Manokwari Selatan (Sumateranewstv. Com) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak prajurit-prajurit profesional, tangguh, dan berkarakter melalui penutupan pendidikan dasar dan pembentukan bintara. Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal TNI Christian Kurnianto Tehuteru, secara langsung memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2025 serta Pendidikan Pembentukan Diktukba TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Markas Komando Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XVIII/Kasuari, Rabu (7/1/2026).
Upacara penutupan pendidikan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi ratusan prajurit siswa yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan militer dengan penuh disiplin, dedikasi, dan pengorbanan. Kegiatan ini sekaligus menandai peralihan status para siswa menjadi prajurit TNI Angkatan Darat yang siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
285 Prajurit Resmi Dilantik Menjadi Sersan Dua
Dalam upacara tersebut, sebanyak 285 prajurit siswa secara resmi dilantik menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Sersan Dua. Jumlah tersebut terdiri dari 110 prajurit siswa Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2025 dan 175 prajurit siswa Diktukba TNI AD Gelombang I TA 2026.
Pelantikan ini menjadi tonggak awal perjalanan karier para prajurit muda sebagai garda terdepan pertahanan negara. Dengan pangkat yang kini disandang, para Sersan Dua dituntut untuk memiliki tanggung jawab yang lebih besar, tidak hanya kepada satuan dan pimpinan, tetapi juga kepada rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Amanat Pangdam: Awal Pengabdian Sejati kepada Negara
Dalam amanatnya, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh prajurit yang telah dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian sejati kepada negara.
“Selamat dan sukses kepada seluruh prajurit yang hari ini dilantik. Pelantikan ini merupakan peristiwa penting dan bersejarah sebagai titik awal pengabdian kalian kepada negara, bangsa, dan rakyat Indonesia,” tegas Pangdam.
Pangdam menekankan bahwa setiap prajurit TNI AD harus senantiasa memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam menjalankan setiap tugas.
Membakar Semangat Juang dan Loyalitas Prajurit
Lebih lanjut, Pangdam Kasuari menekankan pentingnya semangat juang, loyalitas, dan disiplin sebagai karakter utama seorang prajurit. Menurutnya, tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks, seiring dengan dinamika ancaman yang terus berkembang, baik ancaman militer maupun nonmiliter.
“Kalian harus selalu siap menghadapi berbagai tantangan. Tugas prajurit tidak hanya di medan tempur, tetapi juga dalam membantu masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, dan menjadi solusi di tengah kesulitan rakyat,” ujar Pangdam.
Pangdam juga mengingatkan bahwa prajurit TNI adalah simbol kehormatan negara. Oleh karena itu, setiap tindakan dan perilaku prajurit harus mencerminkan sikap profesional, humanis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pendidikan sebagai Fondasi Profesionalisme Prajurit
Pendidikan Dikmaba Infanteri dan Diktukba TNI AD merupakan tahap fundamental dalam pembentukan karakter dan profesionalisme prajurit. Selama masa pendidikan, para prajurit siswa telah ditempa secara fisik, mental, dan intelektual untuk membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, dan berjiwa ksatria.
Materi pendidikan meliputi pelatihan dasar kemiliteran, kemampuan tempur, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pembinaan mental ideologi. Semua itu dirancang untuk memastikan bahwa setiap prajurit memiliki kesiapan optimal dalam menjalankan tugas di satuan masing-masing.
Demonstrasi Kemampuan Prajurit Siswa
Rangkaian kegiatan penutupan pendidikan dimeriahkan dengan berbagai demonstrasi kemampuan prajurit siswa Dikmaba Infanteri. Demonstrasi tersebut meliputi Taktik Regu Senapan, pematahan balok, serta simulasi halang rintang yang menunjukkan tingkat kesiapan fisik, ketangkasan, dan kerja sama tim para prajurit.
Aksi demonstrasi tersebut mendapat apresiasi dari Pangdam dan para tamu undangan. Hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan lembaga pendidikan Rindam XVIII/Kasuari dalam membentuk prajurit-prajurit yang profesional dan siap menghadapi berbagai kondisi tugas di lapangan.
Tarian Khas Papua, Simbol Kebersamaan TNI dan Rakyat
Selain demonstrasi militer, upacara penutupan pendidikan juga dimeriahkan dengan penampilan tarian khas Papua yang dibawakan oleh para prajurit yang baru dilantik menjadi Sersan Dua. Penampilan tersebut mencerminkan kecintaan prajurit terhadap budaya lokal serta wujud nyata kebersamaan TNI dengan masyarakat Papua.
Pangdam XVIII/Kasuari menegaskan bahwa TNI lahir dari rakyat dan harus selalu menyatu dengan rakyat. Menghargai budaya lokal, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta hadir sebagai pelindung dan pengayom rakyat merupakan bagian dari jati diri prajurit TNI.
Peran Strategis Prajurit di Wilayah Papua Barat
Wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya memiliki karakteristik geografis dan sosial yang unik. Oleh karena itu, prajurit yang bertugas di wilayah Kodam XVIII/Kasuari dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kepekaan sosial, serta pendekatan teritorial yang humanis.
Pangdam berharap para prajurit yang baru dilantik dapat menjadi agen pemersatu bangsa, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua.
TNI AD sebagai Penjaga Kedaulatan dan Perekat Bangsa
Dalam penutup amanatnya, Pangdam XVIII/Kasuari kembali menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki peran strategis sebagai penjaga kedaulatan negara sekaligus perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa kehormatan prajurit tidak hanya terletak pada kemampuan tempur, tetapi juga pada sikap, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara.
Penutup: Siap Mengabdi Sepenuh Jiwa
Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Dikmaba Infanteri dan Pendidikan Pembentukan Diktukba TNI AD di Rindam XVIII/Kasuari berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi penanda lahirnya prajurit-prajurit baru yang siap mengabdi sepenuh jiwa demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan semangat juang yang telah ditempa selama masa pendidikan, para Sersan Dua TNI AD diharapkan mampu menjalankan setiap tugas dengan profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi tinggi, serta senantiasa menjunjung kehormatan negara di manapun mereka bertugas.
(Pendam XVIII/Ksr)
Editor: Pariyo Saputra // Redaksi / Sumateranewstv. Com








