TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Gotong Royong Lima Desa Pulihkan Jalan Utama Gunung Gendot yang Nyaris Terisolir

Gotong Royong Lima Desa Pulihkan Jalan Utama Gunung Gendot yang Nyaris Terisolir

Daftar Isi
×

Tanjung Raja, Lampung Utara, Sumateranewstv. Com – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten Lampung Utara. Lima desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Raja bahu-membahu melakukan upaya pemulihan jalan utama Gunung Gendot yang nyaris terisolir dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Jalan tersebut terputus akibat naiknya tanah merah ke badan jalan, dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Jalan yang terdampak longsor dan rusak parah tersebut terletak di Dusun Sinar Ogan, Desa Tanjung Beringin. Jalur ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan lima desa di kawasan Gunung Gendot menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Utara, yakni Kotabumi. Adapun lima desa yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut meliputi Desa Tanjung Beringin, Desa Karang Waringin, Desa Sukasari, Desa Suka Mulya, dan Desa Gunung Katon.

Kondisi jalan yang tertutup material tanah merah serta mengalami kerusakan berat membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Selama beberapa hari terakhir, kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas, bahkan sebagian ruas jalan sama sekali tidak dapat dilalui. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat, terutama para petani, nyaris terhenti karena hasil panen tidak dapat dibawa keluar desa.

Jalan Vital yang Menjadi Urat Nadi Kehidupan

Jalan Gunung Gendot memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat lima desa tersebut. Selain menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, jalan ini juga menjadi akses penting untuk pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas pemerintahan desa.

Mayoritas masyarakat di lima desa tersebut menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Hasil panen seperti padi, singkong, jagung, dan komoditas perkebunan lainnya biasanya diangkut melalui jalur tersebut menuju pasar-pasar di Kotabumi dan sekitarnya. Ketika jalan terputus, roda perekonomian warga pun ikut terhenti.

Tidak hanya berdampak pada ekonomi, kerusakan jalan juga menyulitkan akses pendidikan bagi para pelajar serta memperlambat layanan darurat kesehatan. Dalam kondisi tertentu, warga yang membutuhkan pertolongan medis harus menempuh jalur alternatif yang jaraknya jauh dan kondisinya tidak kalah sulit.

Inisiatif Lima Desa Pinjam Alat Berat

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, lima desa yang terdampak tidak tinggal diam. Para kepala desa bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat berinisiatif untuk mengambil langkah cepat dengan meminjam alat berat berupa ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara.

Langkah ini diambil sebagai solusi sementara agar jalan dapat segera dibuka dan kembali bisa dilalui kendaraan. Tanpa menunggu proses perbaikan permanen yang memerlukan waktu lebih lama, upaya darurat ini dinilai sangat penting demi memulihkan aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara meminjamkan alat berat ekskavator agar jalan serta siring yang tertimbun tanah longsor dapat segera diatasi,” ujar Kepala Desa Sukasari, Johan Wahyudi, yang mewakili kepala desa lainnya, Rabu (21/01/2025).

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah merespons cepat permohonan lima desa tersebut. Menurutnya, dukungan alat berat menjadi kunci utama dalam upaya pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan.

Progres Perbaikan Dikebut

Kepala Desa Sukasari Johan Wahyudi menjelaskan bahwa proses pembersihan dan perbaikan darurat jalan akan dikebut agar jalur tersebut bisa segera dilalui kembali. Dengan bantuan alat berat, tanah merah yang menimbun badan jalan dan saluran air (siring) dapat dipindahkan dalam waktu relatif singkat.

“Kami menargetkan progres perbaikan ini dapat secepatnya diselesaikan agar jalan bisa kembali dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, sehingga penanganan jangka panjang tetap menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Namun demikian, langkah gotong royong yang dilakukan saat ini diharapkan dapat menjadi solusi awal untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

“Ini komitmen kami bersama. Jalan ini merupakan akses vital masyarakat, sehingga perbaikannya harus benar-benar tuntas dan bisa segera dapat dilalui warga,” terang Johan Wahyudi.

