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, memperkuat solidaritas regional, serta mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis sebagai fondasi utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

(*)

Redaksi