Bandar Lampung, Sumateranewstv. Com – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Lampung menyampaikan apresiasi atas kinerja awal Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran Polda Lampung dalam mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar yang melibatkan jaringan antar pulau. Pengungkapan tersebut dilakukan di kawasan strategis nasional, yakni Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
Apresiasi ini disampaikan sebagai bentuk dukungan sekaligus pengakuan terhadap langkah cepat dan tegas aparat kepolisian dalam memerangi peredaran gelap narkotika yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi keamanan, ketertiban, serta masa depan generasi bangsa.
Ketua DPC PERMAHI Lampung, Tri Rahmadona, menilai keberhasilan Polda Lampung menggagalkan penyelundupan sabu dalam jumlah besar tersebut merupakan indikator awal keseriusan Kapolda Lampung yang baru menjabat dalam menghadapi kejahatan narkotika yang bersifat terorganisir, lintas daerah, bahkan lintas pulau.
Indikator Keseriusan Kapolda Lampung Baru
Menurut Tri Rahmadona, pengungkapan kasus narkotika di Pelabuhan Bakauheni menunjukkan adanya perubahan pendekatan penegakan hukum yang lebih progresif dan berbasis intelijen. Hal ini dinilai penting mengingat Lampung merupakan salah satu provinsi penyangga yang memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.
“Kami memandang keberhasilan Polda Lampung menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar ini sebagai langkah konkret dan progresif dari Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf. Ini menunjukkan adanya komitmen kuat dalam menjaga Lampung dari ancaman jaringan narkotika antar pulau,” ujar Tri Rahmadona dalam keterangannya, Selasa (13/01/2026).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya sekadar prestasi penindakan, tetapi juga mencerminkan keberanian institusi kepolisian dalam menghadapi sindikat narkotika yang memiliki jaringan luas dan modal besar.
Pelabuhan Bakauheni sebagai Titik Rawan Distribusi Narkotika
Pelabuhan Bakauheni selama ini dikenal sebagai salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia. Setiap harinya, ribuan kendaraan dan penumpang melintas dari Sumatera menuju Pulau Jawa dan sebaliknya. Kondisi ini menjadikan Bakauheni sebagai titik strategis sekaligus rawan dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan narkotika.
Tri Rahmadona menjelaskan bahwa dari perspektif hukum dan kebijakan publik, penguatan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Bakauheni merupakan langkah krusial dalam memutus mata rantai distribusi narkotika nasional.
“Pelabuhan Bakauheni merupakan titik strategis nasional yang kerap dijadikan jalur distribusi narkotika dari Sumatera ke Pulau Jawa. Oleh karena itu, penguatan pengawasan dan keberhasilan pengungkapan kasus ini patut diapresiasi sebagai bentuk penegakan hukum yang berbasis pencegahan dan intelijen,” jelasnya.
Ia menilai, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama antar satuan di lingkungan Polda Lampung berjalan efektif, mulai dari fungsi intelijen, reserse narkoba, hingga pengamanan pelabuhan.
Dampak Langsung terhadap Perlindungan Generasi Muda
Lebih jauh, PERMAHI Lampung menyoroti dampak sosial dari pengungkapan kasus narkotika tersebut. Menurut Tri Rahmadona, keberhasilan menggagalkan peredaran sabu dalam jumlah besar secara langsung berarti menyelamatkan ribuan bahkan jutaan generasi muda dari potensi penyalahgunaan narkotika.
“Dari perspektif mahasiswa hukum, langkah ini tidak sekadar penegakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan negara terhadap masa depan generasi bangsa,” tegas Tri.
Ia menambahkan bahwa narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan struktur sosial, ekonomi, dan moral masyarakat. Oleh karena itu, setiap upaya serius dalam pemberantasannya patut mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Dorongan untuk Mengusut Hingga Aktor Intelektual
Meski memberikan apresiasi, PERMAHI Lampung juga menekankan pentingnya pengusutan kasus narkotika secara menyeluruh hingga ke akar permasalahan. Tri Rahmadona menegaskan bahwa pengungkapan di tingkat kurir atau pelaku lapangan saja tidak cukup untuk memutus jaringan narkotika yang terorganisir.
“Kami berharap pengungkapan ini diikuti dengan pengusutan tuntas hingga ke aktor intelektual dan jaringan utama. Penegakan hukum tidak boleh berhenti di pelaku paling bawah, tetapi harus menyasar pengendali dan pemodal utama,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini penting agar efek jera benar-benar dirasakan oleh jaringan narkotika dan mencegah munculnya jaringan baru yang menggantikan.
Komitmen Transparansi dan Pengawasan Publik
PERMAHI Lampung juga mendorong Polda Lampung untuk menjaga konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses penanganan kasus narkotika. Sebagai organisasi mahasiswa hukum, PERMAHI menilai bahwa keterbukaan informasi dan pengawasan publik merupakan bagian tak terpisahkan dari prinsip negara hukum.
“Pemberantasan narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan dan transparan. Kami mendorong Polda Lampung untuk tetap membuka ruang pengawasan publik agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum semakin kuat,” kata Tri Rahmadona.
Ia menilai bahwa kepemimpinan Kapolda Lampung yang baru menjadi momentum penting untuk membangun kembali optimisme masyarakat terhadap penegakan hukum yang bersih dan berintegritas.
PERMAHI Siap Menjadi Mitra Kritis dan Konstruktif
Dalam pernyataannya, PERMAHI Lampung menegaskan kesiapan organisasi untuk menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi aparat penegak hukum. Hal ini dilakukan demi mendorong terwujudnya sistem penegakan hukum yang profesional, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“PERMAHI siap menjadi mitra kritis dan konstruktif aparat penegak hukum demi terwujudnya penegakan hukum yang adil, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutup Tri Rahmadona.
Penutup
Apresiasi dari PERMAHI Lampung terhadap kinerja awal Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menjadi sinyal positif bagi upaya pemberantasan narkotika di Provinsi Lampung. Dukungan dari kalangan akademisi dan mahasiswa hukum diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat sipil dan aparat penegak hukum.
Dengan komitmen bersama, konsistensi penegakan hukum, serta penguatan pengawasan di jalur-jalur strategis nasional, Provinsi Lampung diharapkan mampu menjadi wilayah yang lebih aman dari ancaman peredaran gelap narkotika, sekaligus berkontribusi dalam menjaga masa depan generasi bangsa. (Bidhumas Polda Lampung)
Editor Redaksi Sumateranewstv. Com
