Manokwari Utara, Sumateranewstv. Com – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, S.I.P. memimpin langsung kegiatan penanaman 1.500 pohon mangrove di kawasan Pantai Saubeba, Distrik Manokwari Utara, Provinsi Papua Barat, Jumat (09/01/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, jajaran pejabat utama TNI, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Barat. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia
Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia diperingati sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya melalui penanaman pohon sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, pencegahan bencana alam, serta pelestarian ekosistem.
Dalam konteks Papua Barat, peringatan ini memiliki makna strategis. Provinsi yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia ini memiliki kekayaan hutan tropis dan kawasan pesisir yang luas, termasuk ekosistem mangrove yang berperan vital dalam menjaga keseimbangan alam dan menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Penanaman 1.500 pohon mangrove di Pantai Saubeba menjadi simbol komitmen bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam Papua Barat untuk generasi sekarang dan mendatang.
Mangrove sebagai Benteng Alami Pesisir
Dalam sambutannya, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi menegaskan bahwa mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami kawasan pesisir. Ekosistem mangrove mampu menahan laju abrasi, meredam gelombang laut, serta melindungi wilayah pantai dari dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
“Penanaman mangrove ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Papua Barat yang memiliki garis pantai luas dan potensi mangrove yang sangat besar,” ujar Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan mangrove dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari meningkatnya abrasi, berkurangnya hasil perikanan, hingga ancaman terhadap permukiman warga.
Habitat Biota Laut dan Sumber Kehidupan Masyarakat
Selain berfungsi sebagai pelindung pantai, mangrove juga merupakan habitat penting bagi berbagai jenis biota laut. Akar-akar mangrove menjadi tempat berkembang biak ikan, udang, kepiting, dan berbagai organisme laut lainnya yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir.
Pangkogabwilhan III menekankan bahwa pelestarian mangrove secara langsung berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal. Dengan menjaga ekosistem mangrove, masyarakat pesisir dapat terus menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Mangrove adalah ekosistem yang memberikan manfaat ekologis dan ekonomis. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikannya,” tambahnya.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Kegiatan penanaman mangrove ini juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dalam kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan III, Pangdam XVIII/Kasuari, serta unsur Forkopimda Papua Barat menyerahkan tali asih kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Pemberian tali asih ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai simbol kehadiran negara dan TNI di tengah masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri seperti Papua Barat.
Masyarakat Pantai Saubeba menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI terhadap kondisi lingkungan dan kesejahteraan warga pesisir.
Sinergi TNI, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, upaya pelestarian alam tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.
“TNI tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah dan masyarakat agar upaya pelestarian lingkungan ini dapat berjalan secara berkesinambungan,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda Papua Barat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang rentan terhadap kerusakan.
Penanaman Mangrove sebagai Bagian dari Ketahanan Nasional
Dari perspektif pertahanan negara, pelestarian lingkungan juga memiliki korelasi erat dengan ketahanan nasional. Kawasan pesisir yang terjaga dengan baik akan mendukung stabilitas wilayah, keamanan maritim, serta keberlanjutan sumber daya alam.
Pangkogabwilhan III menegaskan bahwa TNI memandang pelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ketahanan lingkungan adalah bagian dari ketahanan nasional. Jika lingkungan rusak, maka potensi konflik sosial dan bencana alam akan meningkat,” jelasnya.
Antusiasme Peserta dan Masyarakat
Usai kegiatan seremoni, penanaman mangrove dilakukan secara simbolis oleh Pangkogabwilhan III, Pangdam XVIII/Kasuari, serta unsur Forkopimda Papua Barat. Selanjutnya, kegiatan penanaman dilanjutkan oleh seluruh peserta Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia.
Ratusan peserta yang terdiri dari prajurit TNI, aparatur pemerintah, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat setempat tampak antusias menanam bibit mangrove di sepanjang garis Pantai Saubeba.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Penutup
Kegiatan penanaman 1.500 pohon mangrove di Pantai Saubeba, Distrik Manokwari Utara, menjadi bukti nyata komitmen TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan Papua Barat.
Melalui momentum Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove dan lingkungan pesisir semakin meningkat.
Dengan sinergi yang kuat, pelestarian lingkungan tidak hanya akan melindungi alam Papua Barat dari ancaman abrasi dan kerusakan, tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir di Tanah Papua.
(Pendam XVIII/Ksr)
Editor Redaksi Sumateranewstv. Com










