Kotabumi, Lampung Utara, Sumateranewstv.com – Jalan Lintas Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Telkom Kotabumi, kembali tergenang Air, pada Rabu, 4 Februari 2026. Genangan air yang menutupi badan jalan tersebut dikeluhkan oleh masyarakat Lampung Utara, khususnya para pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur utama tersebut.
Banjir yang menggenangi badan jalan ini terjadi setelah wilayah Kotabumi dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, saluran air di sekitar lokasi diduga tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap dan menggenangi badan jalan.
Genangan air yang cukup tinggi ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Pengendara sepeda motor maupun mobil harus mengurangi kecepatan untuk menghindari risiko kecelakaan, kerusakan kendaraan, serta mengantisipasi lubang jalan yang tertutup air dan tidak terlihat oleh pengendara.
Jalur Vital yang Setiap Hari Dilalui Warga
Jalan Lintas Jenderal Sudirman merupakan salah satu jalur utama di Kotabumi yang menghubungkan berbagai kawasan penting, mulai dari pusat pemerintahan, perkantoran, kawasan perdagangan, hingga permukiman warga. Jalan ini juga menjadi akses vital bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari, termasuk pekerja, pelajar, pedagang, serta pengguna jalan dari luar daerah yang melintas di wilayah Lampung Utara.
Dengan tergenangnya badan jalan, aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Sejumlah pengendara mengaku harus memutar arah atau memilih jalur alternatif untuk menghindari genangan air yang cukup dalam. Namun, jalur alternatif tersebut tidak selalu memadai, sehingga tetap menimbulkan kemacetan dan keterlambatan.
Beberapa pengendara sepeda motor terlihat harus mendorong kendaraannya setelah mesin mati akibat terendam air. Hal ini menambah keresahan masyarakat, karena selain membuang waktu, juga menimbulkan biaya tambahan untuk perbaikan kendaraan.
Keluhan Masyarakat dan Pengguna Jalan
Masyarakat Lampung Utara, khususnya warga Kotabumi, menyampaikan keluhan atas kondisi jalan yang tergenang banjir tersebut. Menurut warga, peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, lokasi ini kerap menjadi titik genangan air yang cukup parah.
Salah seorang warga yang setiap hari melintas di Jalan Jenderal Sudirman mengungkapkan bahwa genangan air di depan Kantor Telkom sudah menjadi masalah tahunan yang belum juga mendapatkan solusi permanen.
“Setiap hujan deras, pasti tergenang. Ini sudah sering terjadi. Kami sebagai pengguna jalan sangat terganggu. Kalau tidak segera ada solusi, setiap tahun pasti seperti ini lagi,” ujar seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya.
Warga lainnya menambahkan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Air yang menutupi badan jalan membuat lubang dan permukaan jalan yang rusak tidak terlihat, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara segera mengambil langkah konkret untuk menanggulangi permasalahan banjir di badan jalan tersebut. Warga menilai bahwa perbaikan saluran air menjadi kunci utama agar air dapat mengalir dengan lancar dan tidak meluap ke badan jalan.
Menurut warga, selama ini saluran drainase di sekitar Jalan Jenderal Sudirman diduga mengalami pendangkalan, tersumbat oleh sampah, serta tidak mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan deras. Kondisi ini menyebabkan air dengan mudah meluap ke jalan raya.
“Saluran air harus diperbaiki dan dibersihkan. Kalau tidak, setiap hujan pasti banjir lagi. Ini bukan hanya mengganggu, tapi juga membahayakan,” kata salah seorang warga.
Warga juga berharap agar pemerintah daerah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga merencanakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan, seperti normalisasi drainase, peningkatan kapasitas saluran air, serta perbaikan struktur jalan di titik-titik rawan genangan.
Dampak Terhadap Aktivitas Ekonomi dan Sosial
Genangan banjir di Jalan Jenderal Sudirman tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Sejumlah pelaku usaha yang berada di sepanjang jalan tersebut mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan akibat akses yang terganggu.
