Polri-TNI Terus Lakukan Penanganan Banjir Donggala, Akses Jalan Mulai Dibuka dan Pembersihan Rumah Warga Digencarkan

Press Release Nomor: 13 / I / HUM.6.1.1./2026/Bidhumas
Sabtu, 17 Januari 2026

DONGGALA, Sumateranewstv. Com – Enam hari pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, upaya penanganan dan pemulihan terus digencarkan oleh aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. Bencana alam yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap infrastruktur, permukiman warga, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Sejak hari pertama terjadinya banjir bandang, jajaran Polri dan TNI langsung bergerak cepat dengan membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Bencana. Satgas ini bertugas untuk melakukan evakuasi warga, pendistribusian bantuan, pembersihan material banjir, serta pemulihan akses jalan dan fasilitas umum yang terdampak. Hingga memasuki hari keenam, Jumat (16/1/2026), ratusan personel gabungan masih terus diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan.

Kegiatan penanganan bencana pada hari tersebut diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Donggala, AKP Wakhidin, S.H. Apel yang digelar di salah satu titik kumpul pasukan tersebut diikuti oleh seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana, baik dari unsur Polri, TNI, BPBD, maupun instansi pendukung lainnya.

Apel Pengecekan dan Pembagian Tugas

Dalam arahannya saat apel, AKP Wakhidin menekankan pentingnya kedisiplinan, keselamatan, serta sinergi antarinstansi dalam melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut. Ia mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menyangkut psikologis masyarakat yang terdampak.

“Kita hadir di sini untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tetap jaga keselamatan diri, dan perhatikan koordinasi di lapangan agar setiap pekerjaan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar AKP Wakhidin di hadapan peserta apel.

Usai apel, personel gabungan langsung bergerak menuju sektor-sektor kerja yang telah ditentukan. Pembagian tugas dilakukan secara rinci agar seluruh wilayah terdampak dapat tertangani secara merata dan optimal. Fokus utama kegiatan pada hari keenam ini meliputi pembersihan rumah warga yang masih tertimbun lumpur, pembukaan kembali akses jalan dan jembatan yang terputus, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pembersihan Rumah Warga dan Lingkungan

Salah satu kegiatan prioritas yang dilakukan oleh personel gabungan adalah pembersihan lanjutan rumah-rumah warga terdampak di Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan. Desa ini merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang, di mana ratusan rumah warga terendam air bercampur lumpur dan material kayu.

Dengan menggunakan peralatan manual seperti sekop, cangkul, dan alat kebersihan lainnya, personel TNI-Polri bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur yang mengendap di dalam rumah, halaman, serta akses jalan desa. Selain itu, kendaraan taktis seperti mobil Armored Water Cannon (AWC) juga dikerahkan untuk membantu penyemprotan lumpur yang sulit dibersihkan secara manual.

Kegiatan pembersihan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan kehadiran aparat keamanan di tengah kesulitan yang mereka hadapi. Tidak sedikit warga yang menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kerja keras personel gabungan yang tanpa lelah membantu proses pemulihan.

Pembangunan Jembatan Gorong-Gorong dan Pembukaan Akses Jalan

Selain pembersihan rumah warga, upaya pemulihan infrastruktur juga menjadi fokus utama dalam penanganan bencana banjir Donggala. Salah satu pekerjaan penting yang dilakukan adalah pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka kembali akses menuju Desa Labuan Lumbubaka yang sempat terputus akibat rusaknya jembatan lama.

Akses jalan menuju desa tersebut memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas warga serta distribusi bantuan logistik dan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pemasangan jembatan gorong-gorong dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan melibatkan personel TNI, Polri, serta tenaga teknis dari instansi terkait.

Kapolres Donggala, AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan survei dan memastikan proses pembangunan jembatan gorong-gorong berjalan sesuai dengan perencanaan. Kehadiran Kapolres di lapangan menunjukkan komitmen pimpinan Polri dalam mengawal langsung proses penanganan bencana.

“Kita pastikan pembangunan jembatan gorong-gorong ini dapat selesai dengan cepat dan tepat sasaran, sehingga akses masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas warga bisa kembali berjalan normal,” ujar AKBP Angga di sela-sela kegiatan survei.

