Satgas Polda Lampung Pastikan Harga Beras Stabil dan Sesuai HET di 15 Kabupaten/Kota

Press Release Nomor: 818/ XI / HUM.6.1.1./ 2025/ Bidhumas
Rabu, 26 November 2025

LAMPUNG, (Sumateranewstv. Com) — Satgas Pengendalian Harga Beras Polda Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan dan mencegah terjadinya lonjakan harga beras menjelang pergantian tahun. Pada Selasa (25/11/2025), Satgas melaksanakan pengecekan serentak di 15 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Lampung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi, ketersediaan, dan harga beras tetap berada pada batas wajar sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa operasi pengecekan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Satgas Pengendalian Harga Beras Nasional yang dipimpin oleh Kabareskrim Polri. Satgas nasional meminta seluruh wilayah, termasuk Lampung, untuk melakukan pemantauan menyeluruh terhadap pergerakan harga beras sebagai salah satu komoditas pangan utama masyarakat.

“Polda Lampung melalui Satgas Pengendalian Harga Beras melakukan pemeriksaan menyeluruh di 15 wilayah," ujar Kombes Pol Yuni dalam keterangan resminya pada Rabu (26/11/2025). Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat beras merupakan kebutuhan pokok yang konsumsi dan permintaannya dapat meningkat pada akhir tahun.

Dari hasil pengecekan tersebut, Satgas memastikan bahwa baik beras kualitas medium maupun premium yang dijual di pasar tradisional, toko sembako, hingga ritel modern seluruhnya masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi. Selain itu, Satgas juga memastikan bahwa tidak terjadi kelangkaan pasokan beras di gudang Bulog maupun distributor utama.

“Hasilnya, seluruh harga yang dicek berada dalam batas HET, baik beras medium maupun premium,” kata Kabid Humas menegaskan.

Ia menambahkan, Satgas juga menyoroti adanya peningkatan transaksi jelang akhir tahun, namun peningkatan tersebut masih dalam kategori normal dan tidak menyebabkan kekurangan stok. “Situasi distribusi beras di Lampung sejauh ini stabil. Gudang-gudang Bulog masih memiliki cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Pengawasan Harga Beras Dilakukan Secara Ketat dan Terstruktur

Sebagai salah satu provinsi sentra produksi beras terbesar di Sumatera, Lampung memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pasokan. Oleh karena itu, Satgas Polda Lampung turut menggandeng berbagai pihak, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, serta pengelola pasar tradisional dan modern dalam rangka menciptakan pemantauan yang komprehensif.

Dalam pelaksanaan pengecekan di lapangan, petugas memantau harga beras secara langsung pada rak penjualan pasar, memeriksa stok beras di gudang distributor, serta berdialog dengan pedagang untuk mengetahui kondisi penjualan dan hambatan dalam distribusi. Proses ini dilakukan secara terbuka untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan memainkan harga.

Selain itu, Satgas juga memastikan bahwa tidak ada praktik yang melanggar ketentuan seperti penimbunan beras atau penyalahgunaan distribusi subsidi. Hingga saat ini, Satgas belum menemukan indikasi pelanggaran tersebut, namun pengawasan akan terus ditingkatkan.

Laporan dari 15 Kabupaten/Kota

Pengecekan yang dilakukan Satgas melibatkan 15 wilayah, mulai dari Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pringsewu, Metro, Bandar Lampung, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Way Kanan, Pesawaran, hingga Lampung Utara. Seluruh laporan dari daerah tersebut menunjukkan grafik harga yang relatif sama dan tidak mengalami lonjakan signifikan.

Di beberapa pasar tradisional, pedagang bahkan mengaku bahwa pasokan beras yang mereka dapatkan dari distributor jauh lebih lancar daripada beberapa bulan terakhir. Distribusi yang lebih merata ini membantu menekan potensi kenaikan harga.

Satgas juga mencatat bahwa permintaan masyarakat mengalami peningkatan ringan jelang Desember, terutama karena kebutuhan untuk persiapan akhir tahun serta kecenderungan meningkatnya aktivitas konsumsi keluarga. Meskipun begitu, peningkatan permintaan tidak berdampak pada perubahan harga karena stok yang tersedia masih sangat cukup.

Komitmen Satgas: Mencegah Pelanggaran, Menjaga Stabilitas

Kabid Humas menambahkan bahwa pengawasan oleh Satgas tidak hanya dilakukan pada periode tertentu, namun akan dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan. “Kami memastikan pengawasan akan terus dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Lampung. Jika ditemukan penyimpangan, Satgas akan segera mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan apabila menemukan indikasi kecurangan seperti kenaikan harga yang tidak wajar atau penimbunan beras. Polda Lampung membuka jalur pengaduan baik melalui kantor polisi terdekat maupun layanan aduan online.

Beras sebagai Komoditas Strategis Nasional

Dalam konteks ekonomi nasional, beras memegang peranan yang sangat penting sebagai pangan utama masyarakat Indonesia. Kenaikan harga beras dapat memicu ketidakstabilan ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, pemerintah pusat menegaskan bahwa pengendalian beras menjadi prioritas utama, terutama di wilayah sentra produksi seperti Lampung.

Program pengawasan harga oleh Polda Lampung merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Langkah-langkah yang dilakukan Satgas juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mencegah kenaikan harga pangan yang dapat berdampak luas.

Selain menjaga harga beras, Satgas juga terus memastikan bahwa standar kualitas beras yang beredar di pasar tetap terjaga. Beberapa temuan minor seperti beras campuran atau beras dengan kualitas kurang layak telah dicatat dan diserahkan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti.

Kolaborasi Pemerintah dan Aparat Keamanan

Pengecekan harga beras secara serentak ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait. Upaya ini tidak hanya menyangkut stabilitas harga, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat luas. Dengan kondisi gejolak ekonomi global yang masih terjadi di beberapa negara, peran pengamanan pangan menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

Sinergi antara Bulog, Satgas Pangan, dan Dinas Perdagangan terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan tidak terjadi gejolak pada komoditas favorit keluarga ini. Keberhasilan pengendalian harga beras ini juga menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor di Lampung bekerja dengan sangat optimal.

Kesimpulan

Dengan hasil pengecekan di 15 kabupaten/kota, Satgas Polda Lampung menegaskan bahwa harga beras di wilayah tersebut masih berada dalam batas wajar dan sesuai dengan HET pemerintah. Tidak ditemukan indikasi pelanggaran seperti penimbunan, permainan harga, atau kelangkaan pasokan.

Satgas akan terus meningkatkan pengawasan dan merespons cepat setiap laporan masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan di Lampung serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.

( Bidhumas Polda Lampung )

Editor: Pariyo Saputra / Redaksi Sumateranewstv. Com