Wali Kota Eva Dwiana Tinjau Banjir di Kecamatan Sukabumi, Tegaskan Penanganan Terpadu dan Rekayasa Sungai

Bandar Lampung, Gnotif. Com – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, meninjau secara langsung kawasan terdampak banjir di Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Jumat (9/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respon cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menangani dampak bencana banjir yang terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung terjadi setelah hujan lebat mengguyur kota pada Kamis (8/1/2026) sejak siang hingga malam hari. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat secara signifikan, sehingga beberapa saluran air dan sungai tidak mampu menampung aliran air dan meluap ke permukiman warga.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kecamatan Sukabumi. Genangan air dilaporkan merendam rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan lingkungan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Respon Cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung

Mengetahui kondisi tersebut, Wali Kota Bandar Lampung langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh tim gabungan dari berbagai perangkat daerah.

Tim tersebut terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, serta Satuan Polisi Pamong Praja. Selain itu, turut mendampingi Camat Sukabumi, para lurah, serta pamong setempat.

Kehadiran langsung Wali Kota di lokasi terdampak disambut antusias oleh warga. Mereka menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi terkait kondisi lingkungan, saluran air, serta upaya penanganan banjir yang diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Gotong Royong Bersihkan Sisa Material Pascabanjir

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Hj. Eva Dwiana bersama jajaran perangkat daerah dan warga setempat bergotong royong membersihkan sisa-sisa material pascabanjir. Lumpur, sampah, serta material kayu dan ranting yang terbawa arus air dibersihkan dari jalan dan lingkungan permukiman.

Gotong royong ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Wali Kota tampak turun langsung ke lapangan, memantau proses pembersihan, sekaligus berdialog dengan warga.

“Kita hadir di sini untuk memastikan warga tidak merasa sendiri. Pemerintah Kota akan terus bersama masyarakat dalam penanganan dampak banjir ini,” ujar Wali Kota di sela-sela kegiatan.

Kronologi Banjir di Kecamatan Sukabumi

Berdasarkan laporan BPBD Kota Bandar Lampung, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di sejumlah sungai dan drainase meningkat secara cepat.

Di Kecamatan Sukabumi, beberapa titik saluran air mengalami penyempitan dan pendangkalan, sehingga aliran air tidak lancar. Akibatnya, air meluap dan menggenangi kawasan permukiman warga, terutama di wilayah yang berada di dataran rendah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerugian material bagi warga, termasuk kerusakan perabot rumah tangga dan terganggunya aktivitas sehari-hari.

Arahan Wali Kota kepada Pihak Balai

Dalam arahannya, Wali Kota Hj. Eva Dwiana meminta agar pihak Balai yang memiliki kewenangan atas pengelolaan sungai dan saluran air dapat segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung serta masyarakat setempat.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar penanganan saluran air dan sungai dapat dilakukan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan.

“Saya minta pihak Balai dapat duduk bersama dengan pemerintah kota dan warga. Kita harus mencari solusi bersama agar banjir seperti ini tidak terus berulang,” tegas Wali Kota.

Imbauan Jaga Kebersihan Lingkungan

Selain menyoroti aspek teknis penanganan banjir, Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air dan sungai.

Menurutnya, permasalahan banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.

“Kalau saluran air bersih dan tidak tersumbat sampah, air bisa mengalir dengan lancar. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Hj. Eva Dwiana.

Rencana Rekayasa Sungai di Wilayah Campang

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, Wali Kota Bandar Lampung menjelaskan bahwa Pemerintah Kota akan melakukan penanganan jangka menengah dan panjang melalui rekayasa sungai.

Salah satu sungai yang akan menjadi fokus penanganan berada di wilayah Campang, Kecamatan Sukabumi. Sungai tersebut memiliki lebar yang cukup besar dan dinilai memiliki potensi untuk direkayasa agar mampu menampung debit air yang lebih besar saat hujan deras.

“Kita akan lakukan kajian teknis untuk rekayasa sungai ini. Tujuannya agar aliran air lebih terkontrol dan risiko banjir dapat diminimalkan,” jelas Wali Kota.

Peran Perangkat Daerah dalam Penanganan Banjir

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir, serta menyiagakan personel untuk merespons cepat jika terjadi bencana susulan.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan inventarisasi kondisi drainase dan sungai, termasuk pendangkalan dan penyempitan saluran, sebagai dasar perencanaan penanganan lebih lanjut.

Dinas Lingkungan Hidup juga akan meningkatkan upaya pembersihan sampah di sungai dan saluran air, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Penanganan banjir di Kecamatan Sukabumi menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif warga, upaya penanggulangan banjir tidak akan berjalan optimal.

Wali Kota Hj. Eva Dwiana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung akan terus berupaya meningkatkan sistem mitigasi bencana, baik melalui pembangunan infrastruktur, edukasi masyarakat, maupun penguatan koordinasi lintas sektor.

“Kita tidak bisa menghindari hujan, tapi kita bisa meminimalkan dampaknya dengan perencanaan dan kepedulian bersama,” ujarnya.

Komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung

Melalui peninjauan langsung ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Langkah cepat, koordinasi lintas sektor, serta perencanaan penanganan jangka panjang menjadi bagian dari strategi pemerintah kota.

Diharapkan, dengan upaya yang dilakukan secara terpadu, kejadian banjir di Kecamatan Sukabumi dan wilayah lainnya di Kota Bandar Lampung dapat diminimalkan di masa mendatang.

Pemerintah Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta mendukung program-program pemerintah dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Penutup

Kunjungan Wali Kota Bandar Lampung ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Sukabumi menjadi cerminan kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan sinergi, Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis dapat mewujudkan kota yang lebih tangguh terhadap bencana.

Upaya penanganan banjir tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, bersih, dan berkelanjutan.

Editor Pariyo Saputra // Redaksi / Sumateranewstv. Com