Anggota Satpol PP Way Kanan Dibacok di Blambangan Umpu, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Berat

WAY KANAN (Sumateranewstv.com) — Peristiwa penganiayaan berat menggegerkan warga Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Kamis sore (12/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berinisial DD mengalami luka serius setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh seorang pria bernama Roma di rumah pelaku yang berlokasi di kawasan KM 4, Blambangan Umpu.

Peristiwa berdarah tersebut sontak membuat warga sekitar panik dan cemas. Kejadian ini juga memicu perhatian luas masyarakat, mengingat korban merupakan aparat penegak peraturan daerah, sementara pelaku diduga melakukan penyerangan secara brutal dengan menggunakan senjata tajam berupa golok dan badik.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media dari berbagai sumber di lapangan, kejadian bermula saat Roma menghubungi korban melalui sambungan telepon dan meminta DD untuk datang ke rumahnya. Tanpa menaruh curiga, korban kemudian memenuhi panggilan tersebut dengan didampingi seorang rekannya bernama Genta.

Namun, setibanya di lokasi, situasi yang awalnya tampak biasa berubah menjadi tegang. Korban dan rekannya tiba-tiba mendapat tuduhan yang mengejutkan dari pelaku. Roma diduga menuduh korban sebagai bandar narkoba, sebuah tuduhan serius yang sama sekali tidak disangka oleh korban.

Tuduhan Bandar Narkoba Picu Ketegangan

Menurut keterangan sejumlah saksi dan informasi yang diperoleh, saat kejadian Roma tidak sendirian. Ia didampingi oleh seorang rekannya berinisial Jhon, yang diketahui berprofesi sebagai wartawan media online. Kehadiran pihak lain di lokasi menambah kompleksitas situasi, sekaligus memperkeruh suasana yang sudah memanas.

Tuduhan sebagai bandar narkoba yang dilontarkan secara tiba-tiba tersebut memicu perdebatan dan cekcok antara korban dengan pelaku. Korban disebut membantah keras tuduhan tersebut karena merasa tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal sebagaimana yang dituduhkan.

Perdebatan yang awalnya berupa adu mulut kemudian berkembang menjadi situasi yang semakin tidak terkendali. Nada bicara meninggi, emosi memuncak, dan suasana berubah menjadi penuh ketegangan.

Beberapa saksi menyebutkan bahwa situasi saat itu sudah terlihat tidak kondusif, namun korban dan rekannya tidak menyangka bahwa cekcok tersebut akan berujung pada tindakan kekerasan yang membahayakan nyawa.

Penyerangan dengan Senjata Tajam

Tak berselang lama setelah cekcok terjadi, pelaku diduga langsung mengambil senjata tajam jenis golok dan badik. Tanpa banyak peringatan, Roma kemudian melakukan penyerangan terhadap korban.

Serangan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius. Korban mengalami luka parah di bagian dagu serta luka di jari tangan kiri akibat sabetan senjata tajam.

Berdasarkan keterangan medis, korban harus mendapatkan sekitar 30 jahitan di bagian dagu akibat luka yang cukup dalam, serta sekitar 3 jahitan pada jari tangan kiri. Luka-luka tersebut menunjukkan betapa brutalnya serangan yang dialami korban.

Dalam kondisi terluka dan bersimbah darah, korban berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian. Dengan sisa tenaga yang ada, korban melarikan diri menggunakan sepeda motor milik warga yang berada di sekitar lokasi untuk menuju Puskesmas Blambangan Umpu.

Tindakan cepat korban untuk menjauh dari lokasi kejadian dinilai sangat penting untuk menyelamatkan nyawanya, mengingat kondisi luka yang cukup serius dan adanya ancaman lanjutan dari pelaku.

Ancaman Pembunuhan dan Dugaan Permintaan Bantuan Oknum

Selain melakukan penyerangan, pelaku juga disebut-sebut sempat mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap korban. Ancaman tersebut semakin memperparah situasi dan menimbulkan rasa takut tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan pula bahwa Roma sempat menghubungi seorang oknum polisi bernama Rudy melalui sambungan telepon untuk meminta bantuan. Informasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat dan menjadi perhatian khusus dalam proses penyelidikan.

