LAMPUNG UTARA, Sumateranewstv. Com – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali menjadi wajah nyata masyarakat Lampung Utara. Di tengah ancaman bencana alam akibat curah hujan tinggi, personel TNI dari Koramil 412-10/Tanjung Raja (TJR) bersama masyarakat Desa Merambung, Kecamatan Tanjung Raja, bergerak cepat menanggulangi longsor yang sempat melumpuhkan akses jalan utama di Dusun Ojo Lali.
Material longsor berupa tanah, batu, dan kayu yang menutup badan jalan sejak Selasa (06/01/2026) sempat memutus jalur penghubung vital antara Dusun Ojo Lali dan Dusun Sumber Asri. Akses ini merupakan jalur utama aktivitas warga, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun layanan sosial. Namun berkat kerja sama solid antara aparat kewilayahan dan warga, jalur tersebut perlahan kembali terbuka.
Curah Hujan Tinggi Picu Longsor Tebing
Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung Utara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kondisi tanah di sejumlah wilayah menjadi labil. Di Dusun Ojo Lali, tebing yang berada di sisi jalan utama tidak mampu menahan beban air hujan, hingga akhirnya longsor dan menutup badan jalan.
Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Selasa malam (06/01/2026), saat hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut. Material longsor dengan volume cukup besar menutup total akses jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Sejumlah petani tidak dapat mengangkut hasil kebun, anak-anak kesulitan menuju sekolah, dan roda perekonomian desa sempat terhenti.
Koramil 412-10/TJR Bergerak Cepat
Menanggapi kondisi tersebut, Koramil 412-10/TJR di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf Sugiono langsung mengambil langkah cepat. Pada Rabu pagi (07/01/2026), sejak pukul 08.00 WIB, Kapten Inf Sugiono bersama jajaran Babinsa turun langsung ke lokasi longsor.
Tidak hanya melakukan pengecekan, Danramil bersama Babinsa juga langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk melakukan aksi gotong royong membersihkan material longsor.
“Kami tidak ingin aktivitas warga terhenti terlalu lama. Jalan ini adalah urat nadi masyarakat. Maka meskipun dengan keterbatasan alat, kita harus bergerak cepat dengan apa yang ada,” ujar Kapten Inf Sugiono di sela-sela kegiatan.
Sinergi TNI, Pemerintah Desa, dan Warga
Aksi penanganan longsor tersebut menjadi gambaran nyata sinergi tanpa batas antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Merambung, Bapak Susan Hilal, yang sejak awal turut menggerakkan warga untuk bergotong royong.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Merambung Bripka Buddy S., para Kepala Dusun, Ketua RT, serta puluhan warga dari Dusun Ojo Lali dan Dusun Sumber Asri.
Tanpa komando yang kaku, seluruh elemen masyarakat bahu-membahu. Ada yang mengangkat tanah dengan cangkul dan sekop, ada yang memindahkan batu dan kayu, sementara sebagian lainnya membersihkan saluran air agar tidak terjadi longsor susulan.
Inovasi Kreatif di Tengah Keterbatasan
Menariknya, dalam penanganan longsor kali ini, Koramil 412-10/TJR bersama warga menerapkan inovasi kreatif. Mengingat tidak tersedianya alat berat, mereka berinisiatif membuat solusi darurat agar jalan tetap bisa dilalui.
Selain membersihkan material longsor, warga bersama aparat membuat gundukan tanah sebagai penyangga sementara, sekaligus membangun rel-rel kayu yang berfungsi sebagai bantalan jalan. Rel kayu ini dibuat dari material seadanya yang tersedia di sekitar lokasi.
Inovasi tersebut bertujuan agar kendaraan warga tetap dapat melintas dengan aman, terutama sepeda motor, tanpa terjebak lumpur yang masih basah akibat longsoran.
“Ini solusi sementara, tapi sangat membantu. Yang penting akses bisa dibuka dulu, ekonomi warga bisa berjalan kembali,” jelas Kapten Inf Sugiono.
Jalur Air Dibuat untuk Cegah Longsor Susulan
Selain membersihkan jalan dan membuat bantalan sementara, Koramil dan warga juga melakukan pembuatan jalur air. Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan aliran air hujan agar tidak langsung menggerus tebing dan badan jalan.
