Pererat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres dan Kajari Tulang Bawang Barat Gelar Coffee Morning Bahas Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Tulang Bawang Barat, Sumateranewstv, Com — Kepolisian Resor Tulang Bawang Barat (Polres Tubaba) bersama Kejaksaan Negeri Tulang Bawang Barat (Kejari Tubaba) terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempererat sinergi penegakan hukum di daerah. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coffee Morning yang digelar sebagai forum silaturahmi, koordinasi strategis, serta penyamaan persepsi terkait penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Tubaba, Senin (12/01/2026).

Kegiatan Coffee Morning tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Tubaba AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., dan Kepala Kejaksaan Negeri Tubaba Mochamad Iqbal, S.H., M.H. Turut hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Polres Tubaba, para Pejabat Utama Kejaksaan Negeri Tubaba, serta personel dari kedua institusi yang selama ini terlibat langsung dalam proses penyidikan, penuntutan, dan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, santai, namun tetap sarat dengan diskusi substansial. Acara diawali dengan ramah tamah antara pimpinan Polres dan Kejaksaan Negeri Tubaba, mencerminkan hubungan kerja yang harmonis dan saling menghargai antar institusi penegak hukum. Dalam suasana yang penuh keakraban tersebut, berbagai isu strategis dibahas secara terbuka dan konstruktif demi mewujudkan penegakan hukum yang efektif, profesional, serta berkeadilan.

Forum Strategis Memperkuat Koordinasi Antar Aparat Penegak Hukum

Kapolres Tubaba AKBP Sendi Antoni dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Coffee Morning ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan menjadi momentum penting bagi Polres dan Kejaksaan Negeri Tubaba untuk menyatukan langkah dalam menghadapi dinamika pembaruan hukum pidana nasional. Menurutnya, perubahan regulasi dalam KUHP dan KUHAP membawa konsekuensi besar terhadap pola kerja, mekanisme penanganan perkara, hingga pendekatan penegakan hukum yang harus lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Polres dan Kejaksaan Negeri Tubaba untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam penerapan KUHP dan KUHAP yang baru. Dengan adanya kesamaan pemahaman, pelaksanaan penyidikan dan penegakan hukum dapat berjalan konsisten, profesional, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar AKBP Sendi Antoni.

Kapolres menegaskan bahwa sinergi yang kuat antara penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum merupakan kunci utama dalam menciptakan sistem peradilan pidana yang efektif. Tanpa adanya koordinasi yang baik, perbedaan penafsiran terhadap aturan hukum berpotensi menimbulkan hambatan dalam proses penanganan perkara, yang pada akhirnya dapat merugikan kepentingan masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolres juga menyoroti pentingnya komunikasi yang intens dan berkelanjutan antar institusi penegak hukum. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan mempermudah penyelesaian berbagai persoalan teknis di lapangan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Kejaksaan Tegaskan Pentingnya Kesamaan Persepsi

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Tubaba Mochamad Iqbal, S.H., M.H., menegaskan bahwa penerapan KUHP dan KUHAP yang baru menuntut adanya kesamaan pemahaman dan interpretasi antara penyidik dan jaksa penuntut umum. Hal ini dinilai sangat penting untuk menghindari terjadinya perbedaan penafsiran yang dapat berdampak pada proses penegakan hukum.

“Pembaruan KUHP dan KUHAP membawa semangat penegakan hukum yang lebih modern, humanis, dan berkeadilan. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat antara penyidik dan jaksa agar setiap proses hukum berjalan selaras dengan tujuan pembaruan tersebut,” ungkap Mochamad Iqbal.

Ia juga menekankan bahwa forum seperti Coffee Morning ini menjadi sarana yang efektif untuk berdiskusi secara mendalam terkait berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Melalui diskusi terbuka, aparat penegak hukum dapat saling bertukar pandangan, pengalaman, serta solusi atas permasalahan yang muncul dalam proses penyidikan dan penuntutan.

