Aksi Pak Ogah Aniaya Pengendara di TL Pesing, Tiga Orang Diamankan Polsek Grogol Petamburan
Jakarta Barat, Sumateranewstv. Com – Aparat Kepolisian dari Polsek Grogol Petamburan, Polres Metro Jakarta Barat, bergerak cepat dan responsif dalam menangani aksi premanisme jalanan yang meresahkan masyarakat. Kurang dari 1x24 jam setelah sebuah video kekerasan viral di media sosial, tiga orang pelaku yang dikenal sebagai pak ogah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Video berdurasi sekitar 12 detik tersebut memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah pria terhadap seorang pengendara sepeda motor di kawasan lampu lalu lintas (traffic light) Pesing, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Aksi tersebut terjadi pada Rabu sore, 7 Januari 2026, dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu kecaman serta keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi viralnya video tersebut, jajaran Polsek Grogol Petamburan langsung melakukan serangkaian langkah penyelidikan. Polisi bergerak cepat mengidentifikasi para pelaku, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri lokasi kejadian untuk memastikan kronologi peristiwa secara utuh.
Kanit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga orang pelaku yang terlibat langsung dalam keributan tersebut.
“Sudah kami amankan tiga orang pelaku pak ogah yang terlibat dalam aksi keributan tersebut. Masing-masing berinisial VA (31), RP (29), dan AR (31). Ketiganya berhasil kami amankan pada Kamis, 8 Januari 2026, atau kurang dari 24 jam setelah video tersebut viral,” ujar AKP Alexander Tengbunan saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Menurut AKP Alexander, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di ruang publik dan kawasan lalu lintas yang rawan terjadi gangguan kamtibmas.
Kronologi Kejadian di Lampu Merah Pesing
AKP Alexander menjelaskan secara rinci kronologi kejadian yang berujung pada aksi kekerasan tersebut. Peristiwa bermula pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB, saat situasi lalu lintas di kawasan Traffic Light Pesing terpantau cukup padat.
Pada saat itu, dua orang pak ogah berinisial RP dan VA sedang beraktivitas di sekitar lampu merah Pesing. Seperti yang kerap terjadi di sejumlah persimpangan jalan di Jakarta, keberadaan pak ogah sering kali memicu pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama karena aktivitas mereka kerap dianggap mengganggu ketertiban lalu lintas.
Keributan bermula ketika kaki salah satu pak ogah tersenggol oleh pengendara sepeda motor yang melintas. Insiden kecil tersebut kemudian memicu adu mulut antara pak ogah dan pengendara motor. Situasi yang semula hanya berupa cekcok verbal, perlahan berubah menjadi ketegangan yang menarik perhatian pengguna jalan lainnya.
Di tengah keributan tersebut, seorang pengendara sepeda motor lain yang berada di lokasi kejadian, berinisial YA, merekam peristiwa tersebut menggunakan telepon genggamnya. Rekaman tersebut dimaksudkan sebagai dokumentasi atas kejadian yang dinilai meresahkan.
Namun, tindakan perekaman tersebut justru memicu reaksi agresif dari para pak ogah. Mereka tidak terima aksinya direkam dan berusaha mendekati korban YA dengan maksud merebut telepon genggam yang digunakan untuk merekam kejadian.
Korban yang merasa terancam kemudian berusaha melarikan diri untuk menghindari kejaran para pelaku. Aksi kejar-kejaran singkat terjadi di sekitar area lampu merah Pesing, sebelum akhirnya situasi mereda setelah korban berhasil menjauh dari lokasi.
Video Viral dan Reaksi Masyarakat
Video kejadian tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan dengan cepat menjadi viral. Dalam waktu singkat, video tersebut menyebar luas dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Banyak masyarakat mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh para pak ogah tersebut. Tidak sedikit pula yang mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sejumlah warganet juga menyoroti keberadaan pak ogah di sejumlah titik lampu merah di Jakarta yang dinilai masih menjadi sumber potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Mereka berharap agar aparat terkait dapat melakukan penertiban secara berkelanjutan.
Gerak Cepat Polisi dan Proses Penyelidikan
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Unit Reskrim Polsek Grogol Petamburan langsung melakukan penyelidikan intensif. Polisi mengumpulkan bukti-bukti, menganalisis rekaman video, serta meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.
Upaya tersebut membuahkan hasil dalam waktu singkat. Identitas para pelaku berhasil diketahui, dan polisi langsung melakukan penelusuran keberadaan mereka.
“Begitu video tersebut viral, kami langsung bergerak. Kami lakukan penyelidikan, identifikasi para pelaku, dan dalam waktu kurang dari 24 jam ketiganya berhasil kami amankan,” ungkap AKP Alexander.
Ketiga terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Grogol Petamburan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut.
Komitmen Polsek Grogol Petamburan Jaga Kamtibmas
AKP Alexander menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan kekerasan, terlebih yang terjadi di ruang publik dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan tetap menjaga ketertiban. Jika menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan pak ogah di persimpangan jalan bukanlah aktivitas yang dibenarkan secara hukum. Oleh karena itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan penertiban guna menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Pesan Kepolisian kepada Masyarakat
Polsek Grogol Petamburan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian dinilai sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor apabila menemukan tindakan premanisme atau gangguan keamanan lainnya. Laporan dari masyarakat sangat membantu kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tambah AKP Alexander.
Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir dan siap memberikan rasa aman kepada masyarakat. Gerak cepat yang dilakukan Polsek Grogol Petamburan juga menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak setiap pelanggaran hukum.
Penutup
Dengan diamankannya tiga pelaku pak ogah tersebut, diharapkan situasi keamanan di kawasan Traffic Light Pesing dapat kembali kondusif. Polisi memastikan akan terus melakukan patroli dan penertiban di titik-titik rawan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di kemudian hari.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak mudah terpancing emosi saat berada di jalan raya.
(Humas Polres Metro Jakarta Barat)
Editor Pariyo Saputra // Redaksi / Sumateranewstv. Com

