Tambrauw, Papua Barat Daya — Sabtu, 8 November 2025
Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 763/SBA Pos Yembun melaksanakan kegiatan mengajar Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada para siswa SD Inpres 28 Metnayam, Kampung Metnayam, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (8/11/2025) ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda di wilayah perbatasan.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar mengajarkan teknik baris-berbaris, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, serta semangat kebangsaan di kalangan anak-anak sekolah dasar yang tinggal di daerah pedalaman. Pos Yembun yang berada di bawah komando Yonif 763/SBA memandang pentingnya pendidikan karakter sebagai bekal bagi para siswa untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.
Menanamkan Kedisiplinan Sejak Usia Dini
Dalam kegiatan tersebut, anggota Satgas Pamtas mengajarkan berbagai gerakan dasar dalam baris-berbaris seperti sikap sempurna, penghormatan, langkah tegap, hingga latihan kekompakan regu. Latihan dilakukan dengan penuh semangat, diselingi candaan ringan agar suasana tetap menyenangkan bagi para siswa. Walau terik matahari cukup menyengat, semangat anak-anak Kampung Metnayam tidak surut sedikit pun. Mereka tampak antusias mengikuti setiap arahan dari anggota TNI.
Danpos Yembun, Letda Inf Amiel Nafianu, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab kepada anak-anak sejak dini. Dengan belajar PBB, mereka bisa memahami arti dari kerja sama, kerapian, dan kepemimpinan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa disiplin bukan hanya tentang berdiri tegak atau berjalan lurus, tetapi juga mencerminkan sikap mental dan karakter yang kuat dalam menghadapi kehidupan. Menurutnya, anak-anak di pedalaman Papua memiliki semangat luar biasa untuk belajar, hanya saja mereka membutuhkan sentuhan pembinaan yang konsisten dan motivasi dari para pengajar maupun aparat yang bertugas di wilayah tersebut.
Dukungan dan Apresiasi dari Pihak Sekolah
Kepala Sekolah SD Inpres 28 Metnayam, Ibu Maria Iek, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Satgas Pamtas Pos Yembun yang telah menyempatkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pelatihan kedisiplinan kepada para siswa. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat membantu pihak sekolah dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak didik di tengah keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar.
“Kami merasa sangat terbantu. Anak-anak di sini butuh teladan dan motivasi. Kehadiran Bapak-bapak TNI membuat mereka semangat dan merasa diperhatikan. Terima kasih atas dedikasi dan kepedulian Satgas terhadap pendidikan anak-anak kami di Metnayam,” ungkapnya.
Menurutnya, latihan PBB bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk pola pikir anak untuk menjadi lebih tertib dan menghargai aturan. Hal itu sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk manusia Indonesia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Suasana Latihan yang Penuh Semangat
Di halaman sekolah yang sederhana, puluhan siswa dengan seragam merah putih tampak berbaris rapi. Beberapa anggota TNI berdiri di depan memberikan instruksi dengan tegas namun penuh kehangatan. Suara lantang aba-aba “siap grak!” dan “hadap kanan grak!” menggema di antara pepohonan hijau yang mengelilingi sekolah.
Anak-anak terlihat berusaha mengikuti setiap perintah dengan serius, walau sesekali masih ada yang salah langkah atau tertawa malu karena kurang kompak. Namun para prajurit justru menanggapinya dengan sabar dan penuh kasih sayang, memberikan koreksi sambil memotivasi agar mereka terus berlatih.
“Ayo lebih tegap, semangat, jangan malu-malu! Ini latihan untuk jadi anak hebat dan disiplin!” ujar salah satu anggota Satgas sambil tersenyum. Anak-anak pun menjawab dengan semangat, “Siap, Komandan!”
Membangun Nasionalisme di Daerah Perbatasan
Letda Inf Amiel menegaskan bahwa kegiatan pembinaan semacam ini juga bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan anak-anak yang tinggal di perbatasan. Menurutnya, wilayah perbatasan merupakan garda terdepan negara yang harus dijaga tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui pembangunan sumber daya manusia.
“Kami ingin anak-anak di sini tumbuh dengan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Mereka harus tahu bahwa meski tinggal jauh di perbatasan, mereka tetap anak bangsa yang sama berharganya dengan anak-anak di kota besar,” ujarnya.
Selain mengajarkan PBB, Satgas Pamtas Yonif 763/SBA juga rutin melaksanakan kegiatan sosial lain seperti mengajar membaca dan menulis, membantu tenaga medis desa, serta memperbaiki sarana pendidikan dan ibadah di wilayah tugas mereka. Semua kegiatan itu merupakan bentuk pengabdian TNI untuk rakyat, sesuai dengan semboyan “Bersama Rakyat TNI Kuat.”
