KOTABUMI (Sumateranewstv. Com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara terus berupaya meningkatkan konektivitas dan akses transportasi publik bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menyiapkan rute angkutan perintis menggunakan Bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) untuk trayek Panaragan Jaya–Kotabumi. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung.
Pemkab Lampung Utara diketahui mendapatkan bantuan dua unit bus Damri dari Pemerintah Pusat. Bantuan ini menjadi peluang strategis bagi daerah untuk mengembangkan moda transportasi publik yang lebih terjangkau, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Rencananya, dua unit bus tersebut akan dimanfaatkan sebagai moda transportasi antarwilayah yang diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan angkutan umum di sejumlah rute.
Rencana pengoperasian bus Damri ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen Pemkab Lampung Utara dalam mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur dan pelayanan publik. Transportasi yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas sosial masyarakat.
Rapat Mediasi Dipimpin Pj. Sekda
Untuk menyukseskan program tersebut, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Dra. Dina Prawitarini, M.M., memimpin rapat mediasi terkait layanan angkutan jalan perintis trayek Pasar Panaragan Jaya–Stasiun Kotabumi. Rapat ini digelar sebagai bentuk koordinasi lintas sektor guna memastikan program berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh pihak terkait.
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara, Anom Sauni, S.H., M.M., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Basirun Ali, S.H., M.H., Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Lampung Utara, Ali Ahmad, Ketua Koperasi Jasa Angkutan Umum Kotabumi Makmur Sejahtera, Bambang Irawan, perwakilan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Utara, serta jajaran perangkat daerah terkait lainnya.
Rapat mediasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menyerap masukan, serta mengantisipasi potensi permasalahan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan program angkutan perintis Damri tersebut. Pemerintah daerah menilai bahwa keterlibatan seluruh pihak sejak tahap perencanaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kelancaran operasional di lapangan.
Dukungan Penuh dari Pj. Sekda
Dalam kesempatan tersebut, Pj. Sekda Lampung Utara, Dra. Dina Prawitarini, M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap program rute Damri Panaragan Jaya–Kotabumi. Ia menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan yang baik bagi masyarakat, terutama dalam menyediakan akses transportasi yang lebih layak dan terjangkau.
Menurutnya, keberadaan bus Damri diharapkan dapat menjadi penghubung antarwilayah, khususnya antara Kabupaten Lampung Utara dengan wilayah sekitar, sehingga mobilitas masyarakat dapat semakin lancar.
“Kami sangat mendukung program ini karena sangat baik bagi masyarakat. Ini menjadi akses penghubung antarwilayah di Provinsi Lampung, khususnya bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan transportasi umum di rute tersebut,” ujar Pj. Sekda.
Namun demikian, Pj. Sekda juga mengingatkan agar seluruh pihak menjaga agar program ini berjalan dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan di lapangan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah, operator, serta para pelaku usaha transportasi lokal.
“Harapannya program ini bisa berjalan lancar. Jangan sampai ada masalah yang muncul akibat jalannya program ini, sehingga nama Kabupaten Lampung Utara menjadi kurang baik di mata Pemerintah Pusat akibat dari program ini,” tegasnya.
Alasan Pemilihan Trayek Panaragan Jaya–Kotabumi
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara, Anom Sauni, S.H., M.M., dalam rapat tersebut menjelaskan bahwa pemilihan trayek Panaragan Jaya–Kotabumi didasarkan pada pertimbangan minimnya moda transportasi umum di rute tersebut.
Menurut Anom Sauni, selama ini masyarakat yang hendak bepergian di jalur tersebut sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan angkutan umum yang memadai. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan mobilitas, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Alasan pengambilan trayek Panaragan Jaya–Kotabumi ini karena masih minimnya moda transportasi di rute tersebut. Dengan adanya bus Damri, kami berharap bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan angkutan umum yang terjadwal dan terjangkau,” jelas Anom Sauni.
Ia menambahkan bahwa jika seluruh pihak mendukung program ini, maka rute tersebut dapat dijalankan sesuai rencana dan akan dilakukan evaluasi setelah dua bulan pertama operasional.
