Polda Lampung Salurkan 4.890 Ton Beras SPHP Lewat GPM, Lampaui Target hingga 124 Persen

LAMPUNG, Sumateranewstv. Com – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama seluruh jajaran Polres terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di tengah masyarakat. Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Polda Lampung berhasil menyalurkan beras jenis Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan capaian yang melampaui target nasional.

Hingga awal Januari 2026, total beras SPHP yang telah disalurkan melalui program GPM di seluruh wilayah Provinsi Lampung mencapai 4.890 ton 575 kilogram. Angka tersebut setara dengan 124 persen dari target awal yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi bukti konkret kehadiran Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dinamika dan fluktuasi harga pangan.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan efektivitas program GPM, tetapi juga menunjukkan sinergi yang solid antara Polda Lampung, Polres jajaran, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara merata.

Gerakan Pangan Murah sebagai Solusi Stabilitas Harga

Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan menjaga keterjangkauan harga pangan, khususnya beras, di tengah potensi kenaikan harga yang kerap terjadi akibat faktor cuaca, distribusi, maupun dinamika pasar. Dalam implementasinya, Polri turut berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam pengamanan, pengawasan, hingga distribusi pangan kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa GPM menjadi wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan komitmen Polda Lampung untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik. Kami hadir untuk membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok, khususnya beras SPHP,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, beras SPHP disiapkan pemerintah sebagai beras dengan harga terjangkau namun tetap memenuhi standar kualitas, sehingga dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Capaian Distribusi Lampaui Target

Berdasarkan data resmi Polda Lampung, total distribusi beras SPHP melalui GPM hingga awal Januari 2026 mencapai 4.890 ton 575 kilogram. Capaian ini melampaui target awal yang telah ditetapkan, yakni sebesar 124 persen.

Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa program GPM yang dilaksanakan Polda Lampung dan jajaran Polres berjalan efektif dan tepat sasaran. Tingginya realisasi distribusi juga menunjukkan tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat terhadap program pangan murah yang digelar.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Polda Lampung dan Polres, serta dukungan berbagai pihak. Kami berupaya memastikan distribusi berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran,” jelas Yuni.

Distribusi Harian Terus Diintensifkan

Polda Lampung terus mengintensifkan distribusi beras SPHP melalui GPM secara berkelanjutan. Pada pelaksanaan GPM hari Sabtu, 3 Januari 2026, distribusi beras SPHP di jajaran Polres tercatat mencapai 6 ton 865 kilogram. Seluruh jumlah tersebut disalurkan oleh Polres Lampung Selatan.

Kemudian, pada Minggu, 4 Januari 2026, Polda Lampung kembali merencanakan penyaluran beras SPHP sebanyak 23 ton 530 kilogram. Distribusi pada hari tersebut dipusatkan di wilayah Lampung Selatan, yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan cukup tinggi.

“Kami fokuskan distribusi di wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi, sehingga manfaat program ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” terang Yuni.

Langkah ini dilakukan agar distribusi beras SPHP dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan harga beras di pasaran serta mencegah terjadinya kelangkaan.

Polres Lampung Timur Tertinggi dalam Realisasi

Berdasarkan data kumulatif distribusi beras SPHP melalui GPM, Polres Lampung Timur tercatat sebagai satuan kerja dengan realisasi tertinggi. Hingga awal Januari 2026, Polres Lampung Timur telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 903 ton 605 kilogram.

Posisi berikutnya ditempati oleh Polres Lampung Selatan dengan total distribusi mencapai 823 ton 400 kilogram. Sementara itu, Polres Lampung Tengah berada di urutan ketiga dengan realisasi distribusi sebesar 430 ton 500 kilogram.

Selain ketiga wilayah tersebut, penyaluran beras SPHP juga berlangsung secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari program Gerakan Pangan Murah.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan

Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa keberhasilan distribusi beras SPHP melalui GPM tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Polda Lampung, Polres jajaran, serta dukungan berbagai pihak terkait.

“Keberhasilan GPM ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang solid, mulai dari perencanaan, pengamanan, hingga penyaluran kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sinergi tersebut melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, Bulog, serta elemen masyarakat yang turut berperan aktif dalam mendukung kelancaran distribusi. Dengan kolaborasi yang baik, potensi kendala di lapangan dapat diminimalisir.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Program Gerakan Pangan Murah dengan penyaluran beras SPHP memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus terbebani lonjakan harga di pasaran.

Selain itu, keberadaan GPM juga membantu menjaga stabilitas sosial dan keamanan di tengah masyarakat. Ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang stabil menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Polda Lampung memandang bahwa peran Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Komitmen Berkelanjutan Polda Lampung

Ke depan, Polda Lampung memastikan bahwa program Gerakan Pangan Murah dengan penyaluran beras SPHP akan terus digelar secara berkelanjutan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan pangan dan menekan potensi lonjakan harga di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tutup Yuni.

Dengan capaian yang telah melampaui target, Polda Lampung optimistis bahwa GPM akan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini juga menjadi contoh sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

Penutup

Penyaluran 4.890 ton lebih beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah oleh Polda Lampung dan jajaran Polres merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Capaian yang melampaui target ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Provinsi Lampung.

Diharapkan, program ini dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Polri sebagai institusi yang hadir dan peduli terhadap kebutuhan rakyat.

(Humas Polda Lampung)

Editor: Pariyo Saputra // Redaksi / Sumateranewstv. Com