Jakarta, Sumateranewstv. Com – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah ke tingkat nasional. Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., secara langsung memaparkan kesenian tradisional Cangget Bakha dalam ajang bergengsi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026 yang digelar di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Ajang Anugerah Kebudayaan PWI Pusat merupakan agenda tahunan berskala nasional yang bertujuan memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang dinilai konsisten menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa. Kehadiran Bupati Lampung Utara dalam forum ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Cangget Bakha sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis, filosofis, dan artistik tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Hamartoni Ahadis hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Utara Gunaido Uthama, S.IP., M.H., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Perdana Putra, S.E., M.M., perwakilan Dewan Kesenian Lampung Utara, serta Ketua PWI Provinsi Lampung, Ketua PWI Lampung Utara, dan jajaran pengurus PWI lainnya.
Forum Nasional Apresiasi Budaya Daerah
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026 diikuti oleh sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia yang mempresentasikan kekayaan budaya unggulan daerah masing-masing. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi budaya yang tidak hanya bernilai tradisi, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi kreatif.
Dalam suasana yang penuh khidmat dan nuansa kebudayaan, para peserta memaparkan berbagai bentuk kesenian tradisional, tradisi lisan, hingga warisan budaya tak benda yang masih lestari di daerahnya. Dewan juri yang terdiri dari unsur PWI Pusat, akademisi, serta praktisi budaya nasional memberikan penilaian berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari keaslian budaya, nilai filosofi, keberlanjutan pelestarian, hingga potensi pengembangan di masa depan.
Pemaparan Bupati Lampung Utara tentang Cangget Bakha
Pada sesi presentasi, Bupati Hamartoni Ahadis menjelaskan secara komprehensif mengenai kesenian tradisional Cangget Bakha yang berasal dari Kabupaten Lampung Utara. Ia menuturkan bahwa Cangget Bakha bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah ekspresi budaya yang sarat makna dan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung.
“Cangget Bakha merupakan kesenian tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Lampung Utara. Di dalamnya terkandung nilai historis, filosofis, dan sosial yang mencerminkan identitas serta kearifan lokal masyarakat kami,” ujar Bupati Hamartoni Ahadis di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Bupati menjelaskan bahwa Cangget Bakha biasanya ditampilkan dalam berbagai upacara adat dan kegiatan penting masyarakat, seperti penyambutan tamu kehormatan, perayaan adat, hingga acara budaya daerah. Kesenian ini memadukan unsur tari, musik tradisional, busana adat khas Lampung, serta narasi budaya yang menggambarkan kehidupan sosial masyarakat Lampung Utara.
Nilai Historis dan Filosofis Cangget Bakha
Lebih lanjut, Bupati Hamartoni Ahadis menguraikan bahwa Cangget Bakha memiliki akar sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan sistem sosial masyarakat Lampung. Gerak tari yang ditampilkan dalam Cangget Bakha mencerminkan kebersamaan, keharmonisan, serta penghormatan terhadap adat dan leluhur.
Busana adat yang dikenakan para penari juga memiliki makna simbolis, mulai dari warna, motif, hingga aksesori yang digunakan. Setiap elemen dalam pertunjukan Cangget Bakha memiliki pesan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, sopan santun, serta rasa hormat terhadap sesama.
“Melalui Cangget Bakha, generasi muda dapat belajar tentang jati diri, etika sosial, serta nilai-nilai budaya yang menjadi pegangan hidup masyarakat Lampung Utara sejak dahulu,” tambahnya.
Nominator Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026
Cangget Bakha tercatat sebagai salah satu nominator penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026. Penetapan ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan, antara lain keaslian kesenian yang masih terjaga, keberlanjutan pelestarian oleh masyarakat, serta potensi pengembangan sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah.
Dewan juri menilai bahwa Cangget Bakha memiliki daya tarik yang kuat untuk dikemas secara adaptif dan inovatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ruh dari kesenian tersebut. Dengan pengelolaan yang tepat, Cangget Bakha dinilai mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus sumber penghidupan bagi pelaku seni dan masyarakat setempat.
Komitmen Pemkab Lampung Utara dalam Pelestarian Budaya
Dalam pemaparannya, Bupati Hamartoni Ahadis menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah. Berbagai program telah dan terus dilakukan, mulai dari pembinaan sanggar seni, fasilitasi kegiatan kebudayaan, hingga pendokumentasian budaya daerah.
Pemerintah daerah juga mendorong regenerasi pelaku seni agar kesenian tradisional tetap diminati oleh generasi muda. Melalui kolaborasi dengan sekolah, komunitas seni, dan lembaga kebudayaan, Pemkab Lampung Utara berupaya menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Pelestarian budaya bukan hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan nilai-nilai budaya tersebut hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan budaya sebagai identitas sekaligus kekuatan pembangunan daerah,” tegas Bupati.
Peran Budaya dalam Pembangunan Daerah
Bupati Hamartoni Ahadis juga menekankan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Selain sebagai identitas, budaya dapat menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengangkat kesenian tradisional seperti Cangget Bakha ke panggung nasional, diharapkan Lampung Utara semakin dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan memiliki komitmen kuat dalam pelestarian kearifan lokal.
Dukungan PWI terhadap Pelestarian Budaya
Melalui Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Persatuan Wartawan Indonesia menunjukkan perannya dalam mendukung pelestarian budaya nusantara. PWI tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya bangsa.
Ketua PWI Provinsi Lampung yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang konsisten mengangkat budaya daerah ke tingkat nasional.
Harapan dan Langkah ke Depan
Melalui partisipasi dalam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap promosi budaya daerah dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama lintas sektor dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata.
Bupati Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa Pemkab Lampung Utara akan terus mendorong inovasi dalam pengelolaan budaya, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Penutup
Keikutsertaan Lampung Utara dalam ajang Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya. Cangget Bakha tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga harapan baru bagi penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, insan pers, pelaku seni, dan masyarakat, Lampung Utara optimistis mampu menjadikan kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing nasional.
Editor: Pariyo Saputra // Redaksi / Sumateranewstv. Com


