BANDAR LAMPUNG, Sumateranewstv. Com – Kepedulian dan kehadiran negara kembali dirasakan langsung oleh masyarakat. Tim SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Lampung bergerak cepat membantu warga yang terdampak bencana tanah longsor di Jalan Hayam Wuruk Gang Macan, Kelurahan Kebun Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (31/12/2025).
Peristiwa tanah longsor yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak timbunan material tanah. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda.
Menanggapi laporan masyarakat dan hasil pemantauan lapangan, Satbrimob Polda Lampung melalui Tim SAR Batalyon A Pelopor segera menurunkan personel untuk melakukan evakuasi serta pembersihan material longsor. Langkah cepat ini menjadi wujud nyata respons Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
20 Personel SAR Dikerahkan Sejak Pagi Hari
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa sebanyak 20 personel Siaga SAR Batalyon A Pelopor dikerahkan sejak pagi hari untuk menangani lokasi terdampak tanah longsor.
“Personel Tim SAR Batalyon A Pelopor diterjunkan sejak pukul 07.00 WIB untuk melakukan pengecekan lokasi serta membantu evakuasi rumah warga yang terdampak tanah longsor. Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun kepada awak media.
Menurut Yuni, kehadiran personel Brimob di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pasca longsor.
Apel Pemberangkatan dan Pengecekan Lokasi
Sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, seluruh personel Tim SAR Batalyon A Pelopor terlebih dahulu melaksanakan apel pemberangkatan di markas satuan. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Abdul Karim.
Dalam arahannya, Kompol Abdul Karim menekankan pentingnya keselamatan personel, kerja sama tim, serta profesionalisme dalam melaksanakan tugas kemanusiaan. Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap waspada terhadap potensi bahaya lanjutan, mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan tinggi.
Setibanya di lokasi kejadian, Tim SAR kembali melaksanakan apel pengecekan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan sebelum memulai proses evakuasi. Langkah ini dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja serta memastikan seluruh tahapan penanganan bencana berjalan sesuai prosedur.
Pembersihan Material Longsor Dilakukan Bertahap
Dalam proses evakuasi dan pembersihan material longsor, personel Tim SAR Batalyon A Pelopor menggunakan berbagai perlengkapan SAR standar, seperti helm pengaman, sekop, cangkul, palu, serta sepatu boots.
Material tanah dan bebatuan yang menimpa bagian rumah warga dibersihkan secara bertahap dan hati-hati. Personel bekerja secara bergantian untuk memastikan struktur bangunan tidak mengalami kerusakan lebih parah selama proses evakuasi berlangsung.
“Fokus utama kami adalah membersihkan material longsor yang menimpa rumah warga serta memastikan kondisi bangunan aman untuk dihuni atau setidaknya tidak membahayakan penghuni,” jelas Kombes Pol Yuni.
Selain membersihkan material tanah, personel juga membantu warga mengevakuasi barang-barang penting dari dalam rumah, seperti perabotan, dokumen, dan barang berharga lainnya.
Situasi Aman dan Kondusif
Hingga siang hari, proses evakuasi dan pembersihan material longsor masih terus berlangsung. Berdasarkan laporan dari lapangan, tidak ditemukan kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung.
“Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan kejadian menonjol dan seluruh proses evakuasi berjalan aman serta lancar. Personel tetap siaga hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman,” ungkap Yuni.
Langkah pengamanan lokasi juga dilakukan untuk mencegah warga mendekat ke area rawan longsor. Garis pembatas dipasang di sejumlah titik guna menghindari potensi korban apabila terjadi longsor susulan.
Wujud Nyata Kepedulian Brimob terhadap Masyarakat
Kehadiran Tim SAR Brimob Lampung di tengah masyarakat yang terdampak bencana menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Satbrimob Polda Lampung selama ini dikenal sebagai satuan yang sigap dan responsif dalam menangani berbagai situasi darurat, mulai dari bencana alam, pencarian dan pertolongan korban, hingga pengamanan kegiatan masyarakat.
“Ini adalah tugas kemanusiaan. Kami hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti bencana alam,” tambah Yuni.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Di akhir keterangannya, Kabid Humas Polda Lampung mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Apabila terjadi kondisi darurat atau tanda-tanda longsor, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditangani,” tegas Yuni.
Imbauan ini sejalan dengan upaya mitigasi bencana yang terus dilakukan oleh Polda Lampung bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, guna meminimalisir risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.
Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana
Penanganan bencana tanah longsor di Bandar Lampung ini juga menjadi contoh sinergi yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat. Warga sekitar turut membantu proses evakuasi dengan memberikan informasi kondisi lingkungan serta membantu personel di lapangan.
Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana dan memastikan keselamatan seluruh pihak. Polri berharap kerja sama seperti ini dapat terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
Komitmen Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Polda Lampung kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
Penanganan bencana tanah longsor di akhir tahun 2025 ini sekaligus menjadi refleksi bahwa kehadiran Polri adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama saat menghadapi situasi sulit.
Dengan langkah cepat, sigap, dan humanis, Tim SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
(Press Release Bidhumas Polda Lampung)
Editor Pariyo Saputra // Redaksi Sumateranewstv. Com