Beberapa toko dan tempat usaha juga harus bersiap menghadapi kemungkinan air masuk ke area usaha jika hujan semakin deras dan genangan semakin tinggi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para pelaku usaha yang menggantungkan pendapatan harian dari aktivitas di lokasi tersebut.
Selain itu, aktivitas sosial masyarakat juga ikut terganggu. Warga yang hendak mengurus keperluan ke kantor pemerintahan, perbankan, atau fasilitas umum lainnya harus menghadapi kondisi jalan yang tergenang, sehingga memperlambat waktu tempuh dan menambah beban psikologis.
Faktor Penyebab dan Permasalahan Drainase
Sejumlah warga menduga bahwa salah satu penyebab utama banjir di Jalan Jenderal Sudirman adalah sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Saluran air yang ada dinilai tidak mampu menampung debit air hujan yang meningkat, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.
Selain itu, faktor sedimentasi, tumpukan sampah, serta kemungkinan penyempitan saluran juga diduga turut memperparah kondisi. Air yang seharusnya mengalir dengan lancar ke saluran pembuangan akhirnya meluap dan menggenangi badan jalan.
Warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan tersebut, termasuk melakukan pengerukan, pembersihan, serta perbaikan struktur saluran air agar mampu menampung debit air yang lebih besar.
Perlunya Penanganan Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Dalam jangka pendek, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan penanganan darurat, seperti penyedotan air, pembersihan saluran, serta pengaturan lalu lintas untuk mengurangi dampak terhadap pengguna jalan.
Namun, warga juga menekankan pentingnya penanganan jangka panjang agar permasalahan banjir tidak terus berulang setiap tahun. Penanganan jangka panjang tersebut dapat berupa:
- Normalisasi dan perbaikan saluran drainase di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
- Peningkatan kapasitas saluran air agar mampu menampung debit air saat hujan deras.
- Perbaikan struktur jalan di titik-titik rawan genangan.
- Pengawasan dan pemeliharaan rutin terhadap saluran air.
- Edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Dengan langkah-langkah tersebut, warga berharap kejadian serupa dapat diminimalkan, sehingga Jalan Jenderal Sudirman dapat kembali berfungsi optimal sebagai jalur utama yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Jalan
Di tengah kondisi banjir yang menggenangi badan jalan, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan tersebut. Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta berhati-hati terhadap lubang jalan dan permukaan yang licin.
Pengendara sepeda motor juga diimbau untuk mempertimbangkan jalur alternatif jika genangan air terlalu dalam, guna menghindari risiko mesin mati dan potensi kecelakaan.
Harapan Warga terhadap Perhatian Serius Pemerintah
Peristiwa tergenangnya Jalan Lintas Jenderal Sudirman ini kembali menegaskan pentingnya perhatian serius pemerintah daerah terhadap persoalan infrastruktur dasar, khususnya sistem drainase dan pengelolaan air hujan.
Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dapat menjadikan persoalan ini sebagai prioritas, mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital yang digunakan oleh ribuan warga setiap harinya.
“Kami berharap pemerintah benar-benar turun tangan dan memberikan solusi nyata. Jangan sampai setiap musim hujan, masalah yang sama terus terulang,” ujar seorang warga dengan nada penuh harap.
Penutup
Tergenangnya Jalan Lintas Jenderal Sudirman di depan Kantor Telkom Kotabumi pada Rabu, 4 Februari 2026, menjadi sorotan masyarakat Lampung Utara. Genangan air yang menutupi badan jalan telah mengganggu aktivitas warga, menghambat arus lalu lintas, serta menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan ini, khususnya melalui perbaikan sistem drainase dan penanganan infrastruktur yang lebih serius.
Sumateranewstv.com akan terus memantau perkembangan penanganan banjir di lokasi tersebut dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat.
(Redaksi Sumateranewstv.com)


