SRAGEN, Sumateranewstv. Com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Minggu (21/12/2025) siang hingga sore hari. Peristiwa ini mengakibatkan dampak kerusakan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sragen, Karangmalang, Masaran, Tanon, dan Sambungmacan.
Akibat hujan deras dan hembusan angin kencang tersebut, sedikitnya 18 pohon tumbang di berbagai titik, serta tiga unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Salah satu bangunan yang terdampak paling serius adalah sebuah rumah joglo berukuran besar yang ambruk dan dinyatakan tidak dapat dihuni, dengan estimasi kerugian material mencapai Rp900 juta.
Meski kerusakan material terbilang signifikan, peristiwa bencana alam ini tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh warga yang terdampak dilaporkan selamat, berkat cepatnya respons warga sekitar serta kondisi kejadian yang berlangsung pada siang hari.
Cuaca Ekstrem Melanda Sragen Sejak Siang Hari
Menurut keterangan sejumlah warga, hujan mulai turun sejak siang hari dengan intensitas sedang, namun semakin lama semakin deras dan disertai angin kencang. Beberapa warga menyebut angin berembus dengan kekuatan cukup besar hingga menyebabkan pepohonan besar tumbang dan atap rumah terangkat.
Kondisi cuaca ekstrem ini terjadi secara merata di lima kecamatan. Langit gelap dan hujan deras berlangsung selama beberapa jam, sehingga membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah ruas jalan sempat tertutup oleh pohon tumbang, menyebabkan arus lalu lintas terhambat.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut diduga dipicu oleh perubahan pola cuaca yang terjadi di wilayah Jawa Tengah, di mana pada periode peralihan musim sering terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan potensi puting beliung.
18 Pohon Tumbang di Berbagai Titik
Dari hasil pendataan sementara, tercatat sebanyak 18 pohon tumbang di berbagai lokasi di Kabupaten Sragen. Pohon-pohon tersebut sebagian besar merupakan pohon besar yang berada di tepi jalan, area pemukiman, serta fasilitas umum.
Beberapa lokasi yang terdampak pohon tumbang antara lain:
- Depan Gereja Santa Maria Mageru, Kecamatan Sragen
- Perumahan Margoasri Puro, Kecamatan Karangmalang
- Ndayu Park Saradan, Kecamatan Karangmalang
- Jalan Jurangjero–Kedungwaduk
- Dukuh Wates, Desa Plosokerep
- Desa Gebang, Kecamatan Masaran
Di wilayah Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, dua pohon besar tumbang dan sempat menutup akses jalan utama Jurangjero–Kedungwaduk. Akibatnya, kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas selama beberapa waktu sebelum dilakukan pembersihan oleh warga dan petugas.
Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan yang sedang melintas di bawah pohon tumbang, sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun kerusakan kendaraan.
Dua Rumah Rusak Akibat Atap dan Asbes Pecah
Selain pohon tumbang, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah warga di Kecamatan Karangmalang dan Kecamatan Tanon. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap dan asbes yang pecah akibat terpaan angin.
Rumah pertama milik Suwarno (56), warga Jurangjero, mengalami kerusakan pada bagian atap. Asbes rumah tersebut pecah dan sebagian rangka atap bergeser akibat kuatnya angin. Meski demikian, struktur utama bangunan masih dalam kondisi aman.
Rumah kedua milik Wantiyem (60), warga Dukuh Kranggan, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, juga mengalami kerusakan serupa. Beberapa lembar asbes terlepas dan pecah, menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah.
Kedua pemilik rumah mengaku terkejut dengan kejadian tersebut, namun bersyukur tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban. Kerusakan sementara ditangani secara mandiri oleh warga sekitar dengan melakukan penutupan darurat.
Rumah Joglo Ambruk, Kerugian Capai Rp900 Juta
Kerusakan terparah dalam peristiwa cuaca ekstrem ini terjadi di Kecamatan Sambungmacan. Sebuah rumah joglo berukuran 15 x 14 meter di Dukuh Banyurip dilaporkan ambruk akibat terpaan angin kencang yang disertai hujan deras.
Rumah joglo tersebut diketahui milik Suparwito, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bangunan tersebut roboh hampir seluruhnya, menyisakan puing-puing kayu dan genteng yang berserakan di area sekitar.
Menurut keterangan pemilik, rumah joglo tersebut tidak digunakan sebagai tempat tinggal utama, melainkan difungsikan sebagai bangunan untuk kegiatan keluarga, pertemuan, dan acara adat. Saat kejadian, bangunan dalam kondisi kosong.
Akibat ambruknya rumah joglo tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp900 juta. Bangunan tersebut dinyatakan tidak dapat dihuni dan membutuhkan perbaikan total atau pembangunan ulang.
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Ini
Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, terutama pada rumah joglo di Sambungmacan, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Seluruh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berhasil menyelamatkan diri.
Hal ini tidak lepas dari faktor waktu kejadian yang berlangsung pada siang hari, sehingga warga masih dalam kondisi terjaga dan dapat segera mencari tempat aman ketika hujan dan angin kencang melanda.
Warga juga saling membantu satu sama lain dengan memberikan informasi dan peringatan saat angin mulai bertiup kencang, sehingga potensi korban dapat diminimalisir.
Upaya Penanganan dan Pembersihan
Pasca kejadian, warga bersama aparat setempat segera melakukan upaya pembersihan pohon tumbang yang menghalangi jalan dan pemukiman. Beberapa pohon dipotong menggunakan alat sederhana, sementara sebagian lainnya menunggu penanganan lanjutan dari petugas terkait.
Akses jalan yang sempat tertutup akibat pohon tumbang di Jurangjero berhasil dibuka kembali setelah dilakukan evakuasi dan pembersihan secara gotong royong.
Sementara itu, untuk rumah-rumah yang terdampak, warga melakukan penanganan darurat dengan menutup bagian atap yang rusak agar air hujan tidak terus masuk ke dalam rumah.
Imbauan Kewaspadaan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Dengan kejadian ini, masyarakat Kabupaten Sragen diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama hujan deras disertai angin kencang.
Warga diminta untuk memangkas pohon-pohon besar yang berada di dekat rumah, memperkuat struktur atap, serta menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan dan angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang apabila terdapat pohon rawan tumbang atau bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Penutup
Peristiwa hujan deras disertai angin kencang yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Sragen ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di musim penghujan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan cukup besar dan berdampak langsung pada kehidupan warga. Diharapkan, sinergi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus diperkuat dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana ke depan. (*)
(Editor: Pariyo Saputra // Redaksi Sumateranewstv. Com)

0Komentar