Rencana Operasional dan Uji Coba Dua Bulan
Dalam pemaparannya, Kadis Perhubungan juga menjelaskan bahwa pada tahap awal, rute perintis ini akan dijalankan dalam bentuk uji coba selama dua bulan. Masa uji coba ini bertujuan untuk melihat tingkat kebutuhan masyarakat, efektivitas rute, serta berbagai kendala yang mungkin muncul selama operasional.
“Rencananya ada dua trip dalam sehari. Setiap trip akan berangkat pada pukul tujuh. Pada trayek ini masih minim transportasi umum, sehingga kami berharap kehadiran bus Damri ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Anom Sauni.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil evaluasi selama dua bulan pertama akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan keberlanjutan dan pengembangan rute tersebut, termasuk kemungkinan penambahan jadwal, armada, atau perluasan trayek ke wilayah lain.
Peran Organda dan Koperasi Angkutan
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Lampung Utara, Ali Ahmad, dalam rapat tersebut menyampaikan sikap mendukung penuh program rute Damri Panaragan Jaya–Kotabumi, selama program tersebut benar-benar ditujukan untuk kepentingan pelayanan publik.
Menurutnya, kehadiran bus Damri seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat, bukan malah menimbulkan konflik atau mematikan perekonomian para pelaku usaha angkutan lokal.
“Kami pada prinsipnya mendukung penuh apabila program ini memang untuk pelayanan publik serta menjadi solusi bagi masyarakat. Yang penting jangan sampai program ini menimbulkan konflik atau justru mematikan perekonomian masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya di sektor transportasi,” ujar Ali Ahmad.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Koperasi Jasa Angkutan Umum Kotabumi Makmur Sejahtera, Bambang Irawan. Ia berharap agar program ini dapat dijalankan dengan pendekatan yang adil dan berimbang, sehingga dapat saling melengkapi dengan angkutan umum yang sudah ada.
Sinergi untuk Kepentingan Masyarakat
Pemkab Lampung Utara menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, operator bus Damri, Organda, koperasi angkutan, serta aparat penegak hukum dalam mendukung kelancaran program ini.
Sinergi ini diperlukan untuk mengantisipasi berbagai potensi permasalahan, seperti persaingan tidak sehat, tumpang tindih trayek, serta potensi konflik kepentingan di lapangan.
Dengan komunikasi yang baik dan keterbukaan antar pihak, pemerintah daerah optimistis bahwa program ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal, yakni meningkatkan pelayanan transportasi publik bagi masyarakat.
Dampak Positif bagi Mobilitas dan Perekonomian
Kehadiran bus Damri di rute Panaragan Jaya–Kotabumi diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap mobilitas masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik akan memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas, seperti bekerja, bersekolah, berobat, serta menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.
Selain itu, konektivitas yang lebih baik juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah yang selama ini relatif sulit dijangkau oleh angkutan umum.
Pemerintah daerah menilai bahwa transportasi merupakan salah satu urat nadi perekonomian. Dengan tersedianya angkutan umum yang layak, perputaran barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar, sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Komitmen Pemkab dalam Penguatan Transportasi Publik
Program rute Damri Panaragan Jaya–Kotabumi ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Pemkab Lampung Utara dalam memperkuat sistem transportasi publik di daerah.
Pemerintah daerah menyadari bahwa transportasi publik yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, Pemkab Lampung Utara berupaya terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Pusat guna mendapatkan dukungan dalam pengembangan sarana dan prasarana transportasi.
Bantuan dua unit bus Damri dari Pemerintah Pusat menjadi bukti nyata adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi.
Harapan dan Evaluasi ke Depan
Pemkab Lampung Utara berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas bus Damri ini dengan sebaik-baiknya. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam menentukan keberhasilan program ini.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka ruang untuk masukan dan evaluasi dari berbagai pihak, baik dari masyarakat, pelaku usaha transportasi, maupun aparat terkait.
Evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal serta dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penutup
Dengan disiapkannya rute Damri Panaragan Jaya–Kotabumi, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang transportasi.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata atas keterbatasan angkutan umum, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Pusat, serta seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Lampung Utara optimistis bahwa program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pemkab Lampung Utara pun menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas transportasi publik akan terus menjadi prioritas dalam rangka mewujudkan daerah yang lebih maju, terkoneksi, dan sejahtera.
(*)
Editor Redaksi Sumateranewstv. Com



