Dandim 0412/LU Pimpin Korve Pasca Amukan Puting Beliung, TNI Bersama Warga Pulihkan Kondisi Kotabumi

Lampung Utara - Dandim 0412/LU Letkol INF Roni Faturohman Pimpin Korve Pasca Amukan Angin Puting Beliung - Aksi tanggap darurat dan kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran TNI melalui kegiatan pembersihan pasca bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kotabumi dan sekitarnya. Komandan Kodim Letkol Inf Roni Faturohman turun langsung memimpin kegiatan kurve atau gotong royong pembersihan material sisa bencana pada Senin pagi (16/02/2026).

Bencana angin kencang yang disertai hujan deras tersebut sebelumnya terjadi pada Sabtu sore (14/02/2026) dan menyebabkan sejumlah kerusakan di berbagai titik, mulai dari rumah warga, fasilitas umum, hingga lingkungan militer. Kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen dalam membantu pemulihan kondisi wilayah agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Bencana Puting Beliung Melanda Wilayah Kotabumi

Peristiwa puting beliung yang melanda wilayah Lampung Utara terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas angin yang cukup kuat. Sejumlah pohon besar tumbang, atap rumah warga beterbangan, serta beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, wilayah yang paling terdampak berada di kawasan pemukiman padat penduduk dan jalur transportasi utama. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kejadian tersebut juga sempat menghambat akses jalan akibat pohon tumbang yang menutup badan jalan.

Kondisi tersebut langsung mendapat respons cepat dari jajaran Kodim 0412/LU yang segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kelurahan, serta unsur terkait untuk melakukan langkah penanganan darurat.

Dandim Turun Langsung Pimpin Aksi Kurve

Pada kegiatan pembersihan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB, Dandim Letkol Inf Roni Faturohman memimpin langsung jalannya aksi kurve bersama ratusan personel TNI. Kehadiran pimpinan di lapangan tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga menjadi motivasi dan semangat bagi prajurit serta warga yang ikut bergotong royong.

Dandim terlihat aktif berinteraksi dengan masyarakat, membantu proses pembersihan, serta memastikan kegiatan berjalan aman dan efektif. Didampingi Kasdim Mayor Cpm Aris Setia Hadi, para Pasi, serta jajaran Danramil, kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.

Menurut Dandim, kegiatan kurve ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pasca bencana agar kehidupan masyarakat dapat segera kembali normal.

“Kami bergerak cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan kondisi lingkungan kembali aman. TNI akan selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi apa pun,” ujar Dandim.

Fokus Pembersihan di Berbagai Titik Terdampak

Kegiatan kurve menyasar sejumlah lokasi yang mengalami dampak cukup parah akibat puting beliung. Beberapa titik utama yang menjadi fokus pembersihan antara lain:

Akses Transportasi

Pembersihan dilakukan di sepanjang Jalan Etsiko Siomy (Jalur 2 Stadion) serta Jalan Bangau 5 di samping SMA IT Insan Robani Pohon-pohon tumbang yang menghalangi akses jalan dipotong dan dipindahkan agar jalur transportasi kembali bisa dilalui kendaraan.

Fasilitas Sosial

Area pemakaman umum TPU Penitis di Kelurahan Tanjung Aman juga menjadi sasaran pembersihan, mengingat banyak ranting dan pohon tumbang yang mengganggu area tersebut. Selain itu, Lapangan Koramil turut dibersihkan dari sisa material bencana.

Pemukiman Warga

Sejumlah rumah warga di Kelurahan Kelapa 7 yang mengalami kerusakan cukup parah mendapatkan prioritas penanganan. Personel TNI bersama warga bahu-membahu membersihkan puing bangunan serta memperbaiki bagian rumah yang rusak ringan.

Markas Komando

Pembersihan juga dilakukan di lingkungan Asrama Militer Kodim 0412/LU untuk memastikan fasilitas militer tetap aman dan siap digunakan dalam mendukung tugas pelayanan kepada masyarakat.

Sinergi TNI dan Masyarakat

Kegiatan kurve ini tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga mendapat dukungan dari masyarakat setempat, aparat kelurahan, serta relawan. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya budaya gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.

Warga terlihat antusias membantu proses pembersihan, mulai dari mengangkat ranting pohon, membersihkan puing, hingga menyediakan konsumsi bagi para petugas. Kebersamaan ini menciptakan suasana penuh solidaritas dan kepedulian.

Salah satu warga yang rumahnya terdampak mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI yang cepat turun ke lapangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang langsung membantu membersihkan rumah dan lingkungan kami. Kehadiran mereka sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Dampak Bencana dan Upaya Pemulihan

Bencana puting beliung yang terjadi menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah, fasilitas umum, serta jaringan listrik di beberapa titik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan cukup besar.

Pemerintah daerah bersama TNI dan instansi terkait terus melakukan pendataan kerusakan serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi bahan makanan, perlengkapan darurat, serta bantuan perbaikan rumah.

Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas membuka akses jalan dan memastikan keamanan lingkungan. Langkah ini penting agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera berjalan kembali.

Kehadiran TNI Sebagai Garda Terdepan Penanganan Bencana

Keterlibatan TNI dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP), di mana prajurit memiliki tanggung jawab membantu pemerintah dan masyarakat dalam situasi darurat.

Kodim 0412/LU secara konsisten menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana alam di wilayah Lampung Utara. Dengan dukungan personel dan peralatan yang memadai, TNI mampu bergerak cepat dalam memberikan bantuan.

Peran aktif ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah.

Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Kejadian puting beliung ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Perubahan cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Pemerintah daerah juga terus melakukan sosialisasi mengenai langkah mitigasi bencana guna meminimalkan risiko kerugian.

Gotong Royong Sebagai Kekuatan Bangsa

Kegiatan kurve yang dilakukan Kodim 0412/LU menjadi contoh nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dengan kebersamaan antara TNI dan masyarakat, proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Nilai kebersamaan ini diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari budaya bangsa.

Kondisi Terkini Pasca Pembersihan

Hingga kegiatan berakhir, sebagian besar material pohon tumbang telah berhasil dievakuasi. Jalan-jalan yang sebelumnya tertutup kini sudah bisa dilalui kendaraan, sementara area pemukiman mulai tertata kembali.

Personel TNI masih melakukan pemantauan di beberapa titik untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Proses perbaikan rumah warga juga terus dilakukan secara bertahap dengan bantuan pemerintah daerah.

Harapan ke Depan

Dandim berharap kegiatan kurve ini dapat mempercepat proses pemulihan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kebersamaan dan saling membantu dalam menghadapi situasi darurat.

Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan wilayah Kotabumi dapat segera pulih sepenuhnya dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti sediakala.

Penutup

Aksi cepat tanggap yang dilakukan oleh Kodim 0412/LU di bawah kepemimpinan Letkol Inf Roni Faturohman menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi sulit. Melalui kegiatan kurve dan gotong royong, dampak bencana dapat diminimalkan dan proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Kejadian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial antarwarga serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Kotabumi menunjukkan bahwa setiap tantangan dapat dihadapi bersama. (*)

(Redaksi Sumateranewstv.com)