Pengamat Pertambangan Apresiasi Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sepanjang 2025

DR. Ivan Ferdiansyah: Capaian KESDM Nyata, Sentuh Rakyat dan Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

JAKARTA, Sumateranewstv. Com — Kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang tahun 2025 menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk pengamat pertambangan nasional. Salah satunya datang dari DR. Ivan Ferdiansyah A., SH, MH, yang menilai bahwa kepemimpinan Bahlil telah membawa perubahan nyata, progresif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat serta kedaulatan energi nasional.

Menurut DR. Ivan Ferdiansyah, capaian KESDM sepanjang 2025 bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas, melainkan hasil dari kerja konkret yang berdampak langsung terhadap perekonomian nasional, kesejahteraan masyarakat, serta posisi strategis Indonesia di sektor energi global.

“Apa yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang 2025 menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir. Kebijakan yang diambil tidak elitis, tidak hanya menguntungkan korporasi besar, tetapi juga menyentuh langsung rakyat kecil dan daerah-daerah yang selama ini tertinggal dalam akses energi,” ujar DR. Ivan dalam keterangannya di Jakarta.

Kepemimpinan Tegas dan Selaras dengan Visi Presiden

DR. Ivan menegaskan bahwa arah kebijakan KESDM di bawah Bahlil Lahadalia sangat selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional. Menurutnya, sektor energi merupakan tulang punggung kemandirian bangsa, sehingga membutuhkan kepemimpinan yang berani, tegas, dan konsisten.

“Presiden Prabowo membutuhkan menteri-menteri yang mampu menerjemahkan visi besar menjadi kerja nyata. Bahlil telah membuktikan bahwa kebijakan energi bisa dijalankan dengan keberanian politik, keberpihakan kepada rakyat, serta orientasi jangka panjang untuk kepentingan bangsa,” tegasnya.

Ia menilai bahwa langkah-langkah strategis yang diambil KESDM sepanjang 2025 mencerminkan keberanian negara untuk mengambil alih kembali kendali atas sektor energi yang selama ini kerap didominasi oleh kepentingan tertentu.

Terobosan Penegakan Hukum di Sektor ESDM

Salah satu capaian monumental yang mendapat sorotan khusus dari DR. Ivan Ferdiansyah adalah pembentukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) KESDM. Kebijakan ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru dalam tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia.

Menurutnya, selama bertahun-tahun sektor ESDM kerap diwarnai oleh praktik pelanggaran hukum, mulai dari pertambangan ilegal, penyalahgunaan izin, hingga praktik mafia energi yang merugikan negara dan masyarakat.

“Dengan berdirinya Ditjen Penegakan Hukum KESDM, negara menunjukkan keseriusannya dalam menegakkan aturan. Ini adalah sinyal kuat bahwa tidak ada lagi ruang abu-abu bagi pelanggaran hukum di sektor energi,” ujar DR. Ivan.

Ia menilai langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kepatuhan hukum, tetapi juga menciptakan iklim investasi yang lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.

Lifting Migas Lampaui Target APBN 2025

Di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), KESDM mencatat sejarah baru dengan keberhasilan meningkatkan lifting migas yang melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Capaian ini menjadi yang pertama kali terjadi dalam sembilan tahun terakhir.

DR. Ivan menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil dari kebijakan yang tepat sasaran, perbaikan tata kelola, serta optimalisasi potensi migas nasional.

“Peningkatan lifting migas ini sangat strategis karena berdampak langsung pada ketahanan energi nasional dan penerimaan negara. Ini membuktikan bahwa dengan manajemen yang tepat, sektor migas kita masih sangat potensial,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa capaian tersebut menunjukkan keberhasilan KESDM dalam membangun sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha migas nasional.

Legalisasi 45.000 Sumur Minyak Rakyat

Kebijakan lain yang dinilai sangat pro-rakyat adalah legalisasi sekitar 45.000 sumur minyak rakyat di berbagai daerah. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah berani dan berpihak kepada masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas penambangan minyak tradisional.

“Ini kebijakan yang sangat humanis dan progresif. Negara tidak lagi mematikan mata pencaharian rakyat, tetapi justru membina, mengatur, dan melindungi mereka dalam koridor hukum,” ujar DR. Ivan.

Dengan legalisasi tersebut, sumur-sumur minyak rakyat kini dapat dikelola secara lebih aman, tertib, dan memberikan kontribusi bagi negara melalui mekanisme yang sah.

Pemerataan Akses Energi Hingga Pelosok Negeri

Dari sisi pemerataan energi, KESDM sepanjang 2025 berhasil melistriki 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi melalui program listrik desa. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada lebih dari 205.000 rumah tangga.

DR. Ivan menilai program ini sangat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi pintu masuk menuju pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang layak, dan pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkapnya.

PNBP Sektor ESDM Lampaui Target

Dari sisi fiskal, kinerja KESDM juga tercermin dari realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM yang melampaui target. Sepanjang 2025, PNBP ESDM tercatat mencapai Rp138,37 triliun, lebih tinggi dari target DIPA 2025 sebesar Rp127,44 triliun.

DR. Ivan menilai capaian ini menunjukkan bahwa sektor energi masih menjadi salah satu kontributor utama bagi keuangan negara, sekaligus membuktikan efektivitas kebijakan yang diterapkan KESDM.

Peresmian RDMP Balikpapan, Tonggak Kemandirian Energi

Capaian strategis lainnya adalah peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik Pertamina oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.

Kilang terbesar di Indonesia ini menelan investasi sekitar Rp123 triliun, meningkatkan kapasitas produksi menjadi 360.000 barel per hari, serta menghasilkan bahan bakar berstandar Euro 5.

“RDMP Balikpapan adalah simbol nyata kemandirian energi nasional. Ini bukan hanya proyek fisik, tetapi investasi strategis jangka panjang untuk bangsa,” tegas DR. Ivan.

Penurunan Impor Energi Secara Signifikan

Di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi juga berhasil ditekan. Impor solar turun dari 8,3 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025.

Pemerintah bahkan menargetkan nol impor solar pada 2026 serta penghentian impor avtur pada 2027.

“Ini langkah strategis yang sangat penting. Pengurangan impor berarti penghematan devisa dan penguatan ketahanan energi nasional,” ujar DR. Ivan.

Investasi ESDM Tembus USD 31,7 Miliar

Sepanjang 2025, sektor ESDM mencatat realisasi investasi sebesar USD 31,7 miliar atau setara Rp533 triliun. Angka ini didorong oleh percepatan dan penguatan kebijakan hilirisasi.

Menurut DR. Ivan, hilirisasi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

EBT Tunjukkan Tren Positif

Sementara itu, bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) juga menunjukkan tren positif dengan capaian 16,3 persen, melampaui target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 15,9 persen.

“Ini membuktikan bahwa transisi energi bisa berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” kata DR. Ivan.

Apresiasi untuk Kerja Nyata

Menutup pernyataannya, DR. Ivan Ferdiansyah menegaskan bahwa capaian kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang 2025 layak mendapatkan apresiasi dari seluruh elemen bangsa.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat. Bahlil telah membuktikan bahwa kebijakan energi dapat menjadi alat untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

#BahlilLahadalia #KinerjaKESDM #KedaulatanEnergi #EnergiNasional #Hilirisasi #EBT #InvestasiESDM #EnergiUntukRakyat.

(*)

Editor Redaksi Sumateranewstv. Com