Pembuatan jalur air ini dinilai penting sebagai langkah mitigasi awal untuk mencegah terjadinya longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
“Kalau air tidak kita arahkan, tanah bisa kembali labil. Jadi selain buka jalan, kita juga pikirkan pencegahannya,” tambah Danramil.
Masyarakat Apresiasi Peran Aktif TNI
Kehadiran langsung Danramil dan Babinsa di tengah-tengah warga mendapat apresiasi luas dari masyarakat Desa Merambung. Warga menilai kehadiran TNI tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra dan pelindung masyarakat.
“Kami sangat terbantu. Pak Danramil dan Babinsa turun langsung, ikut mengangkat tanah, ikut bekerja bersama kami. Ini membuat kami semakin semangat,” ujar salah seorang warga Dusun Ojo Lali.
Gotong royong yang terjalin membuat pekerjaan berat terasa lebih ringan. Dalam waktu beberapa jam, akses jalan yang semula tertutup total mulai bisa dilalui.
Akses Jalan Kembali Dibuka, Aktivitas Warga Berangsur Normal
Berkat kerja keras bersama, akses jalan penghubung antara Dusun Ojo Lali dan Dusun Sumber Asri akhirnya kembali terbuka. Meski masih bersifat sementara, jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Kondisi ini membuat aktivitas warga berangsur kembali normal. Para petani mulai bisa mengangkut hasil kebun, pedagang kembali beraktivitas, dan mobilitas warga tidak lagi terhambat.
“Yang penting jalannya bisa dilewati dulu. Soal perbaikan permanen, nanti kita koordinasikan lebih lanjut,” kata Kepala Desa Merambung, Susan Hilal.
Longsor dan Dampaknya terhadap Ekonomi Desa
Peristiwa longsor ini menjadi pengingat betapa pentingnya infrastruktur jalan bagi kehidupan masyarakat desa. Jalan yang tertutup longsor tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga langsung berdampak pada perekonomian warga.
Dusun Ojo Lali dan Dusun Sumber Asri mayoritas warganya menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Akses jalan menjadi faktor utama dalam distribusi hasil panen ke pasar.
Dengan terbukanya kembali jalan, nadi ekonomi desa yang sempat tersendat kini kembali berdenyut.
Peran Babinsa sebagai Garda Terdepan di Wilayah
Aksi cepat penanganan longsor ini juga menunjukkan peran strategis Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah. Babinsa tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam setiap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Melalui pendekatan teritorial, Babinsa mampu membangun kedekatan dengan masyarakat, sehingga koordinasi dan kerja sama dapat berjalan dengan cepat dan efektif.
Apresiasi Danramil untuk Warga Merambung
Di akhir kegiatan, Danramil 412-10/TJR Kapten Inf Sugiono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Desa Merambung yang telah menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang sejak kemarin ikut bergerak cepat bersama Babinsa. Ini bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama kita,” ujar Kapten Inf Sugiono.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Harapan ke Depan: Perbaikan Permanen dan Mitigasi Bencana
Ke depan, pemerintah desa bersama Koramil dan instansi terkait berharap dapat dilakukan perbaikan jalan secara permanen, termasuk penguatan tebing dan sistem drainase yang lebih baik.
Langkah mitigasi bencana dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana juga menjadi perhatian bersama.
Dengan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan Desa Merambung semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan, baik bencana alam maupun persoalan sosial lainnya.
Gotong Royong, Warisan Nilai Bangsa
Peristiwa di Dusun Ojo Lali ini kembali menegaskan bahwa gotong royong adalah warisan nilai bangsa yang masih hidup dan relevan. Dalam situasi darurat, kebersamaan menjadi solusi utama.
Gerak cepat Koramil 412-10/TJR bersama warga bukan hanya tentang membuka jalan yang tertutup longsor, tetapi juga membuka harapan dan semangat bahwa setiap persoalan dapat diatasi dengan kebersamaan.
Aksi ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan wilayah dan kesejahteraan bersama.
Editor: Pariyo Saputra // Redaksi/ Sumateranewstv. Com