Pihak kepolisian diharapkan dapat mengklarifikasi secara mendalam terkait dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk apakah ada upaya untuk menghambat proses hukum atau mempengaruhi penanganan perkara.

Hingga saat ini, informasi terkait dugaan komunikasi tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh aparat kepolisian.

Warga Panik, Situasi Mencekam

Peristiwa penyerangan tersebut disaksikan oleh beberapa orang yang berada di sekitar rumah pelaku. Warga sekitar sempat panik dan merasa ketakutan, mengingat kejadian berlangsung secara tiba-tiba dan melibatkan senjata tajam.

Beberapa warga mengaku mendengar keributan dan teriakan dari lokasi kejadian. Sebagian warga memilih menjauh karena khawatir situasi akan semakin memburuk dan membahayakan keselamatan mereka.

Kejadian ini juga menimbulkan trauma bagi warga sekitar, terutama karena peristiwa kekerasan dengan senjata tajam terjadi di lingkungan pemukiman yang seharusnya aman dan kondusif.

Warga berharap agar aparat kepolisian dapat segera mengambil tindakan tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.

Korban Dilarikan ke Puskesmas

Setelah berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian, korban langsung menuju Puskesmas Blambangan Umpu untuk mendapatkan pertolongan medis. Petugas medis segera memberikan penanganan intensif terhadap luka-luka yang dialami korban.

Proses penjahitan di bagian dagu dan jari tangan kiri dilakukan untuk menghentikan pendarahan serta mencegah terjadinya infeksi. Kondisi korban dilaporkan stabil setelah mendapatkan perawatan, meskipun masih memerlukan pemantauan dan pemulihan lanjutan.

Pihak keluarga korban juga segera datang ke Puskesmas setelah mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut. Mereka tampak terpukul dan berharap agar pelaku dapat segera ditangkap serta diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Polres Way Kanan Turun Tangan

Mendapat laporan adanya peristiwa penganiayaan berat, jajaran Polres Way Kanan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mendatangi Puskesmas Blambangan Umpu untuk meminta keterangan langsung dari korban.

Petugas kepolisian mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi, termasuk warga sekitar, rekan korban, serta pihak-pihak lain yang diduga mengetahui kejadian tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh dan akurat, sekaligus mengungkap motif di balik penyerangan yang dilakukan oleh pelaku.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan, mengingat peristiwa tersebut merupakan tindak pidana serius yang mengancam keselamatan jiwa seseorang.

Dugaan Penganiayaan Berat

Berdasarkan fakta awal, peristiwa ini mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penggunaan senjata tajam, adanya luka serius, serta ancaman pembunuhan yang dilontarkan oleh pelaku menjadi faktor yang memperberat dugaan tindak pidana tersebut.

Jika terbukti, pelaku dapat dijerat dengan pasal yang mengatur tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman pidana penjara yang cukup berat.

Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menetapkan status hukum pelaku dan mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Harapan Penegakan Hukum Tegas dan Transparan

Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat Way Kanan. Banyak pihak berharap agar aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara tegas, adil, dan tanpa pandang bulu.

Transparansi dalam proses penyelidikan juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta mencegah munculnya spekulasi dan isu-isu negatif di tengah masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga berharap agar aparat dapat memberikan rasa aman dan memastikan bahwa pelaku kekerasan tidak dibiarkan bebas berkeliaran yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

Penutup

Peristiwa penganiayaan berat yang menimpa anggota Satpol PP berinisial DD di Blambangan Umpu menjadi pengingat bahwa potensi konflik dan kekerasan masih dapat terjadi di tengah masyarakat.

Penanganan yang cepat, tegas, dan profesional dari aparat kepolisian sangat diharapkan agar keadilan dapat ditegakkan serta memberikan efek jera bagi pelaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap, mengungkap motif sebenarnya, serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sumateranewstv akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru kepada masyarakat.

(*Red)

Redaksi