Pembersihan Hunian Tetap dan Fasilitas Umum

Di Kecamatan Tanantovea, personel gabungan juga melakukan pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II yang berada di Desa Wani Lumbupetigi. Hunian tetap tersebut sebelumnya terendam air dan lumpur akibat luapan sungai saat banjir bandang terjadi.

Pembersihan huntap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan hunian tersebut layak ditempati kembali oleh warga. Selain hunian tetap, fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan kantor pelayanan publik juga menjadi sasaran pembersihan agar dapat segera difungsikan kembali.

Tim kesehatan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sulawesi Tengah juga diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan gangguan pencernaan.

Keterlibatan Personel Gabungan

Dalam kegiatan penanganan bencana ini, total personel yang terlibat cukup besar, mencerminkan sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana alam. Berdasarkan data yang dihimpun, personel yang terlibat antara lain 92 personel Polres Donggala, 102 personel Satuan Brimob Daerah (Sat Brimobda) Sulawesi Tengah, 30 personel TNI Angkatan Darat, 25 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulteng.

Keterlibatan berbagai unsur ini memungkinkan pelaksanaan tugas yang lebih efektif, mulai dari penanganan teknis di lapangan hingga pelayanan kesehatan dan logistik. Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan pascabencana.

Dampak Bencana Banjir Donggala

Berdasarkan data terbaru hingga 14 Januari 2026, dampak bencana banjir bandang di Kabupaten Donggala masih tergolong cukup signifikan. Tercatat sebanyak 4 unit rumah hanyut terbawa arus banjir, 268 rumah tergenang air, serta 8 rumah mengalami kerusakan berat dan ringan.

Selain itu, sebanyak 134 kepala keluarga atau sekitar 1.093 jiwa terdampak langsung oleh bencana tersebut. Dari sisi infrastruktur, tercatat 10 unit jembatan mengalami kerusakan, 3 ruas jalan raya terputus, serta beberapa fasilitas umum seperti 1 sekolah, 1 masjid, dan 1 kantor Kantor Urusan Agama (KUA) turut terdampak.

Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama dalam hal mobilitas, pendidikan, dan pelayanan keagamaan. Oleh karena itu, pemulihan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama dalam operasi penanganan bencana.

Operasi Aman Nusa II Tetap Dilanjutkan

Meskipun status tanggap darurat bencana di Kabupaten Donggala secara resmi telah berakhir pada 15 Januari 2026, upaya penanganan bencana tidak serta-merta dihentikan. Polri tetap melanjutkan kegiatan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026.

Operasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana berjalan secara optimal, aman, dan terkoordinasi. Dalam operasi tersebut, Polri tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial.

Pernyataan Mabes Polri

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Ropenmas Divhumas Polri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa langkah cepat dan responsif yang dilakukan oleh jajaran Polda Sulawesi Tengah merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Polri bersama TNI dan instansi terkait terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala. Fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Kombes Pol Erdi dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan personel Polri di lapangan tidak hanya bertujuan untuk membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga untuk membangun kembali rasa aman, nyaman, dan optimisme masyarakat.

“Kegiatan kerja bakti dan penanganan bencana ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga diharapkan mampu meringankan beban korban sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Rencana Tindak Lanjut

Dalam rencana tindak lanjut penanganan bencana, Satgas Penanggulangan Bencana akan melanjutkan sejumlah kegiatan penting, antara lain penyelesaian pembangunan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbubaka, pembersihan lanjutan rumah-rumah warga terdampak, serta distribusi air bersih menggunakan mobil AWC.

Selain itu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga akan terus diberikan untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga. Edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit pascabanjir turut menjadi bagian dari pelayanan kesehatan tersebut.

Kondisi Kamtibmas Tetap Kondusif

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Donggala, dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak terdapat gangguan keamanan yang berarti selama proses penanganan bencana berlangsung.

Polri memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan penanganan bencana akan terus dikawal secara optimal hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

“Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Sinergi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menghadapi dan bangkit dari bencana ini,” tutup Kombes Pol Erdi.

Dengan kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Donggala dapat berlangsung dengan cepat, efektif, dan berkelanjutan, sehingga kehidupan masyarakat dapat kembali normal dan lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (*)

Editor Redaksi Sumateranewstv. Com