Menurut Kajari Tubaba, kesamaan persepsi tidak hanya diperlukan pada tingkat pimpinan, tetapi juga harus dipahami secara menyeluruh oleh seluruh jajaran yang terlibat langsung dalam penanganan perkara. Oleh karena itu, kegiatan koordinasi semacam ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin guna meningkatkan kualitas penegakan hukum di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Bahas Isu Strategis dan Keadilan Restoratif

Forum diskusi dalam kegiatan Coffee Morning tersebut berlangsung dinamis. Berbagai isu strategis menjadi bahan pembahasan, di antaranya penguatan koordinasi antara penyidikan dan penuntutan, penerapan konsep keadilan restoratif (restorative justice), serta penafsiran pasal-pasal dalam KUHP dan KUHAP baru yang berpotensi multitafsir.

Penerapan keadilan restoratif menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus. Konsep ini dinilai sejalan dengan semangat pembaruan hukum pidana nasional yang mengedepankan penyelesaian perkara secara lebih humanis, dengan mempertimbangkan kepentingan korban, pelaku, dan masyarakat secara seimbang.

Dalam diskusi tersebut, disepakati bahwa penerapan keadilan restoratif harus dilakukan secara hati-hati, profesional, dan tetap berlandaskan pada ketentuan hukum yang berlaku. Aparat penegak hukum diharapkan mampu memilah perkara-perkara yang layak diselesaikan melalui pendekatan restoratif, tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya penafsiran yang seragam terhadap pasal-pasal baru dalam KUHP dan KUHAP. Perbedaan interpretasi dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum, sehingga diperlukan forum koordinasi yang intens untuk menyamakan pandangan dan langkah.

Mewujudkan Penegakan Hukum yang Profesional dan Transparan

Melalui kegiatan Coffee Morning ini, Polres Tubaba dan Kejaksaan Negeri Tubaba menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi, interaksi, dan kolaborasi antar institusi penegak hukum. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme aparat, sekaligus mewujudkan sistem peradilan pidana yang transparan dan berorientasi pada kepastian hukum.

Kapolres Tubaba menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, setiap langkah penegakan hukum harus dilakukan secara akuntabel, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

Hal senada disampaikan oleh Kajari Tubaba yang menekankan bahwa transparansi dan profesionalisme merupakan kunci dalam mewujudkan penegakan hukum yang berintegritas. Dengan adanya koordinasi yang baik antara kepolisian dan kejaksaan, diharapkan setiap perkara dapat ditangani secara tepat, cepat, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dampak Positif Bagi Stabilitas Kamtibmas

Sinergi antara Polres Tubaba dan Kejaksaan Negeri Tubaba tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Koordinasi yang solid antar aparat penegak hukum diyakini mampu meminimalisir potensi konflik hukum, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan adanya kesamaan persepsi dalam penerapan KUHP dan KUHAP baru, proses penanganan perkara diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif terhadap iklim investasi, pembangunan daerah, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari sinergi yang terbangun antara kepolisian dan kejaksaan, melalui pelayanan hukum yang lebih cepat, adil, dan transparan. Kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berintegritas.

Komitmen Berkelanjutan Antar Institusi

Menutup kegiatan Coffee Morning tersebut, Polres Tubaba dan Kejaksaan Negeri Tubaba sepakat untuk menjadikan forum koordinasi semacam ini sebagai agenda berkelanjutan. Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja antar institusi, sekaligus menjadi wadah untuk terus memperbarui pemahaman terhadap dinamika hukum yang berkembang.

“Melalui kegiatan ini, Polres Tubaba dan Kejaksaan Negeri Tubaba bersepakat untuk terus memperkuat komunikasi, interaksi, dan kolaborasi antar dua institusi penegak hukum dalam rangka menyamakan persepsi penerapan KUHP dan KUHAP baru, meningkatkan profesionalisme, serta mewujudkan sistem peradilan pidana yang transparan dan berorientasi pada kepastian hukum serta rasa keadilan di tengah masyarakat,” pungkas Kajari Tubaba.

Kegiatan Coffee Morning ini menjadi cerminan nyata dari komitmen Polres Tubaba dan Kejaksaan Negeri Tubaba dalam membangun sinergi yang solid demi penegakan hukum yang lebih baik. Dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, diharapkan aparat penegak hukum di Kabupaten Tulang Bawang Barat mampu menghadapi berbagai tantangan hukum ke depan dengan lebih siap dan profesional.

(humas_tubaba)

Editor Redaksi Sumateranewstv. Com