KOTABUMI, LAMPUNG UTARA, Sumateranewstv. Com – Permasalahan sampah kembali menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Lampung Utara. Kali ini, keluhan datang dari warga RT 11 Lingkungan (LK) 5 B, Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan. Tumpukan sampah yang berada di sepanjang Jalan Dr. Abizar Hasan dikeluhkan warga karena telah lama menumpuk, berserakan, dan menimbulkan aroma bau busuk yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut terpantau pada Selasa (13/1/2026). Sampah rumah tangga bercampur dengan sampah plastik, sisa makanan, serta material lainnya terlihat memenuhi sisi jalan. Bau menyengat tercium bahkan dari jarak beberapa meter, terutama pada siang hari saat cuaca Hujan.
Sampah Menumpuk Lama, Warga Merasa Resah
Menurut keterangan sejumlah warga setempat, tumpukan sampah tersebut bukanlah kondisi yang baru terjadi. Sampah telah lama menumpuk dan seolah dibiarkan tanpa penanganan serius dari pihak terkait. Warga mengaku sudah berulang kali mengeluhkan permasalahan ini, namun hingga kini belum ada solusi konkret.
“Sampah ini sudah lama, bukan baru satu dua hari. Baunya sangat menyengat, apalagi kalau siang hari. Kami yang tinggal di sekitar sini sangat terganggu,” ujar salah satu warga RT 11 yang enggan disebutkan namanya.
Warga lainnya menambahkan bahwa kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena lokasi sampah berada di pinggir jalan umum yang sering dilalui masyarakat, termasuk anak-anak dan lansia.
Bau Busuk Mengganggu Aktivitas dan Kesehatan
Aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar. Bau busuk yang berasal dari sampah organik yang membusuk berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus.
“Kami khawatir bisa menimbulkan penyakit. Banyak lalat dan hewan pengerat yang datang. Ini jelas membahayakan kesehatan,” kata warga lainnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi lingkungan yang menjadi kumuh dan tidak nyaman dipandang. Jalan Dr. Abizar Hasan yang seharusnya menjadi akses publik justru tercemar oleh tumpukan sampah.
Bukan Tempat Pembuangan Sampah Resmi
Dari pantauan awak media Sumateranewstv di lokasi, tumpukan sampah tersebut berada di area yang bukan merupakan tempat pembuangan sampah resmi. Hal ini semakin memperparah kondisi karena sampah dibuang secara sembarangan tanpa pengelolaan yang baik.
Warga menilai bahwa kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya turut menjadi penyebab utama permasalahan ini. Namun demikian, warga juga menyoroti lemahnya pengawasan dari aparat lingkungan setempat.
Diduga Kurangnya Perhatian Aparatur Lingkungan
Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja aparat lingkungan, mulai dari Ketua RT hingga Kepala Lingkungan. Mereka menilai aparat lingkungan terkesan tutup mata terhadap permasalahan sampah yang sudah berlangsung cukup lama.
“Kami heran, masa aparat lingkungan tidak tahu kondisi ini. Sampahnya jelas terlihat, baunya menyengat. Tapi seperti tidak ada tindakan,” ungkap seorang warga.
Warga berharap aparat lingkungan lebih proaktif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan wilayahnya, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Dampak Lingkungan dan Estetika Kota
Permasalahan sampah tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada lingkungan dan estetika kota. Tumpukan sampah di pinggir jalan dapat mencemari tanah dan saluran air, serta berpotensi menyebabkan banjir jika menyumbat drainase.
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Harapan Warga terhadap Pemerintah Daerah
Warga RT 11 LK 5 B berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Utara, dapat segera turun tangan untuk menangani permasalahan ini.
Mereka meminta adanya pembersihan sampah secara menyeluruh serta pengawasan rutin agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kami hanya ingin lingkungan kami bersih dan sehat. Tolong segera ditindaklanjuti,” kata salah satu warga.
Imbauan Kepada Masyarakat
Selain menuntut peran pemerintah dan aparat lingkungan, warga juga mengimbau kepada masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat.
“Ini bukan tempat sampah. Kami mengajak masyarakat untuk sadar dan peduli. Jangan buang sampah sembarangan,” ujar warga.
Edukasi dan kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayah perkotaan.
Perlu Penanganan Serius dan Berkelanjutan
Permasalahan sampah di Jalan Dr. Abizar Hasan menjadi cerminan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Tanpa sinergi antara pemerintah, aparat lingkungan, dan masyarakat, persoalan ini akan terus berulang.
Warga berharap adanya langkah nyata berupa penetapan lokasi tempat sampah resmi, pengangkutan rutin, serta penegakan aturan bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan.
Penutup
Keluhan warga RT 11 LK 5 B, Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah yang dibiarkan menumpuk bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Diharapkan, pemerintah daerah dan aparat terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini demi kenyamanan dan keselamatan warga.
(Team - Sumateranewstv)

