TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih, Dandim 1208/Sambas Hadiri Rakor Progres Pemenuhan Lahan KDKMP Kabupaten Sambas

Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih, Dandim 1208/Sambas Hadiri Rakor Progres Pemenuhan Lahan KDKMP Kabupaten Sambas

Daftar Isi
×

SAMBAS, Sumateranewstv. Com – Upaya percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sambas terus menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Hal tersebut tercermin dalam kehadiran Komandan Kodim (Dandim) 1208/Sambas, Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, M.A.P., dalam rapat koordinasi (Rakor) progres pemenuhan lahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Sambas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kabupaten Sambas, Jalan Pembangunan, Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, pada Jumat (02/01/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian langkah strategis pemerintah daerah dalam merealisasikan program Koperasi Merah Putih yang digagas sebagai instrumen utama penguatan ekonomi kerakyatan. Rakor dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Sambas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Danramil jajaran Kodim 1208/Sambas, seluruh Camat se-Kabupaten Sambas, serta para Kepala Desa dari seluruh wilayah Kabupaten Sambas.

Rakor Strategis untuk Akselerasi Program Unggulan Daerah

Pelaksanaan rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana progres pemenuhan lahan KDKMP di seluruh wilayah Kabupaten Sambas. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan serta merumuskan langkah-langkah strategis dan solusi konkret guna mempercepat proses penyediaan lahan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Sambas menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan wadah kebersamaan dan gotong royong yang mampu menggerakkan potensi lokal.

“Koperasi Merah Putih ini kita harapkan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Oleh karena itu, pemenuhan lahan dan percepatan pembangunan fisik harus kita kawal bersama, dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat,” ujar Bupati Sambas.

Peran TNI AD dalam Mendukung Program Koperasi Merah Putih

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo, M.A.P. menyampaikan komitmen penuh TNI Angkatan Darat, khususnya melalui Kodim 1208/Sambas, untuk mendukung dan mengawal program Koperasi Merah Putih. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dan pengabdian kepada masyarakat.

“TNI AD melalui Kodim 1208/Sambas siap mendukung dan mengawal program Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari upaya mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sambas. Sinergi lintas sektor sangat penting agar setiap tahapan pelaksanaan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran,” tegas Dandim.

Dandim juga menekankan bahwa keberhasilan program KDKMP tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik bangunan, tetapi juga oleh kesiapan lahan, perencanaan yang matang, serta koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat.

Pemaparan Data Progres Pemenuhan Lahan

Salah satu agenda penting dalam rapat koordinasi tersebut adalah pemaparan data progres pemenuhan lahan KDKMP yang telah masuk dalam portal Agrinas. Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat sebanyak 35 lokasi lahan telah masuk dalam portal Agrinas sebagai bagian dari tahapan administrasi.

Namun demikian, dari jumlah tersebut, baru sekitar 30 lahan yang dinyatakan siap bangun. Sementara itu, terdapat empat lahan yang meskipun telah masuk dalam portal Agrinas, namun belum dapat dilakukan pembangunan karena masih menghadapi kendala teknis maupun administratif.

Selain itu, dalam rapat juga disampaikan bahwa terdapat satu lokasi yang telah memiliki Koperasi Nelayan Merah Putih, sehingga memerlukan penyesuaian dalam perencanaan pembangunan agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi dan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kendala Teknis dan Solusi Pemenuhan Lahan

Berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pemenuhan lahan KDKMP menjadi perhatian serius dalam rapat tersebut. Kendala tersebut antara lain terkait status kepemilikan lahan, luas lahan yang belum memenuhi standar, serta aksesibilitas lokasi yang dinilai kurang mendukung.

Dandim 1208/Sambas secara rinci menjelaskan standar kebutuhan lahan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Menurutnya, ukuran bangunan koperasi direncanakan sebesar 30 x 20 meter. Namun demikian, untuk mendukung kelancaran operasional, diperlukan tambahan lahan untuk area parkir dan fasilitas pendukung lainnya.

“Bangunan koperasi memang ukurannya 30 x 20 meter, tetapi kita juga harus menyiapkan lahan parkir. Oleh karena itu, paling tidak ukuran lahan yang ideal adalah 30 x 30 meter. Selama ini ada yang menyampaikan ukuran 20 x 30 meter, namun 20 meter tersebut memanjang ke arah jalan sehingga tidak memungkinkan untuk pengembangan ke samping. Untuk mempermudah dan menyesuaikan kebutuhan, maka disepakati ukuran lahan 30 x 30 meter,” terang Dandim.

Penjelasan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta rapat, khususnya para Camat dan Kepala Desa yang memiliki peran strategis dalam penyediaan lahan di wilayah masing-masing.

Sinergi Forkopimda, Camat, dan Kepala Desa

Rapat koordinasi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara Forkopimda, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam menyukseskan program KDKMP. Para Camat diminta untuk aktif melakukan pendampingan dan koordinasi dengan Kepala Desa guna memastikan kesiapan lahan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Para Kepala Desa se-Kabupaten Sambas dalam forum tersebut menyampaikan berbagai masukan dan kondisi riil di lapangan. Beberapa desa mengaku telah menyiapkan lahan sesuai standar, sementara desa lainnya masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan persoalan administrasi dan legalitas lahan.

Bupati Sambas dalam arahannya meminta agar seluruh pihak tidak saling menyalahkan, melainkan fokus pada solusi dan percepatan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan pendampingan dan fasilitasi agar seluruh desa dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Dampak Strategis Koperasi Merah Putih bagi Masyarakat

Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa dan kelurahan di Kabupaten Sambas. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses permodalan, pemasaran hasil produksi lokal, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat dalam mengelola usaha secara kolektif dan profesional. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan sosial.

Dandim 1208/Sambas menegaskan bahwa TNI akan terus berperan aktif dalam mendukung stabilitas dan keamanan selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan faktor penting agar pembangunan dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Komitmen Bersama untuk Percepatan Pembangunan

Rapat koordinasi progres pemenuhan lahan KDKMP Kabupaten Sambas ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas sektor. Seluruh peserta rapat sepakat bahwa percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih harus menjadi tanggung jawab bersama.

Dandim 1208/Sambas bersama jajaran Kodim akan terus melakukan pendampingan melalui Danramil dan Babinsa di wilayah masing-masing. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, khususnya terkait pemenuhan lahan.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, program Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sambas diharapkan dapat segera terealisasi secara menyeluruh. Keberhasilan program ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sambas.

Dengan komitmen dan kerja sama yang solid, Kabupaten Sambas optimistis mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan koperasi berbasis kerakyatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

(Pendim 1208/Sambas)

Editor Pariyo Saputra  // Redaksi Sumateranewstv. Com

0Komentar