Akses Ekonomi, Pendidikan, dan Pemerintahan

Lebih lanjut, Johan Wahyudi menegaskan bahwa jalan Gunung Gendot bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat lima desa. Seluruh aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan anak-anak, hingga koordinasi pemerintahan desa sangat bergantung pada kondisi jalan tersebut.

“Ekonomi, pendidikan, koordinasi pemerintahan, dan mobilitas masyarakat di wilayah ini sangat bergantung pada jalan tersebut, karena akses jalan menuju atau sebaliknya dari lima desa di atas hanya ini satu-satunya,” jelasnya.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah pegunungan yang rawan longsor, khususnya jalan-jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

Dukungan dan Apresiasi dari DPRD Lampung Utara

Di lokasi yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara Daerah Pemilihan (Dapil) IV dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Neti Hastuti, turut hadir meninjau langsung kondisi jalan yang rusak parah tersebut.

Neti Hastuti menyampaikan bahwa langkah perbaikan darurat yang dilakukan merupakan murni inisiatif lima desa yang terdampak. Ia mengapresiasi semangat gotong royong para kepala desa dan masyarakat yang tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut.

“Ini semua murni inisiatif lima desa yang terdampak. Kami sebagai legislatif sangat mendukung dan mengapresiasi lima kepala desa yang terdampak,” ujar Neti.

Ia menegaskan bahwa DPRD Lampung Utara akan terus mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih terhadap perbaikan infrastruktur jalan tersebut, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi masyarakat.

“Tentunya kami akan terus mendorong Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk memfokuskan pengerasan jalan, karena ini adalah jalan vital bagi masyarakat,” harapnya.

Peninjauan Jembatan Rusak

Tidak hanya meninjau jalan rusak di kawasan Gunung Gendot, Neti Hastuti juga menyempatkan diri untuk meninjau dua jembatan yang mengalami kerusakan di wilayah Desa Sukasari. Salah satu jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung antara Desa Sukasari dan Desa Tanjung Beringin.

Kondisi jembatan yang rusak tersebut dinilai semakin memperparah aksesibilitas masyarakat, terutama saat musim hujan. Neti menyatakan bahwa kerusakan jembatan harus segera mendapat penanganan agar tidak membahayakan keselamatan warga.

Menurutnya, infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah pedesaan harus menjadi prioritas pembangunan, karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.

Harapan Masyarakat Lima Desa

Masyarakat lima desa berharap agar perbaikan darurat yang saat ini dilakukan dapat segera memulihkan akses jalan, sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali normal. Namun demikian, mereka juga berharap adanya perbaikan permanen yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Warga menginginkan adanya pengerasan jalan yang lebih kuat serta sistem drainase yang memadai untuk mencegah terulangnya longsor saat musim hujan. Selain itu, perawatan rutin terhadap jalan dan jembatan dinilai sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas.

Gotong royong yang dilakukan oleh lima desa ini menjadi cerminan kuatnya solidaritas masyarakat pedesaan dalam menghadapi persoalan bersama. Dengan keterbatasan yang ada, masyarakat tetap berupaya mencari solusi demi kepentingan bersama.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Peristiwa ini juga menjadi contoh pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, legislatif, dan masyarakat. Respon cepat Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam meminjamkan alat berat, serta dukungan DPRD, menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan masalah.

Ke depan, diharapkan koordinasi lintas sektor dapat terus ditingkatkan agar permasalahan infrastruktur di wilayah rawan bencana dapat diantisipasi sejak dini.

Dengan kondisi geografis Lampung Utara yang memiliki banyak wilayah perbukitan dan pegunungan, pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak demi mendukung kesejahteraan masyarakat.

Penutup

Gotong royong lima desa di Kecamatan Tanjung Raja dalam memulihkan jalan utama Gunung Gendot yang nyaris terisolir menjadi bukti nyata kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi tantangan. Jalan tersebut bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga simbol kehidupan, harapan, dan masa depan masyarakat lima desa.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan legislatif, masyarakat berharap akses jalan dan jembatan di wilayah mereka dapat segera diperbaiki secara permanen. Upaya bersama ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, memperlancar akses pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Gunung Gendot, Kabupaten Lampung Utara. 

Editor: Pariyo Saputra // Redaksi Sumateranewstv. Com

0Komentar