Menumbuhkan Karakter dan Mental Tangguh
Pendidikan karakter di wilayah perbatasan sering menghadapi tantangan besar. Selain keterbatasan fasilitas, kondisi geografis yang sulit dijangkau juga menjadi hambatan tersendiri. Namun semangat prajurit Satgas Pos Yembun untuk berkontribusi tidak pernah surut. Mereka memahami bahwa membangun bangsa tidak hanya lewat senjata, tapi juga lewat pendidikan dan keteladanan.
Letda Amiel menjelaskan, pelatihan PBB menjadi salah satu metode efektif untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan di kalangan siswa. “Lewat baris-berbaris, mereka belajar tentang pentingnya mengikuti aturan, menghormati pemimpin, dan bekerja sama dalam tim. Ini nilai-nilai dasar yang harus dimiliki generasi muda kita,” jelasnya.
Selain itu, anggota Satgas juga berupaya menanamkan nilai-nilai seperti saling menghormati, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta menghindari perilaku malas dan individualis. Semua itu dilakukan secara bertahap dan dikemas dalam pendekatan yang menyenangkan, sehingga anak-anak tidak merasa terbebani.
Kebersamaan yang Menginspirasi
Setelah latihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pembagian alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk apresiasi dari Satgas. Anak-anak tampak gembira menerima hadiah sederhana tersebut. Beberapa di antara mereka bahkan berlari menghampiri anggota TNI untuk bersalaman dan mengucapkan terima kasih.
“Saya mau jadi tentara juga kalau besar nanti!” kata salah satu siswa kecil sambil tersenyum malu. Ucapan polos itu membuat para prajurit yang hadir terharu dan merasa bangga, karena cita-cita sederhana itu menjadi tanda bahwa semangat nasionalisme mulai tumbuh di hati generasi muda di pelosok negeri.
Tantangan Pendidikan di Pedalaman Papua
Kondisi pendidikan di daerah seperti Metnayam memang masih menghadapi banyak keterbatasan. Jalan yang sulit dilalui, akses listrik terbatas, dan minimnya tenaga pengajar menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di sana. Namun semangat belajar para siswa tetap menyala. Mereka datang ke sekolah setiap hari dengan berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh.
Karena itu, kehadiran Satgas Pamtas di tengah masyarakat tidak hanya membawa rasa aman, tetapi juga menjadi sumber motivasi baru bagi anak-anak. Bagi mereka, para prajurit bukan sekadar penjaga batas negara, melainkan juga guru, sahabat, dan panutan yang mengajarkan arti perjuangan dan pengabdian.
Kolaborasi untuk Masa Depan Papua yang Lebih Baik
Kegiatan Satgas Pos Yembun ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam membangun sumber daya manusia di Papua Barat Daya. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan pendidikan di wilayah pedalaman dan memperkecil kesenjangan dengan daerah lain di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Tambrauw sendiri menyambut baik langkah-langkah sosial edukatif yang dilakukan Satgas Pamtas. Dinas Pendidikan setempat bahkan berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin di beberapa sekolah lain di sekitar pos perbatasan.
Makna Strategis di Balik Kegiatan PBB
Meski terlihat sederhana, latihan baris-berbaris memiliki makna strategis dalam membentuk mental bangsa. Dalam konteks pendidikan, PBB bukan hanya latihan fisik, melainkan sarana untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan. Anak-anak belajar bahwa dalam kehidupan, setiap perintah harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan setiap langkah harus dilakukan bersama untuk mencapai tujuan.
Pelatihan ini juga mencerminkan filosofi militer yang mengajarkan bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai melalui koordinasi, komunikasi, dan kepercayaan antarpersonel. Nilai-nilai inilah yang ingin ditanamkan kepada anak-anak SD Inpres 28 Metnayam agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berdisiplin, dan berjiwa nasionalis.
Penutup: TNI dan Rakyat Tak Terpisahkan
Di akhir kegiatan, Letda Inf Amiel Nafianu menyampaikan bahwa Satgas RI-PNG Pos Yembun akan terus mendukung segala bentuk kegiatan sosial dan pendidikan di wilayah tugasnya. “Kami siap membantu para guru dan masyarakat kapan pun dibutuhkan. Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Kami ingin mereka tumbuh dengan karakter yang kuat, disiplin, dan cinta tanah air,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menegaskan kembali komitmen TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, tidak hanya melalui penjagaan perbatasan tetapi juga dengan membangun hati dan pikiran generasi muda di wilayah terpencil. Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada solidaritas dan gotong royong yang kokoh.
(Pen Yonif 763/SBA / SumateraNewsTV)




